And we met

Hmm. Ada yang sedih habis kepoin blog saya. Entah apa yang dipikirkan pada saat melihat blog ini. Mungkin rasa yang pernah ada? Joking aside, akhirnya saya janji mau buat postingan buat si dia. Iya, ini postingan tentang kamu. Tapi singkat aja ya.

Ikhtiar. Doa. Ikhtiar. Doa. Ya begitulah yang terus saya lakukan selama ini. Dua ratus dua puluh satu hari yang lalu, kita melakukan kontak pertama di Bumi. Sebuah tanda hati. Dan kita bercerita. Tapi tidak berekspektasi apa-apa sih.

Karena lelah berlama-lama dan biar gak terlalu lama kalau kecewa, akhirnya dua puluh satu hari kemudian kita memutuskan untuk bersua. Kamu yang nggak peka sama mana selatan dan utara, di salah satu mal ibukota. Akhirnya dengan sumringahnya menyapa.

Hi!
and finally we’ve met.