Yogya Small Trip

Dua minggu lalu tidak disangka saya mendapatkan trip singkat ke Jogja. Awalnya hanya iseng sebelum mengunjungi pernikahan teman seangkatan kantor.

Waktu berangkat sesungguhnya agak dramatis, harusnya Saya, Riffa, dan Putri berangkat bareng dari Stasiun Senen ke Stasiun Tugu Jogja. Tapi Riffa telat 10 menit saja. Huks.. Sudah memohon dengan sangat ke petugasnya untuk terus menunggu tapi apa boleh buat takdir berkata lain (Ternyata Ojeg yang ditumpangi Riffa tidak tahu jalan, zzzz…)

Okelah, Akhirnya cuma berdua sama Putri ke Jogja. Kebetulan Jogja kampung halaman dia. Sebelumnya kita sudah punya rencana begitu tiba di Jogja jam 3, kita langsung cus ke Pucuk Sethumbu (salah satu spot sunrise terbaik di Jogja berlatar Borobudur, selain spot lain yakni di Candi Ratu Boko). Sisanya bebas. Kita bahkan sempat sudah booking rental mobil.

Karena Riffa nggak ada, dan saya gak ekspektasi Putri mau nemenin jalan-jalan (secara dia pulang ke rumahnya), akhirnya setelah shubuh-an di Stasiun Tugu, saya berencana jalan-jalan sendiri. Lalu ternyata Putri ngajakin small trip dengan itinerary small trip yang menarik sih.

06.00-08.00 Makan Gudeg, plus wisata kota (Taman sari, Keraton, dll)
08.00-11.00 Hutan Pinus Imogiri yang lagi happening di Jogja (include perjalanannya)
12.00-15.00 Istirahat
15.00-18.00 Acara Bebas

Yah lumayan lah, daripada cuma keliling-keliling Malioboro saja. Tapi ternyata hari itu nggak sesuai rencana, tapi lebih seru.

Karena dia telat, jadinya saya mampir jalan-jalan dulu ke Malioboro. Literally jalan kaki, berhubung Stasiun Tugu dan Malioboro cukup dekat. Di Malioboro ketemu mbak penjual Sate Kere. Lumayan lah buat ganjel perut.

Malioboro

Malioboro

Setelah jemput saya jam 7 di Malioboro, akhirnya diantar lah ke tempat gudeg Yu Djum yang (dulu) terkenal (walaupun sekarang yang lagi happening sekarang adalah Gudeg Pawon di Jogja). Tapi kita nggak ke Yu Djum juga, tapi ke tempat gudeg sebelahnya yang sedikit lebih tidak manis. Rupanya sepanjang Jalan Wijilan ini tempat gudeg ya. Lokasinya berada di komplek keraton. Dan ternyata jalan ke rumahnya di depan jalan Wijilan juga, haha.. seru ya rumahnya di komplek keraton.

Setelah mandi di masjid sekitar situ. Akhirnya dimulailah trip kecil kami ke Jogja. Yogyes!!

Destinasi pertama Hutan Pinus Imogiri.

Kami naik motor ke arah Tenggara Bantul, melewati Jalan Imogiri, cukup jauh jalannya mungkin sekitar 1-1.5 jam kami ke sana melewati makam raja-raja. Tidak berhenti di sana kami lanjut ke atas bukit. Karena sedikit keteledoran, gak sengaja motor terjatuh di salah satu bukit berpasir menuju hutan pinus. Nggak nabrak sih. Cuma waktu lagi berhenti, motornya nggak bisa ngerem. Untung kita nggak kenapa-kenapa.

Tibalah kami di sana. Foto-foto sebentar (bohong sih ini).

Hutan Pinus Imogiri

Hutan Pinus Imogiri

Puas berfoto-foto, kami lanjut lagi. Tiba-tiba ada usul tambahan dari Putri untuk ngajak saya ke Kebun Buah Mangunan (yang sekali lagi sedang happening di Jogja). Keduanya adalah spot yang dia sendiri belum pernah ke sana. Nggak yakin juga kalau naik mobil bisa ke kedua tempat ini.

Well, destinasi kedua adalah Kebun Buah Mangunan. Jangan berekspektasi kalian melihat buah-buahan metik sendiri ya. Spot yang menarik di sini (terlepas jalanan tanjakan yang mengerikan seperti Moko Daweung Bandung) adalah ujung bukitnya yang bisa memperlihatkan lembah dan sungai seperti di dunia yang berbeda. Keren juga Jogja punya view seperti ini. Sayangnya ketika ke sana Jogja lagi musim kemarau sehingga lembah yang dipresentasikan ke kami waktu itu cukup gersang. Tapi tetap indah. Dan panas haha.

Kebun Buah Mangunan, Well see.. buahnya dimana coba?

Kebun Buah Mangunan, Well see.. buahnya dimana coba?

Mungkin bagi kalian yang mau ke dua spot ini ada baiknya pergi ke Kebun Buah Mangunan dulu (di pagi hari saat matahari belum terlalu terik) baru ke Hutan Pinus (harusnya hutan pinus melindungi kalian dari teriknya matahari). Tapi semakin siang hutan pinus semakin ramai sih.

Sedikit merasa bersalah sama Putri di beberapa tanjakan yang mengerikan saya meminta dia untuk jalan, agak trauma sama jatuh yang tadi, sorry😦

Dua destinasi tak disangka telah dilalui. Sudah pukul 13.00. Rencana awal kita mau kembali rumah Putri, makan siang, istirahat, doing some craft activity like pottery, baru ke selatan lagi untuk lihat sunset. Tapi rencana berubah.

Kami nggak jadi pulang, nggak jadi istirahat, karena takut nggak keburu kembali ke Selatan. Kami juga nggak jadi makan sate klatak karena keterbatasan waktu (Sate Klatak terkenal di daerah Imogiri).

Akhirnya kami tanpa disengaja mengunjungi salah satu spot “Makanan Blusukan Jogja, makin terpencil, makin asik” di Warung Mangut Lele Mbah Marto. Putri tahu spot ini dari pengalamannya waktu “kecil” dulu haha. Seru juga nyari tempatnya, ke dalam gang-gang gitu. Mangutnya mantep!!

Mangut Lele Mbah Marto lokasinya di sekitaran Institut Senin Indonesia, Jogja.

Karena kita tidak bisa istirahat di rumah, akhirnya kami memutuskan untuk beristirahat di masjid menuju Parangtritis. Di masjid kita sholat, istirahat dan mengecharge semua gadget kita (HP, kamera, gopro).

Destinasi ketiga kita sebetulnya bukan parang tritis namun Parang Endog, spot bukit yang bisa menampilkan pemandangan Parang Tritis berikut sunsetnya.

Masuk ke dalam komplek Parangtritis (bayar 10ribu per orang) kami menyusuri sisi pantasi (kami melewati “Gumuk Pasir” salah satu spot happening lainnya di Jogja yang berbentuk padang pasir mini di sisi tepi pantai Parang Tritis) tapi tidak masuk ke dalam pantainya. Kami terus mengendarai motor ke arah Queen Resort (tapi lanjut terus hingga puncak).

Sekali lagi karena saya nggak pede motornya kuat membawa saya dan motor ini, akhirnya saya mintol Putri untuk kembali jalan di beberapa tanjakan, hiks sorry again😦

Tapi perjalanan itu terbayar sudah. Bukit Parang Endog ini keren bangetttt!! Spot ini juga belum pernah putri kunjungi sebelumnya. Ah Nikmat Tuhan manakah yang engkau dustakan.

Spot ini cukup menarik dimana kita bisa melihat sabuk pantai parangtritis dari ujung ke ujung, orang-orang berhamburan di pantai, wilayah villa-villa di sekitar pantai, lekukan-lekukan gunung dan bukit di sekelilingnya, dan tentunya sunset merah yang indah.

Bukit Parang Endog

Bukit Parang Endog

Untuk sunset sendiri, ini kali kedua saya gagal melihat sunset dari parangtritis. Sepertinya memang di daerah Parang tritis ini cenderung punya behaviour berawan ya. Sunset tertutup awan sebelum matahari benar-benar terbenam di batas cakrawala laut.

Tapi tak apalah. Viewnya tetap keren kok.

Sebelum Magrib, kami memutuskan untuk turun duluan (turis lokal dan mancanegara padahal baru tiba di sana). Tapi menurut kami pemandangannya udah nggak begitu sekeren tadi. Jadi bagi kalian yang mau ke Parang Endog usahakan jam 5 atau kurang sudah tiba di sini. Karena setengah 6 sudah cukup gelap di sini.

Sate klatak gagal, tapi kami lanjut ke kuliner selanjutnya : Bakmi Jowo Pak Rebo di Jalan Brigjen Katamso. Kalau di web ataupun pamflet travel sih bukan Bakmi ini yang lagi happening, tapi enak juga kok, dan jaraknya relatif dekat dengan tempat saya menginap dan rumah Putri.

Tempat yang saya inapi cukup menarik. Edu Hostel di Jalan Let Jend Suprapto. Kalau lihat di peta paralel di kiri jalan Malioboro jadi nggak terlalu jauh dari keramaian kota atau keraton.

Tipe hostel ini adalah kita menginap per bed. Bagi para backpacker jenis tempat menginap seperti ini pasti sudah tidak asing lagi. Di Jogja sebetulnya banyak tempat seperti ini, namun yang “tipe backpacker” dan tetap modern sepertinya cuma di edu Hostel kali ya. Seperti hotel tapi tipe backpacker.

Per bed kita membayar 80ribu/bed/day include breakfast. Loker ada tapi nggak ada kuncinya haha. Tapi jangan khawatir resepsionis juga menjual gembok jika kita membutuhkannya. Fasilitas lainnya adalah rooftop, entertainment area (longue cozy, fussball, gitar, dining area, warnet), dan Wifi gratis (di lt 1 aja sih).

Satu hal yang saya penasaran adalah, apakah benar di setiap kamar tidak ada colokan listrik? Entah saya salah melihat atau memang benar-benar tidak ada. Alhasil esok harinya saya sengaja duduk-duduk di longue sambil main gitar hanya untuk mengecharge HP dan gopro.

Ini sudah day 02. Setelah mengunjungi nikahan Ana dengan mobil sewaan (Trip from Jogja to Purworejo), kami ternyata masih mengunjungi satu spot jalan-jalan lainnya. Kali ini kami ditemani Abida Zurika yang ikut naik kereta pulang dari Jogja.

Kami mampir ke De Mata 3D Trick Eye Museum. Lokasinya berada di XT Square Jogja, Jalan Veteran Pandeyan.

Awalnya tadi mau mampir ke Kalibiru (spot foto dan view rumah pohon yang lagi happening di Jogja) tapi karena beberapa hal kami melewatkan kesempatan itu. Padahal Kalibiru sudah satu rute dengan Purworejo-Jogja.

Trick Eye museum seru juga. Biaya masuknya mahal sih. 40ribu per orang. Sebetulnya kalau kami punya banyak waktu bisa dipaket sama masuk museum satu lagi “De Arca 3D Museum” menjadi 70ribu per orang. Tapi karena cuma bisa mampir 1 jam saja, jadi kita putuskan cuma ke de mata saja.

Floating in the space, de mata trick eye museum

Floating in the space, de mata trick eye museum

Jepret, jepret, jepret.

Menurut saya trip kali ini cukup efisien bisa mendapatkan banyak spot wisata. Jogja memang seru ternyata ya. Masih banyak spot lain yang bagus-bagus, dan tentunya kuliner yang enak-enak.

NB. Thanks Put

 

 

2 pemikiran pada “Yogya Small Trip

  1. Wah aku masuk blog org lagi. Makin eksis deh :p. Ahahahaha.
    Sante keles cm ndaki segitu doang (pdhl ngos2an udh lama g naik gunung :p)
    Hope you enjoy your trip🙂 Jangan kapok ya ke Jogja😀

    • nggak meragukan kemampuan dakinya kok, cuma kasian aja, tega!! (ala-ala sinetron)
      haha lebay.com

      nggak kapok, malah minta nambah pas ada kesempatan : gunung kidul, body rafting, puthuk setumbu, merapi, pantai lainnya, goa apa itu namanya, dll

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s