Review Backpack Anak Krakatau ++

Akhirnya, done juga trip yang satu ini. Salah satu milestone yang sudah saya planning dari dulu. Walaupun seharusnya saya membatalkan trip ini sih karena suatu hal #curcol.

Okey, literally, Walaupun judul tripnya Anak krakatau tapi itu cuma 1/4 dari semua rangkaian tripnya. 3/4 nya kita banyak main di snorkeling (Dan free dive kalau saya, hihi).

Secara garis besar tripnya seperti ini :

  1. Pulau Sebesi (home stay)
  2. Cemara (Spot Snorkeling 1)
  3. Lupa nama spotnya  (Spot Snorkeling 2)
  4. Umang-umang (Bonus, Pulau kecil unyu)
  5. Anak Krakatau (Spot Trekking)
  6. Lagoon Cabe (Spot Snorkeling 3, The BEST)

Sila lihat postingan preparation and itinerary buat yang mau tahu dan perlu ngintip cara kami bertualang.

Thanks to our group leader, Aca. Sebenarnya grup ini gabungan antara dua group (Aca, Agi).

#1 Pelabuhan Merak

Kami berkumpul dari berbagai lokasi di pelabuhan merak. Kenapa Pelabuhan Merak? sekarang terjawab sudah. Banyak akses kendaraan menuju Merak. Mulai dari Gambir, Kalideres, Kampung Rambutan, Terminal Leuwipanjang Bandung, dan lain-lain kecuali Lebak Bulus.

Tiba pukul 23.30, jauh dari perkiraan, dan memang sudah diperkirakan datang sekitar jam segitu. Berhubung jumlah rombongan adalah 39 orang dari mana-mana. Serang. Jakarta. Depok. Bandung. Bekasi.

Naik kapal feri yang lumayan mewah. Baru pertama kali naik yang seperti itu. Biaya reguler, rasa bintang lima.

#2 Lampung

Tiba di Pelabuhan Bakauheni kami sudah charter mobil angkot. 3 untuk 39 orang.. heumm… 5-6 5-6 dipepet mas mbak. Tapi lupa ya, apakah masih 39 orang setelah banyak yang cancel.. tapi masih sekitar segitu sih. Kami menuju Dermaga Canti, dimana itu adalah spot keberangkatan kapal ke serangkaian pulau Sebesi/Krakatau. Krakatau bisa juga dari Anyer tapi jauh dan mahal katanya.

PS. kalau mau naik kapal ke Kiluan/Pahawang biasanya dari dermaga Ketapang (bukan Banyuwangi loh ya).

#3 Cemara dan Snorkeling Spot 1

Di dekat cemara kami foto-foto sejenak di pulau kecil, pasirnya halus-halus kasar. Pemanasan dulu sebelum ke tempat keren.

Spot snorkeling/free dive lumayan. Di atas rata-rata kepulauan seribu lah. Terumbu karang banyak. Ikannya ada, tapi sedikit dan varian juga sedikit. Terumbu masih lumayan terawat. Air lautnya nggak begitu asin, karena ombaknya gak terlalu besar.

Sedihnya adalah kami menghabiskan banyak foto-foto dan rekaman di sini. Padahal spot 2, 3 snorkelingnya jauh lebih mantep.

#4 Ishoma dan masuk base homestay at Sebesi Island

Kita ke pulau Sebesi. Pulau yang cukup besar dan lengkap fasilitasnya. PLN ada, walaupun selain rumah yang memiliki solar cell tak akan punya listrik sampai malam tiba. Air sumur bagus. Jajanan banyak. Penduduk ramai. TK sampai SMA ada. Cafe ada. Homestay melimpah. KUA….pun ada bzz…

Ishoma dulu, terus unpack barang-barang ke homestay. Kita berangkat lagi ke spot snorkeling ke-2.

#5 Spot Snorkeling kedua (entah namanya)

Spot ini agak lebih asin. Tapi lebih ramai terumbu dan ikan. Ikannya banyak, walaupun jenisnya serupa. Lebih seru dari spot kedua. Lebih dalam 5 meter sepertinya ketimbang spot pertama, seru buat dipakai free diving.

#6 Umang-umang, tiny island

Wah perjalanan ke sini kami ditemani oleh ratusan ikan yang melompat-lompat. Duh saya lupa nama ikannya. Tapi keren, ikan itu melompat-lompat layaknya lumba-lumba ke udara. Mana sempet kefoto, baternya aja habis buat foto-foto dan record video di spot pertama.

Pulau kecil, bisa dipakai buat trekking keliling pulau. Hati-hati ular laut di karang bebatuan.

#7 Back to the base, Sebesi

Malamnya biar gak bosen, kita trekking keliling Sebesi. Menyusuri pantai, dan nyari cemilan. Ishoma, kenalan sama rombongan yang sebegitu banyak. Banyak nemu temen baru : Aca, Aldio, Indra, Rei, Rika, Rudin, Anggoro, dan Marcella. Yang lainnya gak sempet keep in touch ey.

Kami istirahat relatif lebih awal (jam 11) karena besok harus berangkat dari jam 3 pagi dari kapal. Mengejar sunrise di Anak Krakatau.

#8 Anak Krakatau

Kita berangkat pukul 3 pagi DARI KASUR. yak agak telat dikit, tapi efeknya gagal sunrise dipuncak. walaupun pagi itu berawan juga sih.

Kenapa mereka bilang Anak Krakatau? padahal Krakatau nggak punya istri dan selalu jomblo?

Sudah bukan rahasia umum dunia kalau sejarah Gunung Krakatau (Gunung yang merupakan cikal bakal dari gunung Anak Krakatau) tersebut punya gaung sampai Eropa. Bagaimana tidak ketika Gunung Krakatau meletus 151 tahun yang lalu abu yang meluap dari selat Sunda ini mencapai Eropa.

Usai letusan Anak Krakatau terpecah menjadi kaldera besar di dalam lautan (selat Sunda) dan di ujung permukaan kaldera tersebut berubah menjadi 3 sub pulau kecil yakni Pulau Serbung, Pulau Panjang, dan Pulau Rakata.

Sekitar tahun 1900-an, kawah dari krakatau kembali aktif, memunculkan satu buah puncak kecil di tengah tengah kaldera, dan terus membesar hingga sekarang seperti jerawat yang kembali tumbuh menjadi Pulau Anak Krakatau.

Secara topografis, kawah ini hanya terdiri dari tanah hitam yang somehow sangat subur. Banyak semut merah sepertinya menunjukkan panasnya tanah di pulau ini.

Kembali ke backpack, kami trekking dari pinggir pantai hingga puncak yang agak rendah dan reachable (Seperti Kalimati kalau di Semeru). Masih ada satu puncak lagi sebenarnya seperti mahameru, kalau di semeru, tapi yang ini sangat tidak recommended karena setengah puncaknya tanah sudah panas, merah dan mengeluarkan asap yang sepertinya tidak baik untuk kesehatan).

Trekking ditempuh antara 30 menit s.d 1 Jam. Kami tiba di tepi pantai pukul 05.30. Agak sayang ya, kami mengebut di bukit berpasir tapi apa daya matahari sudah meninggi. Kami berfoto sejenak di puncak.

Di rombongan kami, terdapat satu keluarga besar yang ikut bersama kami. Lucunya di sana ada Kakek dan 4 orang anak kecil yang ikut. Semua anak kecil itu hebatnya ikut melakukan pendakian. Begitu mereka tiba dipuncak, applause berdatangan dari kami semua.

Selanjutnya sesi foto-foto dari setiap grup.

(Anak) Gunung Krakatau -  100 Rupiah

(Anak) Gunung Krakatau – 100 Rupiah, hihi mirip ya

#8 Lagoon Cabe, the most worthy spot of this trip in the water.

Buat kamu yang suka snorkeling, atau terlebih kamu bisa free diving, Lagoon Cabe adalah salah satu spot paling bagus di wilayah Selat Sunda. Entah kalau Pahawang lebih bagus ya (konon kata mereka bagus). Tapi dari beberapa spot di Selat Sunda, so far, lagoon Cabe yang paling ramai dengan ikan dan variasinya. Terumbu karangnya juga lebih variatif (Ada anemon yang bergerak ke sana ke sini). Arusnya relatif kencang, tapi airnya masih tidak terlalu asin.

Buat free diver, kedalaman dari spot ini juga beragam dari yang 2-5 meter, sampai 5-20 meter. Seru buat dijelajahi.

#9 Sebesi kembali, Packing, Ishoma, Pulang.

Mandi, makan, packing. Saatnya pulang🙂

#10 Lampung, Bakauheni, Merak

Perjalanan 2,5 jam kapal dari Sebesi ke Dermaga Canti, dilanjut naik angkot dari Canti ke Bakauheni, Menyebrang ke Pelabuhan Merak, Tiba di Jawa pukul 9 malam naik bus apapun yang ke Jakarta dan ke Bandung. Kami berpisah di Merak.

Nice to meet you all🙂

(foto-foto lainnya menyusul)

2 pemikiran pada “Review Backpack Anak Krakatau ++

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s