Papua Day 05 : Training Day Two

Training Day Two : Billing Complaint Handling

Setelah mereview materi hari pertama, kita langsung training ke bagian billing complaint. Well, that’s it, because training is training. Mari cerita yang lain. Sebagian besar materi juga telah diajarkan di hari pertama. Sehingga banyak waktu yang bisa dipakai buat main-main.

Hari ini adalah harinya narsis. Kita foto-foto sama bapak ibu di tempat training. Orang papua ramah-ramah. Ada Pak Harun, Bu Sofie (Saya manggil ibu ini dengan ibu BA = Biak Asli, Banyak Anak hehe.. kata bu Eqin dia salah seorang Nasrani yang taat), Pak Rio, Pak Roy, dan masih banyak lagi.

Acara ditutup pukul 3 oleh Pak Nyoman. Itu artinya kita bisa main-main di sore hari. Sebelum acara literally ditutup kita adakan kuis dulu untuk bagi-bagi hadiah.

Setelah foto-foto (lagi) usah acara, saya dan Pak Hafid diantar sama mas Iqbal (orang Jawa yang nggak pernah ke Jawa) kita diantar ke Jayapura City. Salah satu spot favorit saya di Jayapura. Suatu bukit pemancar TVRI yang ada tulisan Jayapura City nya. 

Di Jayapura pemandangannya sangat indah, kalau sebelumnya kalian sempat melihat bentuk kota Jayapura, dari bukit inilah Jayapura dapat dilihat semuanya. Jayapura, Angkasa, Teluk Youtefa, serta Samudra Pasifik. Ada tantangan menarik waktu saya tiba di sini. Saya ditantang untuk jalan meniti balok papan tulisan Jayapura, yang mana dibawahnya adalah langsung tebing. Challenge Accepted!

IMG_7042

Usai puas foto-foto di Jayapura City (oh, no I forgot I have borrowed Nicky’s camera and never used it once!), kami kembali ke hotel karena malamnya kami diajak makan malam sama Pak Erwin. Usai mandi, shalat, dan istirahat sejenak akhirnya kita bertemu Pak Erwin di lobby hotel Yasmine.

Saya sempat dikasih Barongko sama pak Hafid, makanan khas Makassar, kebetulan teman Pak Hafid orang makassar yang tinggal di Jayapura lagi silaturahmi. Suatu makanan legit pisang dibungkus daun pisang. Jangan pernah bertanya apa arti barongko, karena menurut saya artinya jorok sekali hahahha.. tapi entahlah, mungkin Pak Hafid ngerjain saya…

Kita diajak makan ke restaurant B-one. Letak resto ini tepat di sisi teluk youtefa. Pemandangan yang memukau tampak dari sisi jendela, seperti kota Hongkong (gara-gara orang suka pelesetin “emang hongkong” sebagai hoax, jadi terasa kurang eksklusif ya, whatever!). Ini adalah debut saya makan (akhirnya) makanan papua. Eng..ing.. eng.. makan PAPEDA!!

Apakah papeda itu?

20131204_194742

Pernah ke kantor pos? Pernah pasang perangko di kantor pos waktu mau kirim surat? Tahu lem glukol? nah, seperti itulah papeda dari tampilannya hahaha. Yeah, kaya lem kanji. Oke saya bercanda. Nggak serta merta rasanya kaya lem glukol. Seperti bubur yang lengkeeeet… sekali… Cara penyajiannya pun lucu. Sang pramusaji datang menerangkan masakan khas papua itu. Seperti menjelaskan khasiat, bagaimana penyajian papeda, kombinasi papeda yang bagus, dan lain-lain.

Khasiat? Papeda dapat membuat paru-paru bagus bagi perokok. Biasanya polisi/tentara di sini yang perokok berat dan akan dilakukan uji kesehatan makan ini. Caranya, makan papeda dingin lalu langsung ditelan mentah-mentah.

Penyajian? Sang pramusaji mendemokan cara penyajian papeda, sayang saya gak memvideokannya. Jadi dengan dua buah garpu tala besar, dia memutar-mutar sang lem kanji dengan lihainya, dan PUFFF… entah bagaimana bisa tergumpal menjadi satu sajian mangkuk untuk satu orang. PUFF… yang kedua untuk mangkuk berikutnya, dan seterusnya. Usai diberikan lem kanji tersebut lalu dituangkan kuah dari Sup Kepala Ikan yang sudah dipesan sebelumnya. Sebenarnya kombinasi yang oke adalah ikan bumbu kuning (kunyit), tapi karena kita gak tahu apa-apa Sup kepala ikan pun jadi. Papeda adalah dessert, jadi dimakan duluan. Oh, ya papeda enak juga kalau kuahnya dikasih sambal. Entah sambal tomat, sambal cabe, atau sambal kecap. Campur saja, rasanya enak. It’s almost impossible to serve papeda without any soup.

Cara makan? Papeda diberi kuah dan dicampur berbagai kombinasi. Kemudian dengan garpu dan sendok bukan ditusuk lalu dipotong, tapi dipotong dengan keduanya. Kemudian setelah dipotong langsung telan seperti makan bubur.  Ah susah jelasinnya, nanti kalau ke Papua tanya sendiri aja ya fufufu…

20131204_195738

Catatan : Papeda adalah sajian dessert. But, believe me, papeda langsung bikin kenyang. Satu mangkuk untuk 3 porsi harganya 40000 IDR. Wow bukan? Kalau di Sulawesi ini namanya Kapurung. Bedanya adalah kalau di Sulawesi sudah dicampur sama berbagai macam sayuran dan kuah, kalau di Papua, kustomisasi papedanya sesuka selera.

20131204_194621

Ini seperti makan besar gila-gilaan, untungnya ditraktir. Di B-One kami memesan papeda (40k IDR), golden fish (150k IDR), gurame (80k IDR), Soup kepala ikan (75k IDR), sayur bunga pepaya (35k IDR, seriously sayur ini mamang…). Karena tahu diri saya pesan es teh manis saja😀

Ralat. Saya pesan jus mangga.

Well, selamat tidur. Ah sayang sekali ya, perjalanan ke Beautiful Papua akhirnya berakhir.

HAVENT DONE : Merauke (rumah semut, dendeng rusa, dataran merauke), Wamena (suku asli pakai koteka, Puncak Jaya, Suku kurama, patung mummy), Skow (Perbatasan Papua-PNG)

PS. Yang belum diceritain : Sepulang dari makan, beli 2k matoa kelapa yang harga sekilonya 60k IDR (damn!). Mau beli tas noken papua, tapi lupa. Ah, jangan lupa beli abon gulung khas Indonesia Timur. Di Papua Gubernurnya Enembe, orang Demokrat (backingan orang Freeport).

DONE..

The Gallery

5 pemikiran pada “Papua Day 05 : Training Day Two

    • Are you really that long gone? so that you mention me “sis”, I prefered to be called “bro”
      haha, anyway welcome back😀

      Waktu ditanya sama pramusajinya,
      “Bagaimana kaka, Bagaimana pendapat kaka’ terhadap rasa papeda”

      “Unik” haha, itu jawaban jujur gue. I can’t said that was bad or good either.

      Selama halal lidah gue open minded dan terbuka untuk umum :p

  1. sis kan bahasa online shop sis. hahaha. iya nih lagi males ngeblog lagian juga bingung mau nulis apa, lagi ngga produktif. hahaha. aduh bukan maksud menghina atau mengejek haha, but that looks disgusting. Telor ceplok udah paling enak🙂

    • same here, udah lama gak nulis juga. Tapi apa daya mumpung libur, pengen nulis lagi.

      40 ribu, satu mangkuk papeda untuk porsi 3 orang? gue rasa lo mending beli 1 porsi steak untuk sendiri. hahaha

      tapi untuk dicoba sekali boleh juga kok.

      Jadi ya papeda tuh ada 2 jenis. Papeda Papua, sama Papeda Sulawesi (Kapurung). Sebenarnya papeda tuh seperti nasi, yang bikin enak adalah campurannya. Nah kalau kapurung udah jelas komposisinya. Tapi kalau di Papua, bisa custom made.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s