Eat, Pray, Love

Kata kakak gw 4 tahun lalu,

Kamu ngga usah terlalu memikirkan cinta, teruslah beribadah, ingat, dan cinta kepada Nya. Kakak yakin Allah akan selalu ada buat kamu.

haha, ironis, padahal kakak gw sendiri suka galau sendiri sama siapa jodohnya sebelum nikah dulu.

Move on, gagal move on, pacaran, nggak pacaran, nikah muda, nikah belakangan semua itu pilihan.

Gw yakin tiba saatnya nanti kita semua akan dapat jodohnya masing-masing.

Hm.

Makan. Belakangan sudah mengendurkan nafsu makan demi perut yang lebih baik.

Lari jogging tiap pagi. Do what I can do most.

Sesekali makanan berat mengimbangi ekstra training yang dilakukan.

Paling enak breakfast sandwich, lunch makanan berat, dan dinner makanan ringan.

Shalat.

Shubuh, Dzuhur, Ashar, Magrib, Isya.

Plus Tahajjud dan Dhuha.

Sesekali dibarengi dengan khataman Quran

Sesekali mood manusia untuk terus ingat kepada-Nya mengendur. Terkadang pula motivasi kita meningkat.

Istiqomah orang bilang seperti itu.

Gw kepengen bisa istiqomah dzikir/ingat secara konstan.

Bismillah, 2015

Bucket list gw semakin menumpuk.

London, Turin, Madrid, Tokyo.

Harus lebih persistent lagi.

Satu pemikiran pada “Eat, Pray, Love

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s