Standardnya, Bang!

Ini adalah salah satu fenomena unik yang membudaya di kalangan masyarakat kita.

courtesy of wordtogether.blogspot

Standardnya, bang/pak/mbak/om/ceu/dll! 

Hal ini terjadi ketika sesama pengendara motor menyadari apabila pengendara motor lainnya lupa mengembalikan posisi standard (dudukan) motor.

Memang seberbahaya apa sih? kenapa sesama pengendara motor bisa segitu peduli dengan pengendara motor lain yang lalai menaikkan standard motor? Sejauh ini kalau gw lupa, biasanya secara natural standard motor gw akan bergesekkan dengan jalan, lalu barulah gw ingat kalau gw belum menaikkan standard. Itupun nggak berlangsung lama. Memang sih maksudnya baik.

Yang gw heran adalah ada teguran lain yang sebenarnya bisa lebih berguna :

  • Nggak pakai helm, pak?
  • Spionnya kok nggak dipasang, kang?
  • Kok, nerobos lampu merah, bang?
  • Jangan naik trotoar, om!
  • dan masih banyak perbuatan pengendara motor lainnya yang lebih layak untuk ditegur

Walaupun demikian, gw salut sama budaya solidaritas antar pengendara motor ini. Alangkah lebih baiknya jika teguran ini dikembangkan menjadi teguran lainnya yang lebih berguna.

5 pemikiran pada “Standardnya, Bang!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s