Pi; Bab 58

Kuambil buku panduan keselamatan itu. Lembar-lembarnya masih basah. Kubolak-balik halaman-halaman buku itu dengan hati-hati. Buku panduan ini ditulis oleh seorang komandan Angkatan Laut Inggris. Isinya kumpulan informasi praktis mengenai bertahan hidup di laut setelah kapal karam. Di dalamnya antara lain ada tips-tips sebagai berikut :

  • Baca selalu semua petunjuk dengan hati-hati.
  • Jangan minum air kencing. Atau air laut. Atau darah burung.
  • Jangan makan ubur-ubur. Atau ikan-ikan yang berduri. Atau yang mulutnya seperti paruh burung kakaktua. Atau yang bisa menggembung seperti balon.
  • Untuk melumpuhkan ikan, tekan matanya.
  • Tubuh kita bisa menjadi pahlawan dalam pertempuran. Kalau korban kapal karam terluka, hati-hati menggunakan cara pengobatan yang tidak semestinya. Ketidaktahuan bisa berakibat fatal, sementara istirahat dan tidur adalah pemulih terbaik.
  • Naikkan kaki sekurang-kurangnya lima menit setiap jam.
  • Hindari kegiatan melelahkan yang tidak perlu. Tapi otak cenderung menjadi lamban kalau jarang digunakan, jadi otak mesti selalu disibukkan dengan kegiatan ringan apa saja yang bisa dilakukan. Main kartu dan tebak-tebakan merupakan rekreasi sederhana yang sangat bagus. Menyanyi bersama-sama juga bisa membangkitkan semangat. Memintal benang juga sangat dianjurkan.
  • Air berwarna hijau lebih dangkal daripada air berwarna biru.
  • Waspadalah terhadap awan-awan di kejauhan, yang kelihatan seperti pegunungan. Cari apakah ada warna hijau. Pada akhirnya satu-satunya cara yang paling pasti untuk menentukan daratan adalah kalau sudah menginjakkan kaki langsung.
  • Jangan berenang. Sebab hanya mebuang-buang tenaga.Selain itu, sekoci penyelamat bisa melaju lebih cepat daripada kalau Anda berenang. Belum lagi bahaanya kehidupan di laut. Kalau kepanasan, basahi pakaian.
  • Jangan buang air kecil di pakaian. Rasa hangat sementara yang diperoleh tidak sebanding dengan gatal-gatal dan lecet yang bakal timbul.
  • Cari tempat berteduh. Sernagan panas atau dingin bisa membunuh lebih cepat daripada kehausan atau kelaparan.
  • Selama tubuh tidak kehilangan air berlebihan melalui keringat, tubuh sanggup bertahan sampai empat belas hari tanpa air. Kalau merasa haus, isap sebutir kancing.
  • Penyu mudah ditangkap dan bisa dijadikan makanan enak. Darahnya bagus dijadikan minuman, bergizi, dan bebas garam; dagingnya lezat dan mengenyangkan; lemaknya punya banyak kegunaan, dan bagi korban kapal karam, telur-telur penyu bisa dianggap makanan mewah. Hati-hati terhadap paruh dan cakar-cakarnya.
  • Jangan sampai patah semangat. Boleh merasa kecil hati, tapi jangan menyerah. Ingat, semangat sangat penting, melebihi lain-lainnya. Kalau Anda punya kemauan untuk hidup, Anda pasti bisa bertahan. Semoga beruntung!

Selain itu ada beberapa baris yang sangat tidak jelas, mengupas tentang seni dan ilmu pelayaran. Aku belajar bahwa cakrawal, kalau dilihat dari ketinggian satu setengah meter pada hari tenang, jauhnya dua setengah mil.

Peringatan untuk tidak minum air kencing sebenarnya tidak perlu. Orang seperti aku, yang semasa kecil dipanggil “Pissing” alias “kencing”, tidak bakal mau kedapatan mau dalam keadaan sedang minum secangkir air kencing, meski cuma berada sendirian di sebuah sekoci di tengah-tengah Samudra Pasifik. Dan saran-saran menyangkut makanandi dalam buku itu membuatku yakin bahwa orang Inggris tidak tahu arti kata makanan. Di luar itu, buku tersebut merupakan panduan memikat mengenai cara supaya tidak mati terpanggang matahari. Hanya satu topik penting yang tidak dibahas di dalamnya: cara menjalin hubungan alfa-omega dengan binatang-binatang besar di dalam sekoci.

Aku mesti menciptakan program latihan untuh Richard Parker. Aku mesti membuat dia mengerti bahwa akulah harimau paling utama di sini, dan bahwa teritorinya terbatas pada dasar sekoci, bangku buritan, dan bangku-bangku samping sampai bangku tengah yang kedua. Aku mesti menanamkan padanya bahwa bagian atas terpal dan haluan sekoci, yang berbatasan degnan teritori netral di bangku tengah, merupakan wilayahku dan sama sekali terlarang bagi nya.

Aku harus mulai memancing, segera. Tak lama lagi sisa-sisa daging hyena itu pasti habis dimakan Richard Parker. Di kebun binatang, singa-singa dan harimau-harimau dewasa rata-rata makan lima kilo daging setiap harinya.

Masih banyak lagi yang mesti kulakukan. Aku harus mencari cara untuk mendapatkan tempat berteduh. Ada alasannya mengapa Richard Parker bersembunyi di bawah terpal sepanjang waktu. Terus menerus berada di udara terbuka, kena panas, angin, hujan, dan laut sangat melelahkan jiwa-raga. Bukankah aku bara saja membaca bahwa kena terpaan alam bisa membuat orang cepat mati? Aku mesti menciptakan semacam kanopi.

Aku mesti mengikatkan rakit pada sekoci dengan sutas tambang lagi, kalau-kalau tambang yang pertama putus atau longgar.

Aku juga harus memperbaiki rakitku. Sekarang ini, rakit tersebut masih bisa bertahan di laut, tapi hampir-hampir tak bisa ditinggali. Aku mesti membuatnya layak ditinggali, sampai aku bisa pindah ke wilayah permanenku di sekoci. Sebagai contoh, aku harus menencari cara supaya tubuhku tetap kering saat berada di rakit. Kulitku keriput dan bengkak di mana-mana, karena terus-menerus basah kena air. Ini harus disiasati. Aku juga mesti mencari jalan supay bisa menyimpan barang-barang di rakit.

Aku harus berhenti berharap amat sangat ada kapal yang datang menyelamatkanku. Aku tidak boleh mengandalkan pertolongan dari luar. Aku harus mengandalkan diriku sendiri. Berdasarkan pengalamanku, kesalahan paling fatal dari orang yang menjadi korban kapal karam adalah terlalu berharap dan terlalu sedikit berbuat. Untuk bertahan hidup, pertama-tam akita harus memperhatikan apa-apa yang ada di depan mata. Mengharapkan yang muluk-muluk sama halnya dengan bermimpi di siang bolong.

Banyak yang mesti kulakukan.

Kulayangkan pandan ke cakrawala yang kosong. Di mana-mana air. Dan aku hanya seorang diri.

Tangisku pun pecah. Kubenamkan wajahku di kedua lengan yang kusilangkan, dan aku terisak-isak. Situasiku saat ini benar-benar tanpa harapan.