Kalkulator Zakat

Masih muda, Gaji Gede?

Yukmari mulai zakat profesi. Di sini kita  bisa menghitung apakah kita sudah wajib mengeluarkan zakat atau belum.

2 pemikiran pada “Kalkulator Zakat

  1. hmm.. kalau mau jeli menganalisis kalkulator zakat itu kayanya cukup jelas deh crit :p

    Setahu gw dulu dari pelajaran agama di SMA, wajib/tidaknya serta besarnya zakat yang dibayarkan tuh dihitung berdasarkan harga beras yang berlaku saat ini. apakah melebihi nishab atau tidak.

    kalau zakat harta (maal?) didasari oleh harga emas yang berlaku saat ini..

    dan…

    kalau mau teliti di situsnya dompetdhuafa udah dijelasin :

    Hasil Profesi
    Hasil profesi (pegawai negeri/swasta, konsultan, dokter, notaris, dll) merupakan sumber pendapatan (kasab) yang tidak banyak dikenal di masa salaf(generasi terdahulu), oleh karenanya bentuk kasab ini tidak banyak dibahas, khusunya yang berkaitan dengan “zakat”. Lain halnya dengan bentuk kasab yang lebih populer saat itu, seperti pertanian, peternakan dan perniagaan, mendapatkan porsi pembahasan yang sangat memadai dan detail. Meskipun demikian bukan berarti harta yang didapatkan dari hasil profesi tersebut bebas dari zakat, sebab zakat pada hakekatnya adalah pungutan harta yang diambil dari orang-orang kaya untuk dibagikan kepada orang-orang miskin diantra mereka (sesuai dengan ketentuan syara’). Dengan demikian apabila seseorang dengan hasil profesinya ia menjadi kaya, maka wajib atas kekayaannya itu zakat, akan tetapi jika hasilnya tidak mencukupi kebutuhan hidup (dan keluarganya), maka ia menjadi mustahiq (penerima zakat). Sedang jika hasilnya hanya sekedar untuk menutupi kebutuhan hidupnya, atau lebih sedikit maka baginya tidak wajib zakat. Kebutuhan hidup yang dimaksud adalah kebutuhan pokok, yakni, papan, sandang, pangan dan biaya yang diperlukan untuk menjalankan profesinya. Zakat profesi memang tidak dikenal dalam khasanah keilmuan Islam, sedangkan hasil profesi yang berupa harta dapat dikategorikan ke dalam zakat harta (simpanan/kekayaan). Dengan demikian hasil profesi seseorang apabila telah memenuhi ketentuan wajib zakat maka wajib baginya untuk menunaikan zakat. Contoh:

    Akbar adalah seorang karyawan swasta yang berdomisili di kota Bogor, memiliki seorang istri dan 2 orang anak.
    Penghasilan bersih perbulan Rp. 1.500.000,-.
    Bila kebutuhan pokok keluarga tersebut kurang lebih Rp.625.000 per bulan maka kelebihan dari penghasilannya = (1.500.000 – 625.000) = Rp. 975.000 perbulan.
    Apabila saldo rata-rata perbulan 975.000 maka jumlah kekayaan yang dapat dikumpulkan dalam kurun waktu satu tahun adalah Rp. 11.700.00 (lebih dari nishab).
    Dengan demikian Akbar berkewajiban membayar zakat sebesar 2.5% dari saldo.

    *nishab yang dimaksud untuk zakat profesi = nishab untuk zakat pertanian yakni 5 wasq / 653 Kg beras

    Dalam hal ini zakat dapat dibayarkan setiap bulan sebesar 2.5% dari saldo bulanan atau 2.5 % dari saldo tahunan.

    emang agak lieur sih perzakatan ini. Tapi kalau gw sih mikirnya yang penting niat dari kita. maafkan kalau gw sotoy, CMIIW

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s