Blind Spot

Baik itu kita sebagai pengendara mobil/motor ataupun sebagai penyebrang jalan kita harus mewaspadai yang namanya blind spot. Ini berdasarkan pengalaman pribadi sih.

Sebagai pengendara motor/mobil

Debut pertama kali nyetir langsung disuruh lewat tol jagorawi. Enak sih, jalannya cenderung lurus dan nggak banyak berhenti. Sudah layaknya bom bom car. Tapi ketika gue akan pindah jalur dan merasa aman setelah melihat spion kanan, tiba-tiba ada klakson dan muncul sebuah mobil yang tadinya nggak ada. *Berasa nonton Initial D, jurusnya Takuma nyerang lawannya dari blind spot lol*

Kalau lihat diagram sederhana di atas sebenarnya spion pada mobil ataupun motor nggak sepenuhnya bisa menjamin pengelihatan belakang kita. Memang benar bahwa mobil memiliki spion kiri dan kanan serta middle mirror yang dapat mencakup visible spot (VS) seperti yang terilustrasi di gambar, tapi ingat bahwa ada sudut sempit BS (Blind Spot) yang tidak terjangkau oleh cermin cembung tersebut. Untuk mengangani hal tersebut, beberapa mobil canggih sebenarnya sudah melengkapi fitur alarm deteksi moving object pada blind spot. Sayangnya di Indonesia mobil seperti itu belum cukup banyak dimiliki oleh kita.

Mengerikan juga kalau kita nggak menyadari keberadaan kendaraan lain di blind spot kita. Itulah gunanya melambat ketika kita hendak menyalip/pindah jalur/ berbelok. Utamakan kendaraan dari arah berlawanan. Khusus untuk pengendara motor biasanya blind spot ini sedikit berkurang karena biasanya kita dengan mudah memalingkan kepala kita ke kanan atau kiri.

Sebagai penyebrang jalan dan pengendara motor

Ini adalah kejadian kecelakaan penyebrang jalan yang sering terjadi. Well, at least ini pernah terjadi oleh gue pas kelas 4 SD. Situasinya benar-benar typical.

Waktu itu gue belum berani nyebrang sendiri di jalan protokol dan biasanya selalu disebrangin sama bapak satpam SD. Entah kenapa dulu gw mesti nyebrang di sisi lain dari jalan itu. Melihat anak SD kesusahan nyebrang sebuah mobil berhenti dengan suka rela. Dan si anak dengan senang akhirnya mulai menyebrang seperti ilustrasi gambar di atas. Belum sampai tiba di tengah jalan (garis putus-putus) dia sudah menengok ke kiri — dianggapnya dari arah kanan sudah aman. Melihat jalan dari arah kiri agak sepi, si anak kecil ini berlari melewati mobil yang berhenti tadi menuju seberang jalan. Alangkah terkejutnya dia ketika ada motor dari arah belakang mobil yang berhenti tadi melaju dengan kencang ke arahnya!

Accident happen.

Beware of blind spot of this. Terutama jika mobil yang berhenti adalah mobil yang besar dan tidak tembus pandang; misal truk, bus, van tidak tembus pandang.

Jangan sekali-kali memalingkan wajah dari sisi kanan sebelum kalian benar-benar sampai di tengah jalan. Kalau perlu menyebranglah di zebra cross (walaupun di Indonesia zebra cross nampak sangat tidak terlalu berguna).

Sebagai pengendara motor juga demikian. Saat ada sebuah mobil tiba-tiba memelankan kendaraannya di sisi kiri. Biasanya kita dengan senang hati menyalip mobil itu ke sisi kanannya tanpa memperdulikan mengapa mobil itu berhenti. Ada kalanya sebuah mobil berhenti karena mereka mempersilakan penyebrang jalan untuk lewat. Terutama mobil-mobil yang besar. Dan ketika itu terjadi jangan sampai kecepatan motor kalian mencelakakan penyebrang jalan.

DRIVE SAFELY, CROSS SAFELY, Beware of Blind Spot!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s