Drill

Kalau di post sebelumnya gue pernah cerita tentang image training, maka drill adalah langkah selanjutnya. Kita bisa memanggilnya dengan sebutan lain physical training.

Ketika melakukan drill kita melakukan repetisi gerakan berulang-ulang hingga tubuh kita terbiasa dan dapat melakukannya tanpa harus melewati otak lagi. Inget pelajaran biologi dulu? bahwa gerakan refleks tidak melalui otak melainkan melalui bagian otak yang di dekat leher sehingga jaraknya lebih dekat dengan bagian tubuh sensory kita.

Sama seperti image training repetisi ini ternyata bisa dilakukan di berbagai hal. Misalnya saja dalam alat musik. Awalnya gue gak percaya bahwa tangan gue bisa melakukan itu tapi setelah 10 kali pengulangan yang teratur gue bisa melakukannya sekarang berbagai variasi iringan. Alat musik, sport (tentunya), belajar, dan lain-lain.

Nggak salah guru SD, SMP, SMA kita bilang “Drill terus ya”. Dengan melakukan drill soal-saol yang rumit, secara tidak sadar kita nantinya tidak berpikir lagi berapa 5×9. Kalau di SD dulu kita harus pakai rumus 10 jari untuk perkalian 9. Sekarang kita dapat menghitungnya dalam hitungan sepersekian second.

Let’s drill!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s