Pesimis, Optimis, dan Realis

Suatu ketika seorang teman gue ceritain kisah tentang setengah isi setengah kosong. Lalu dengan cepat dia merespon makna kisah tersebut, “Pasti orang yang satu berpikir positif yang satu berpikir negatif, kan?”

Well, kalau dilihat dari kisah bijaknya memang seperti itu sih. Ada sebuah gelas yang airnya mengisi setengah volume suatu gelas. Sang orang pesimis akan mengatakan bahwa gelas tersebut setengah kosong. Sementara sang optimis akan mengatakan bahwa gelas tersebut setengah isi.

Tapi kalau menurut gue kisah ini punya sisi lain. Ada banyak cara melihat kisah tersebut dengan cara berpikir yang berbeda, munkin kita sering menyebutnya dengan istilah sudut pandang. Ketika kita dihadapkan pada suatu kondisi maka kita bisa melihat kondisi tersebut dari banyak sudut pandang. Gue nggak setuju bahwa mereka yang bilang setengah isi haruslah orang yang optimis. Intinya menurut gue adalah sudut pandang. Lalu selain sang optimis dan sang pesimis, gue bisa bilang masih ada sudut pandang ketiga yakni sang realistis.

Gue nggak mau bicara panjang lebar tentang istilah ini itu. Menurut gue sudut pandang ada hubungannya sama opsi. Ketika kita dihadapkan pada suatu kondisi kita harus jeli melihat berbagai jalan yang bisa ditempuh.

Suatu ketika gue pernah dihadapkan pada kondisi kerja padat. Lalu ditanyalah pertanyaan yang tricky untuk kami para programmer, “Kira-kira bisa selesai kapan?”

“Hm.. tiga hari saya usahakan”

“Itu Jawaban optimis kamu atau jawaban realistis dari kamu?”

DAMN. Satu pertanyaan singkat yang cukup berharga untuk gue ingat. Terkadang kita berpikir terlalu optimis tanpa mempertimbangkan kesanggupan kita meraih target yang ingin dicapai. Atau sebaliknya kita berpikir terlalu pesimis dengan meremehkan kemampuan kita yang sesungguhnya mampu untuk meraih target tersebut jika kita mau.

Pesimis, Optimis, dan Realistis? Itu adalah sekian dari banyak sudut pandang yang umum di sekitar kita. Mana yang benar? Nggak ada aturannya. We rule what we want. Lesson learned gue adalah bahwa kita harus bijak dalam menyikapi setiap kondisi yang kita hadapin.

Enough with wise talk today, see ya :p

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s