Malu-malu tapi mau

Ada pengalaman berharga saat bertemu klien di suatu hari. Saat itu kita ditawari snack dan makanan.

Kl : “Mau apa nggak ?”

Kt : “Mau dong mbak..”

Kl : “Nah, gitu dong. Saya suka sering bertemu sama orang-orang yang kalau saya tawarin malu-malu tapi mau. Lama nungguin keputusannya dan pada akhirnya mereka mau juga ketika saya kasih.”

Well, budaya malu-malu tapi mau memang kadang suka menjangkiti diri kita. Kuncinya? Tegas dalam mengambil keputusan kali ya. Bahkan untuk urusan sepele dikasih makanan kita juga harus tegas. Bukan berarti kita nggak punya malu, melainkan tegas MAU atau NGGAK *dalam kasus di atas*. Bisa diterapin ke aspek yang lain sih.

HORACIO!!

4 pemikiran pada “Malu-malu tapi mau

  1. Wah, kalo gw malah kebalikannya… kalo ditawarin makanan, selalu susah nolaknya. Gw biasanya langsung bilang mau, hehehe. Karena kata orang dulu, tidak baik menolak pemberian orang lain.😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s