Life of Pi, Bab I

Ada dua jenis sloth : yang berjari dua dan berjari tiga, dilihat dari kakai-kaki depannya, sebab semua sloth memiliki tiga cakar pada kaki-kaki belakangnya. Aku beruntung sekali mendapat kesempatan mempelajari sloth berjari tiga langsung di habitatnya pada suatu musim panas, di belantara ekuatorial Brazil. Makhluk ini sangat mengherankan. Kebiasaan utama satu-satunya adalah bermalas-malasan. Dia tidur atau istirahat rata-rata dua puluh jam sehari. Tim kami menguji kebiasaan tidur limu sloth liar berjari tiga dengan cara menaruh piring plastik merah cerah berisi air di kepala mereka; piring-piring ini ditaruh selepas senja, setelah mereka tertidur. Menjelang siang keesokan harinya, kami mendapati piring-piring itu masih berada pada posisi semula, airnya sudah penuh serangga. Sloth paling sibuk saat matahari terbenam. Sibuk di sini harap diartikan sebagai sibuk yang sesantai-santainya. Dia akan bergerak sepanjang batang pohon dalam posisi khas sloth, bergelantungan terbalik dengan badan di atas dan kepala di bawah, pada kecepatan sekitar empat ratus meter per jam. Di tanah dia akan merangkak ke pohon berikutnya dengan kecepatan dua ratus lima puluh meter per jam, kalau sedang termotivasi, yang berarti empat ratus empat puluh kali lebih lamban daripada seekor cheetah yang termotivasi. Kalau sedang tidak termotivasi, dia hanya bergerak empat sampai lima meter per jam.

Sloth berjari tiga tidak banyak tahu tentang dunia luar. Pada skala dua sampai sepuluh, di mana dua mewakili ketumpulan yang tidak biasa dan sepuluh mewakili ketajaman yang luar biasa, Beebe (1926) memberikan angka dua untuk indra penciumannya. Kalau bertemu sloth berjari tiga yang sedang tidur di alam liar, kau bisa membangunkannya dengan mengguncang-guncangnya dua-tiga kali. Sloth itu akan memandang sekitarnya dengan mengantuk, tapi tidak akan melihat ke arahmu. Belum bisa dipastikan mengapa dia memandang sekitarnya, sebab penglihatan sloth sangat kabur. Mengenai pendengaran, sloth bukannya tuli, melainkan tidak tertarik pada suara. Beebe melaporkan bahwa menembakkan pistol di dekat sloth-sloth yang sedang tidur atau makan tidak banyak menimbulkan reaksi dari pihak mereka, dan indra penciuman sloth yang lebih lumayan itu juga tidak bisa terlalu diharapkan. Kabarnya mereka mampu mengendus dan menghindari cabang-cabang pohon yang busuk, tapi Bullock (1968) dalam laporannya mengatakan bahwa sloth “sering kali” jatuh ke tanah sambil berpegangan pada cabang-cabang pohon yang busuk.

Lalu bagaimana hewan ini bisa berthan hidup, mungkin kau bertanya-tanya.

Justru dengan kelambanannya itu. Pembawaannya yang pengantuk dan segala atribut khas sloth membuat dia aman dari bahaya, lepas dari perhatian jaguar, ocelot, elang harpy, dan anakonda. Bulu-bulu di tubuh sloth merupakan tempat hidup ganggang yang berwarna cokelat pada musim kemarau dan hijau pada musim penghujan, sehingga hewan ini bisa berbaur dengan lumut dan kehijauan di sekitarnya, dan hanya tampak seperti sarang semut-semut putih atau tupai, atau sekedar seperti bagian dari sebatang pohon.

Sloth berjari tiga menjalani kehidupan vegetarian yang tenteram-damai, harmonis dengan alam sekitarnya. “Bibirnya senantiasa menyunggingkan senyum ramah,” Tirler (1966) melaporkan. Aku telah melihat sendiri senyuman itu. Aku bukan orang yang suka memproyeksikan sifat-sifat dan emosi-emosi manusia pada binatang, tapi selama bulan penelitianku di Brazil, saat memandangi sloth-sloth yang sedang santai itu, sering kali aku merasa seperti berhadapan dengan para yogi yang sedang bergelantungan dan bermeditasi, atau pertapa-pertapayang sedang khusyuk berdoa, sosok-sosok bijak yang menjalani kehidupan sangat imajinatif dan berada di luar jangkauan penlitian ilmiahku.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s