Chem-is-try

Kau tahu bahwa terkadang dalam suatu hubungan terlepas status mereka saat itu ketika mereka telah menemukan chemistry, maka chemistry itu akan terus ada menurutku. Pernahkah kau merasa, ” I have this chemistry with this person regardless of our relationship“.  Jika begitu, chemistry itu akan terus bertahan dalam periode relativitas yang berbeda-beda bagi setiap orang.

Nomor itu tak sengaja tertekan kembali. Satu buah nomor tersambung dengan nomor yang sudah lama tidak pernah disentuh lagi. Berhubung aplikasi whatsapp sekarang lebih oke dipakai selama teman-teman kita juga sama-sama menggunakannya, sms dan telepon jadi jarang digunakan olehnya. Sempat melamun atas ketidaksengajaan tersebut, ia terperanjat untuk segera mereject call tersebut sebelum nada sambung pertama berdering. Dalam sepersekian milisecond lamunan tersebut ia memikirkan masa lalunya. Lalu dengan mudahnya ia mengabaikan selentingan pikiran yang sempat lewat.

Mark Anthony meneruskan aktivitasnya. Audit data keuangan perusahaan tempat ia bekerja.  Dua belas lembar kertas yang perlu ia cek masih berserakan di atas meja yang terbuat dari rotan borneo. Ia mengetikkan beberapa kalimat yang mengklarifikasi data-data yang ada di monitor miliknya. Tik-tak-tik-tak.

Pukul 12 malam. Ia hendak membereskan dokumen-dokumen yang masih terbuka di monitornya. Kertas-kertas yang berserakan dua jam yang lalu sudah tertata rapi pada masing-masing mapnya. Matanya mulai tergoda oleh larutnya malam. Namun suara itu membuatnya kembali terjaga.

Ting Tung.

“Buzz.”

Matanya yang sudah menyipit kembali membundar seiring dengan kemunculan beberapa baris pada messaging box yang baru saja terbuka.

Hello, there. Have you slept yet? Working?”

knock.. knock..”

Buzz – again”

Mark yang sudah terjaga justru terdiam menatap box yang bergetar di dalam monitornya. Dengan cuek ia meresponnya.

yeah” – Mark

wow, up to this late? you’re really one of those hard worker, huh?” – Jane

not really, I’m just finishing this up” – Mark

“Hmm.. i see. How r u doin’ ” – Jane

good actually” – Mark

blah.. blah.. blah..

Oh dear, ini akan jadi percakapan panjang tak berujung yang nggak jelas seperti dulu. Chat sampai larut malam. Pikirnya dalam hati. Mark melanjutkan percakapan itu berusaha menjaga semuanya senetral mungkin. Ia sudah move on dari lawan chatnya beberapa bulan yang lalu. Kurang lazim memang menjaga hubungan pertemanan tersebut. Awkward. Mungkin ia terinspirasi oleh chemistry yang masih terpancar pada hubungan Robin dan Barney di How I Met Your Mother. May be?

Tidak perlu waktu lama bagi Mark untuk menyadari bahwa chat itu akan berakhir lama, sebelum ia menyudahinya sendiri.

Hey, sorry, get to go.” – Mark

ok” – Jane

“Good luck with your doings” – Mark

Thanks. Good Night” – Jane

Yeah, chemistry itu masih ada. Pikirnya. Bagaimana mungkin ia bisa tak sengaja menelpon nomor tersebut, memikirkan orang itu dalam sepersekian detik, dan dengan cepatnya sebelum nada sambung pertama berdering di mobile lawannya ia reject call itu, lalu dalam beberapa menit kemudian orang tersebut mengajaknya chat. Mereka bahkan sudah tak saling kontak cukup lama. Pernah pula suatu ketika ia terpikirkan orang itu, lalu saat itu pula nomor itu berdering. Lawan jenisnya pun mengakui demikian. Masih banyak kejadian kebetulan yang terus terjadi pada keduanya.

Life is random. But, what is the chances of that event happening in actual life?

Walau demikian masing-masing dari mereka sudah menemukan jalan ceritanya. Mark bekerja di salah satu perusahaan konsultan terkemuka di Chicago. Jane kini diangkat sebagai asisten profesor di universitas di kota yang berbeda. Mereka memutuskan untuk tak lagi bersama 9 tahun yang lalu.

Chemistry. Chemistry sendiri dalam term terkait hubungan antar manusia dapat diartikan sebagai ikatan tak tampak yang membuat pasangan tersebut klop, match, atau kompak. Mungkin bahasa lebaynya adalah bond. Kenapa mereka menyebutnya chemistry? Kukira hal itu disebabkan oleh perilaku sifat-sifat kimia yang menyerupai pola hubungan antar manusia.

Misalnya saja asam seperti Natrium/Sodium yang ternyata justru bisa klop dengan antimatter nya, unsur yang bersifat basa, seperti chlor untuk bisa bergabung menjadi garam (NaCl). Bukan berarti keseragaman bisa membuat suatu unsur dapat saling bersatu secara alamiah. Sebut saja Kalium (golongan alkali tanah) dan Magnesium (golongan II A). Keduanya sama-sama asam. Hanya karena mereka bersifat sama bukan berarti mereka dapat bisa bersatu. Tanpa chemistry yang alami, mereka akan menghasilkan suatu perpaduan hubungan yang berbahaya. Sebut saja NaK yang dikenal sebagai salah satu perpaduan yang berbahaya.

Hubungan manusia juga begitu. Terkadang walaupun sebuah pasangan sudah dengan komitmen akan mempertahankan hubungannya, kalau chemistry itu nggak ada biasanya akan dengan mudah terpercik benturan-benturan konflik. Salah satu chemistry yang paling alami dalam hubungan manusia adalah hubungan keluarga. Entah itu suami-istri, ibu-anak, dan lain-lain. Tapi itu adalah chemistry yang paling natural menurutku.

Lalu jika kau tak menemukan chemistry itu dengan orang itu, apakah kita harus menyerah begitu saja?

Ada permainan kata yang cukup menarik untuk kita pelajari maknanya : Chem-is-try

Aku punya dua teori tentang pepatah ini.

Teori pertama memiliki kondisi bahwa dua buah unsur memiliki konfigurasi yang memang klop. Sebut saja Natrium dan Chlorium. Dua insan kimiawi ini sama-sama punya ion dengan jumlah sama walau bertolak belakang. +1 dan -1. Mereka yang sudah klop memang mungkin cocok satu sama lainnya sejak pertama kali dipertemukan. Jadi tidak sulit untuk membentuk dan menikmati chemistry itu. Begitu pula untuk mempertahankannya.

Teori kedua memiliki kondisi yang berbanding terbalik dengan teori pertama. Konfigurasi unsur kimiawi kedua pasangan berbeda. Yang satu memiliki ion +2 sementara yang lainnya memiliki ion -1. Magnesium dan Phosphorus. Fosfor harus beradaptasi cukup lama untuk menduplikasi dirinya hingga ia mendapatkan dua ion membentuk MgF2. Fosfor terus mencoba dan mencoba untuk mendapatkan chemistry itu.

Kalau yang terjadi pada kau adalah teori pertama kukira itu bukan masalah. Bagaimana jika yang terjadi adalah teori yang kedua. Kalian memiliki konfigurasi yang berbeda. Jawabannya cuma satu. Seberapa jauh keduanya ingin mencoba membentuk chemistry itu.

Try, try, and try. Because chem-is-try.

Sambil berbaring di atas sofa putih bludru di kamarnya, Mark mengakhiri lamunannya.

Credits : Mark & Jane. FIN

6 pemikiran pada “Chem-is-try

    • Na+1 bisa join sama F-1, Cl-1, dst.. Secara alami Na yg mrupakan gol alkali tanah punya chemistry ke beberapa unsur gol 7A. It’s not about your fate, it’s about matchness

  1. Kemarin muncul lagi dong istilah chemistry itu di salah satu sms temenku.
    Katanya “rasa suka itu belum berubah jadi cinta karena chemistry nya belum muncul”
    Berarti sekarang tinggal bagaimana memunculkan chemistry itu, kalo kata dia sabar menunggu, kalo ikut cara kamu brarti ‘keep trying’. Nah bentuk ‘keep trying’ nya yang gimana sekarang.

    • Well kata kuncinya ada pada “keduanya” pada kalimat :
      “Jawabannya cuma satu. Seberapa jauh keduanya ingin mencoba membentuk chemistry itu.”
      Kalau keduanya sama-sama mau saling berbagi, saling menghargai, saling mencoba untuk berbuka satu sama lain, saling beradaptasi, saling coba mengerti, dan sekali lagi gw tekankan “kalau itu dilakukan oleh keduanya”…. semestinya chemistry itu muncul. Walaupun dalam kasus tertentu usaha gigih satu pihak bisa memaksa timbulnya chemistry, jarang banget sih. Contoh kasusnya gw pernah punya temen yg seperti itu dan gak berhasil menemukannya.

      Kalau satu pihak mengatakan chemistry itu belum muncul, menurut gw itu disebabkan oleh ada hal yang belum klop diantara keduanya – terutama dari pihak yang mengatakan itu. Contoh chemistry yang paling sederhana adalah ketika bercanda atau ngobrol. Ada pasangan yang kalau ngomong nyambung aja entah apapun topiknya. Ada juga pasangan yang bercandanya gak sealiran, ngobrolnya gak nyambung. Tapi selama keduanya masih mau keep trying, chemistry itu bisa terbentuk.

      imho

      btw, inti dari postingan ini sebenarnya lebih ke “kalau dua orang udah ada chemistry, chemistry itu biasanya terus bertahan walaupun entah mereka sudah putus atau bahkan gak pernah jadian”

    • itu isi di sini?

      iya, kan di kalimat pembuka gw juga bilang “yang akan bertahan dalam periode relatif tertentu bagi tiap-tiap orang”. Tapi yang namanya matchness kalo udah ketemu selama gak terjadi change of personality, rasanya akan bisa bertahan cukup lama deh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s