Thank you, Mr Fadel!

Saya bukan penggemar partai Golkar, saya bukan penggemar politik. Tapi saya penggemar perubahan yang lebih baik untuk negara ini. Maaf, jika saya sedikit sentimental atas pencopotan menteri favorit saya dalam 5 tahun terakhir.

Beberapa bulan yang lalu beliau datang ke Aula Barat di ITB untuk membawakan kuliah studi general 2 SKS memberikan pengetahuan kepada para mahasiswanya. Saya terkesan dengan beliau atas kinerja beliau yang kongkrit. Berbeda dengan tokoh/menteri lainnya yang juga diundang dalam kuliah ini, dengan tatapan dan ucapannya beliau yang dingin dia memaparkan kuliah itu dengan antusias dan memiliki agenda yang jelas, memberikan wawasan mengenai kondisi dan potensi bahari Indonesia. Saya sebagai mahasiswa yang hadir di tempat itu mendapatkan wawasan tentang potensi maritim di Indonesia. Sementara menteri/tokoh lain yang datang ke kuliah itu menurut saya tidak 100% memberikan kehadiran mereka di sana. Ada tokoh yang datang sekedar formalitas saja. Ada tokoh yang membawakan kuliah dengan pikiran mereka melayang entah dimana. Ada tokoh yang bahkan ngomong aja kurang jelas dan tegas. Ada pula tokoh yang memiliki agenda ganda dalam kuliah tersebut.

Sejak saat itu menteri ini saya jadikan favorit setelah Sri Mulyani. Dia adalah salah satu tokoh politik di Indonesia yang saya hormati. Beliau saya sejajarkan dengan Soekarno, Habibie, Sri Mulyani, dan SBY.

Sangat disayangkan SBY tidak mengungkapkan alasan mengapa Pak Fadel tidak dipertahankan. Saya pikir Pak Fadel memiliki visi maritim yang bagus yang tidak dimiliki oleh banyak orang di negara ini. Saya rasa dunia maritim Indonesia sangat merasa kehilangan beliau.

Salah satu program favorit saya adalah program minapolitan yang intinya adalah membangun warga bahari yang menyukai konsumsi perikanan dan meningkatakan produksi perikanan. Sebagai negara yang luas lautannya jauh lebih besar ketimbang daratan rasanya wajar jika program ini digiatkan. Saya disadarkan oleh beliau mengapa kita lebih suka daging ayam ketimbang daging ikan? Mengapa daging ikan di negara ini relatif mahal dan justru banyak kita import dari negara luar yang notabene merupakan ikan hasil curian dari wilayah perairan kita? Kenapa kita juga harus mengimport garam sementara budidaya garam di negara dengan wilayah laut yang relatif besar ini mudah dilakukan? Di lain sisi produk perikanan di berbagai sektor juga terus meningkat. Tindak tegas atas perilaku pencurian ikan di perbatasan negara juga lebih kongkrit dilakukan oleh kepengurusan kementrian pak Fadel.

Saya rasa Pak Fadel perlu diberi penjelasan mengapa ia dicopot. Apakah ia tidak efektif dan efisien dalam menjalankan tugasnya sebagai menteri kelautan dan perikanan? Apakah ia pernah menentang kebijakan/perintah SBY sampai segitunya ia harus dicopot? Apakah ia pernah melanggar hukum yang merusak citra SBY sampai ia harus dicopot? Atau ini ada akal-akalan politik antara SBY dan Ical (golkar)? Jangan bilang kalau pencopotan ini adalah pengocokan dadu semata.

Saya hanya prihatin atas lengsernya salah satu tokoh yang saya sukai. Sekali lagi maaf kalau saya sedikit sentimental soal beliau.

Related post : Fadel Muhammad

3 pemikiran pada “Thank you, Mr Fadel!

  1. Eh iya lho, beliau juga bagus sekali kinerjanya waktu jadi gubernur Gorontalo. Gorontalo yang hasil utamanya jagung, berhasil diberdayakan. Jagung Gorontalo sampe ke luar negeri. Sayang sekali, setelah dia jadi menteri, eh sekarang malah didepak begitu saja.😦 Pantas kok, kalo beliau kecewa dengan keputusan presiden ini.😐

  2. “menteri favorit saya dalam 5 tahun terakhir”?

    Bukannya beliau baru jadi menteri saat SBY menjabat presiden untuk kali kedua (tahun 2009)? Berarti baru 2 tahun dong harusnya. Sebelumnya, beliau menjabat sebagai Gubernur Gorontalo. CMIIW.

    Btw, lo rapel ky tulisan-tulisan lo, hehehe …😀

    • Mungkin lebih jelas kalau dibilang begini : “Dalam 5 tahun terakhir, menteri favorit saya adalah Mr Fadel”
      Menteri favorit gw periode 2001-2005 Sri Mulyani,
      Menteri favorit gw periode 2006-2010 s.d sekarang Fadel Muhammad,
      Iya, ngerti dia kan juga jelasin pas kuliah kalo dia baru menjabat setelah sukses menjadi gubernur Gorontalo. demikian penjelasan redaksi. Ah lo to, sok-sokan gak sepaham. Emang kalimatnya sebegitu ambigu ya?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s