Promises

B: Gimana?

A: Maaf, Saya sudah janji sama Allah nggak mau melakukan ini selama 4 tahun ke depan

B: Ok. Gpp ditunggu deh 4 tahun

A: Oke

Setelah diminta berhenti akhirnya saya menyerah sendiri dan merasa bodoh karena fakta-fakta yang terjadi selanjutnya. Beberapa waktu terlewati dan A melakukan itu di tahun ketiganya.  Cuma penasaran apakah A: dalam kondisi ini A lupa dengan janjinya dengan Sang Maha Pencipta, B: Dulu sebenarnya ia tidak janji seperti itu dan ingin menipu saya dengan janjinya yang sangat menyentuh hati, C: A hanya tidak peduli terhadap apapun selain dirinya sendiri. Saya sendiri nggak mau mengatakan bahwa A tidak punya integritas. Hanya kecewa saja.

Itu salah satu kisah tentang seseorang yang melakukan janji level berat. Saya sering memikirkan ini orang-orang sering dengan gampang melontarkan janji mereka. Mulai dari yang sangat ringan sampai yang membawa nama Allah. Apakah mereka yakin dengan apa yang mereka ucapkan untuk bisa mereka pertanggungjawabkan.

Contoh paling simpel :

A: Eh, jeng, ses, si anu gimana? Titip salam buat anu ya

B: Oke

Apakah B yakin ketika mengatakan Oke, ia secara nggak langsung berjanji menitipkan salam A kepada anu. Mungkin beberapa orang menganggap hal ini sepele, tapi menurut saya ini juga salah satu bentuk janji yang harus ditepati.

Ini sampel janji yang bobotnya cenderung berat :

Nazar

Mungkin bagi beberapa teman yang beragama Islam sering melakukan ini. Saya nazar mau puasa x hari kalau saya lulus ujian atau apapun itu. Ketika meniatkan nazar, apakah mereka sudah benar-benar yakin dan ingat apa yang mereka nazarkan. Ini hubungannya janji sama Sang Pencipta kita loh. Pastikan kalian memenuhi janji itu. Bahkan tetua saya sering bilang, “sudah jangan nazar puasa yang kamu belum pasti bisa memenuhinya, kalau mau nazar mending sedekah kepada orang yang kurang mampu saja selain relatif dilakukan dengan cepat, nazar kita juga bisa bermanfaat bagi orang lain”.

Sampel terakhir mungkin ingin menyinggung orang-orang yang berkuasa saat ini. Mereka melakukan sumpah di depan kitab suci mereka sebelum mereka dilantik menjadi para kepala negara. Apakah dengan sumpah itu mereka sudah membulatkan tekad untuk benar-benar bekerja demi bangsa ini tanpa merugikan bangsanya? Atau apakah mereka sudah siap menanggung resiko melakukan segala perbuatan terlarang (korupsi, penyogokan, dan lain-lain) terlepas sumpah yang telah mereka ucapkan?

Sekali lagi ini hanya rasa penasaran yang mengganjal. Nggak usah mikirin orang deh. Yuk menjaga integritas mulai dari diri sendiri. Untuk kebaikan kita sendiri juga sih.

Satu pemikiran pada “Promises

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s