Duet Monstercracker-Verminator

The Verminator

Saya begitu prihatin dengan nasib Arsenal musim ini, klub yang saya bela sejak mereka juara pada tahun 97/98 . Sederet era mulai jamannya Tony Adams, Dennis Bergkamp, Marc Overmars, Robert Pires, Patrick Viera, Thiery Henry, Cesc Fabregas, hingga Robin Van Persie. Saya juga menjadi saksi hidup tim “The Invincible Arsenal” Yang selama satu musim tidak pernah terkalahkan. Namun musim ini 2011/2012, tim ini begitu mengkhawatirkan.

Perhatian utama adalah Arsenal hanya membeli Gervinho sebagai pemain menjanjikan setelah mereka kehilangan Fabregas dan Nasri. Hal itu terjadi selama BPL baru saja dimulai. Kursi kepemimpinan Wenger mulai goyah, tapi dia tetep keukeuh dengan keputusannya menggunakan pemain muda. Game pertama melawan NewCastle berakhir imbang kacamata dengan catatan Gervinho dan Alex Song disuspend selama 3 pertandingan. Begitu pula ketika melawan tim berikutnya yang berakhir imbang. Match ketiga melawan liverpool belum membuat Wenger sadar. Kekalahan 2-0 atas Liverpool ditanggapi biasa saja oleh tim ini.

Adalah Alex Ferguson dan Manchester Unitednya yang menyelamatkan tim ini dari kehancuran. Tanpa Fabregas dan Nasri tim ini hanyalah kulit kacang tanpa ada isinya. Pembantaian besar-besaran MU atas Arsenal dengan skor 8-2 merupakan titik balik permainan Arsenal. Mungkin kalau MU hanya mengalahkan Arsenal dengan skor 1-0 atau 3-0 Wenger masih punya rasa percaya diri bahwa tim mudanya bisa bermain layaknya megabintang. Sekali lagi, terima kasih Ferguson telah menyadarkan Wenger. Wenger menekan panic button di dua hari sebelum bursa belanja ditutup. 4 pemain sekaligus didatangkan ke Emirates Stadium. Diawali dengan Andre Santos dan Mertesacker. Park Chu Yong secara mengejutkan dibajak Arsenal (yang bahkan telah melakukan cek medis dengan Lille yang sudah hampir menyepakati kontrak). Kemudian didatangkan lah dua gelandang berpengalaman Mikel Arteta dan Yossi Benayoun.

Para Gooners sudah sangat khawatir dengan duet bek maut Djorou-Koscielny yang sangat bodoh memberikan gol-gol nyaman bagi para striker lawan. Kedatangan lini belakang baru membuat sedikit rasa tenang bagi para pendukung Arsenal. Lini tengah juga mulai hidup seiring kehadiran Arteta dan Benayoun. Beberapa pemain suspended dan cedera juga mulai bisa bermain walaupun beberapa masih belum (Wilshere, Vermaelen, dll).

Efek paling signifikan dari belanja mendadak Arsenal adalah kehadiran Mertesacker. Bek tangguh tim nasional Jerman yang memiliki postur tinggi sehingga kuat dalam duel udara – yang merupakan salah satu titik lemah dari Arsenal selama ini. Melihat mertesacker main jadi teringat Thomas Vermaelen yang tampil ciamik sejak musim debutnya. Saking buasnya vermaelen (dengan mencetak banyak gol dari set pieces), ia sering kami sebut sebagai “The Verminator”. Jujur saya menyebutnya begitu karena perangainya yang dingin dalam bermain bola. Mungkin para gooners lain punya alasan lain untuk memanggilnya begitu. Saya rasa Vermaelen bisa cocok bermain dengan Mertesacker yang sangat kuat di udara. Koscielny? Ia bermain luar biasa bagus ketika ditandemkan dengan bek yang tangguh seperti Vermaelen. Tapi ia juga akan bermain sangat buruk ketika ditandemkan dengan bek yang cupu atau lemah.

Tidak sabar menunggu aksi duet bek The Verminator dan The Monstercracker di lapangan!!

Monstercracker

Satu pemikiran pada “Duet Monstercracker-Verminator

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s