Going from A to B

Going from A to B

Ini adalah salah satu lesson learned selama kuliah 4 tahun di ITB. Selama ini yang sering dipikirkan oleh kita ketika berada di titik A adalah kapan kita bisa sampai ke titik B. Kita selalu ingin cepat-cepat sampai ke titik itu, melupakan/mengabaikan/meremehkan segala persoalan yang kita lalui selama kita berjalan, berlari, ataupun melakukan superwarping ke titik B.

Saya baru menyadarinya bahwa hidup bukanlah untuk berada di titik B, tapi hidup adalah segala hal yang terjadi dari titik A ke titik B. Di bulan Ramadhan kemarin saya mendapatkan sedikit pelajaran mengenai ini. Betapa sulitnya mempertahankan 5 hari dengan awesome. Tapi Saya kagum, walaupun kecewa bahwa 5 day straight day awesome harus berakhir juga.

Contoh paling sederhana adalah ketika seseorang fanatik dengan satu hari dalam satu minggu. Misal orang yang sangat senang dengan malam minggu, atau hari minggu. Mereka menunggu hari itu sebegitunya hingga hari senin sampai jumat terlalui begitu saja tanpa ada rasa apapun. Begitu juga dengan saya yang sering menunggu hari sabtu dan minggu sehingga tanpa terasa hari senin sampai jumat terlalui begitu saja.

Contoh lainnya adalah ketika saya menunggu-nunggu suatu event yang ternyata event tersebut dibatalkan. Bayangkan waktu yang saya abaikan selama waktu janjian hingga waktu event itu yang saya abaikan dan ternyata titik B tersebut dibatalkan. Betapa hidup saya begitu banyak terbuang.

Satu bahaya dari hanya memikirkan titik B adalah bahwa Anda terkadang tidak sadar apa yang ingin Anda lakukan setelah Anda melalui titik B. Berbeda ketika Anda tidak memikirkan hal itu. Seandainya saja Anda menikmati perjalanan dari titik A ke titik B seharusnya banyak titik-titik B, baik itu point B besar maupun point B kecil, yang akan bermunculan. Life is not just one B point.

Stop worrying the future, your life is your present, just enjoy it.

2 pemikiran pada “Going from A to B

  1. emang yang namanya proses tu lebih penting ketimbang hasil akhir… menikmati proses akan membuat hasil akhir yang didapat akan terasa lebih nikmat. Walau hasil akhir yang didapat kurang sesuai harapan

  2. Setuju. Tapi ada beberapa aspek di kehidupan kita dimana hasil akhir juga penting. Kalau gagal terus, mungkin kita juga salah dalam menjalani proses itu.

    Well, yang penting menikmati proses dan berusaha maksimal untuk mencapai titik B dengan hasil yang baik.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s