tugas buat file sistem simulasi

Wah, ternyata dua tahun lalu, tepatnya 24 Desember 2009 pernah nulis ini selepas mengerjakan tugas membuat simulasi file sistem (FS), NTFS pada microsoft, EXT, dan lain-lain. Tapi rupanya postingan itu bukannya di post malah di save as draft. Daripada mubazir, mending di post sekarang aja ya.

————————————-

well, it’s time to redeem…

udah lama banget gak nulis. gini nih kalo blog dimana-mana dan diurusin semua, gak benerlah

Karena gw udah gak punya bahan, mari kita membahas tentang tugas besar kuliah Sistem Operasi gw?  Tugasnya itu ngebuat file sistem boong-boongan atau simulasinya aja. File sistem adalah sebuah metode untuk mengorganisasi atau mengatur file komputer beserta data yang terkandung didalamnya sehingga ada kemudahan untuk mengakses dan menyimpan file atau data tersebut(kata om wiki). Contohnya apa? hm.. kalo di windows misalnya DOS, FAT, dan yang terakhir NTFS, kalo di unix/linux extfs(journal file sistem), dan turunannya hingga extfs3.

Nah, karena itu tugas kelompok, pak ketu kelompok langsung membahas konsepnya.

Karena referensi tentang file system unix ada dimana-mana maka konsep file system kami mengikuti file system UNIX. File system dapat kita anggap sebagai suatu array yang sangaaat panjang dimana aray terbagi-bagi dalam beberapa blok. Begini, satu blok misalkan kita tentukan 1 MB(1024kB). Maka pengaksesan data akan per blok tersebut. Misalkan kita punya file teks berukuran sebesar 12 kB, maka tetap saja kita harus mengambil satu blok tersebut(1024 kB).

File System terbagi atas 5 main blockarea. block area ini terdiri dari beberapa blok. Ke 4 bagian ini memiliki fungsinya masing-masing:

  1. Superblock, bagian ini menjelaskan tentang file system ini. Misalkan nama filesystem, ukuran total, free space, alocated space, alamat fisik dari blockarea lain serta parameter-parameter lain yang menjadi ciri umum file system tersebut. Karena isi dari superblock hanya berupa informasi saja(dan tentu sangat penting) sehingga ukuran dari semua informasi ini relatif kecil. Kita bisa beri dia dengan 1 block saja(1MB untuk superblock). Sementara untuk areablock yang lain relatif berukuran besar.
  2. Inode Map, ini adalah bagian blok-blok yang tiap bitnya merupakan flag apakah inode yang diwakilinya free atau tidak.
  3. Inode Block, setiap inode mewakili INFORMASI dari file atau folder. File dapat berupa lagu, dokumen, gambar, dan lain-lain. Sementara folder adalah suatu daerah lojik dimana kita dapat menyimpan file atau folder di dalamnya. Pada saat awal tentunya minimal file system memiliki satu buah inode, yakni inode root.
  4. Datamap, hampir mirip dengan inode map sebagai flag penanda namun yang ditandai bukannya inode tapi blok data. Apakah blok data yang diwakili satu bit dari datamap sudah terisi atau belum.
  5. Datablock. Inilah tempat file anda disimpan. Misalkan anda ingin menyimpan file mp3 berukuran 4,5 MB yang artinya berukuran 4608 kB, sementara 1 blok tadi ditentukan misalnya 1024 kB. maka file mp3 milik Anda akan disimpan ke beberapa blok dipisahkan secara bit per bit. 1024 pertama ke blok data pertama, 1024 kedua ke blok data kedua, 1024 ketiga ke blok data ketiga, 1024 keempat ke blok data ke-4, dan terakhir 512 kB akan tersimpan di blok data kelima. Terserah apakah Anda akan menentukan penyimpanan secara kontigu(berurutan) atau dapat berupa link(menggunakan pointer dari satu blok ke blok lain) jadi tidak perlu memampatkan blok-blok yang kosong.

ENAFF!!

udahan dulu yah.. kira2 konsep dari file system gitu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s