How nation gain their territory?

Europe Map

Menarik juga melihat sejarah bagaimana suatu negara mengklaim wilayah negaranya. Kenapa wilayah suatu negara bentuknya seperti ini, seperti itu dan lain sebagainya. Mungkin bagi negeri kita, Indonesia, tidak begitu banyak pertanyaan yang muncul akibat pola geografis negara kita. Kepulauan.

Pernah terpikir oleh kalian tidak sih, saat Soekarno memproklamirkan kemerdekaan kita punya wilayah negara mana saja? Setahu saya saat 17 Agustus tahun 1945, wilayah Indonesia mungkin hanya di tempat proklamasi saja ya. Syarat membentuk negara kan ada dua jenis. Jenis yang pertama secara internal memiliki wilayah, penduduk, dan x. Sementara itu secara eksternal harus diakui oleh negara lain. Untuk urusan wilayah mungkin RI masih belum jelas wilayahnya, bahkan saat agresi militer Belanda, wilayah Indonesia sempat hanya Yogyakarta saja. Tapi lambat laun seiring dengan serangan umum satu maret oleh komando Jendral Sudirman, kita diakui dan berangsur mendapatkan kejelasan wilayah. Sumatra, Jawa, Sulawesi, dan pulau-pulau kecil cukup jelas. Untuk Irian dan Timor jelas belum milik kita karena belum dibebaskan saat itu. Lalu kenapa Kalimantan terbagi dua? Kenapa tidak seluruhnya jadi milik Indonesia, atau sebaliknya seluruh bagian milik Malaysia?

Itu satu hal.

Kebanyakan wilayah negara memiliki batas negara berupa kondisi geografis. Misalnya pegunungan, sungai, danau, laut, dan lain-lain. Untuk batas negara seperti ini cukup mengerti untuk dijelaskan. Bagaimana dengan wilayah negara yang tidak memiliki kontur geografis yang cukup bisa membedakan. Bagaimana mereka mendapatkan daerah itu. Sebut saja eropa, kenapa terbentuk banyak sekali negara sementara itu di daerah Asia dan Amerika banyak negara yang memiliki wilayah sangat luas. Bagaimana menandai batas negara itu? dengan pagar yang tinggi menjulang seperti Tembok Berlin atau Tembok Besar China?

Satu negara yang saya paham bagaimana mereka mendapatkan wilayahnya adalah Israel. Well, mungkin kalian sudah sering membacanya di ulasan bagaimana Israel menuntut Jerman atas tindakan “Holocaust” yang belum dibuktikan keberadaannya, kemudian mereka mendapatkan sedikit tempat di daerah Palestine, kemudian tahun demi tahun mencaplok daerah Palestine hingga akhirnya justru Palestina yang memiliki wilayah lebih kecil. Ibukota mereka pun seolah tergusur dengan terbangunnya Jerussalem. Dan untuk kasus ini saya paham bagaimana bentuk batas negaranya. Tembok / kawat berduri.

Masih banyak yang ingin saya tanyakan seputar batas wilayah suatu negara seperti Irian-Papua Nugini. Kalau dilihat dipeta batas negaranya seperti garis vertikal dengan sedikit cekungan ditengahnya. Apa sebenarnya cekungan itu? Kita nggak bisa tahu semuanya, tapi sangat menarik untuk bisa mempelajari sejarah-sejarah itu.

Maybe next time😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s