Kisah FBI yang salah

Seringkali cerita-cerita mengisahkan tentang drama atau film misteri kriminal yang berhubungan dengan detektif atau polisi. Beberapa diantara cerita itu terkadang suka mengkait-kaitkan organisasi mereka dengan FBI (Federal Bureau Investigation) – Salah satu agensi investigasi di Amerika. Setelah melihat cerita-cerita yang memang benar-benar menyorot tentang FBI, pandangan orang tentang kinerja FBI sebenarnya suka salah kaprah. Kebanyakan kisah FBI yang salah kaprah itu biasanya cerita-cerita drama timur.

Contoh paling klise adalah cerita komik Detektif Conan. Pada beberapa chapternya mengisahkan bagaimana FBI berkolaborasi dengan Shinichi Kudo untuk berduel dengan organisasi kejahatan berjubah hitam. Contoh lainnya adalah *lagi-lagi* komik Death Note. Di komik itu dulu diceritakan bahwa kira terlibat dengan FBI dalam satu dua event.  Adapula film komedi korea *lupa namanya* yang melibatkan FBI juga di sana.  Bagaimana mungkin ada FBI yang menginvestigasi sampai ke Jepang ataupun di tempat-tempat itu?

Kenapa perlu ada FBI di Amerika?

Mungkin sebagian dari kalian udah tahu kalau di Amerika ada istilah clearence. Clearence dapat dijelaskan sebagai suatu hak bagi pihak tertentu (individu/organisasi) di Amerika yang dapat mengetahui informasi-informasi dalam level-level tertentu. Salah satu pihak yang punya level clearence tinggi adalah Presiden Amerika Serikat. Sebagai presiden ia punya wewenang untuk mengetahui informasi-informasi tertentu yang mungkin banyak tidak diketahui oleh publik. Pihak yang memiliki clearence lebih rendah tidak dapat meminta info tersebut kepada pihak dengan clearence lebih tinggi. Tingkat Clearence juga mempengaruhi hak-hak khusus. Misalnya clearence semakin tinggi dapat melakukan penyamaran (under cover) yang semakin canggih seperti membuat identitas palsu yang sangat real.

Amerika serikat terdiri dari banyak State, yang dapat dianalogikan sebagai provinsi, tapi tidak juga. State memiliki sistem pemerintahan dan otoritas sendiri-sendiri. Sementara pemerintahan Amerika Serikat pusat di Washington lebih sering dikenal sebagai Night Watch pengawas) bagi state-statenya. Itulah sebabnya Amerika Serikat disebut dengan United “State” of America. Mungkin kalau dulu Indonesia saat masa agresi militer Belanda, Indonesia tetap dalam bentuk RIS (Republik Indonesia Serikat), kita akan punya sistem seperti Amerika.

Oke, lalu apa kaitan Clearance dan State?

Kalau ada suatu kasus kriminal dalam state tertentu biasanya akan ditindak oleh kepolisian state setempat. Lalu kemudian ditindaklanjuti oleh prosecutor (jaksa penuntut). Pelaku kriminal mendapatkan perlindungan dari lawyer (pengacara), kemudian berdasarkan evidence (bukti-bukti) yang ada diputuskan oleh judge (hakim). Persoalannya adalah kepolisian setempat tidak boleh mencampuri urusan kepolisian state lain. Suka dengar NYPD kan, itu berarti departemen kepolisian untuk state New York, dan lain sebagainya. Masing-masing kepolisian state ini memiliki clearance yang sama.

Nah, bagaimana kalau seandainya terdapat pelaku kriminal yang tidak bisa dipecahkan hanya dalam satu state saja. Misalnya kasus jaringan narkoba, atau kasus kriminal yang terjadi di beberapa state. Nah FBI memiliki wewenang ini. Boleh dibilang FBI berada di atas para polisi ini. Mereka boleh melakukan investigasi melintasi berbagai state. Dan kalau “Fed” sudah turun tangan, para polisi state yang diminta keterangan wajib untuk memberikan informasinya. FBI bahkan bisa mengambil alih kasus kepolisian state setempat.

Lalu gimana ceritanya FBI bisa ke Jepang? Kalau mereka menggunakan konteks “Interpol” mungkin lebih masuk akal. Well, memang FBI memiliki daya tarik tersendiri bagi kisah-kisah misteri. Ada pengaruh dari kisah FBI fenomenal era 1990-2000-an, The X-Files, nampaknya. So, saran saya : Kalau cerita Anda bukan fantasi/khayalan tolong melakukan riset tentang fakta yang ingin diangkat terlebih dahulu kalau cerita Anda tidak mau diolok-olok mereka yang mengerti fakta tersebut. Refer : Dan Brown – Semua Novelnya, Oda – One Piece (Bahkan One Piece yang khayalan pun membuat fantasinya dengan riset).

3 pemikiran pada “Kisah FBI yang salah

  1. Oooh ternyata begitu.😀

    Ada dua hal yang jadi pertanyaan saya.

    1. Di film “Transformers” (saya lupa yang kedua apa yang pertama) diceritakan sang presiden Amerika tak mengetahui fasilitas rahasia penelitian cube yang dimiliki negaranya sendiri. Saya ingat sekali bagaimana terkejutnya si presiden begitu mengetahui ada hal yang dirahasiakan dari dirinya.
    Gimana nih? Kok bisa terjadi hal yang seperti ini?:mrgreen: Katanya presiden memiliki clearance tinggi?

    2. Di film “The Dark Knight” ada istilah DA atau district Attorney. Apa bedanya dengan prosecutor (jaksa)?😀

  2. well, well,
    1. presiden emang punya clearance paling tinggi, jadi doi wajib memberikan informasi jika dia bertanya tentang hal tersebut. bukan berarti kita gak bisa main belakang proyek rahasia asal gak ketauan. Nah, kalo ketahuan dan presiden meminta informasi tersebut, mereka terpaksa harus ngejawab. Makanya kalo di film2 action fiksi seperti trilogy bourne (identity, supremacy, ultimatum), begitu proyek mereka gagal, supaya proyek itu gak dibongkar, langung dihilangkan semua bukti-buktinya. Yah, semua sistem serapi dan seketat apapun pasti selalu ada celahnya.

    2. sama aja rasanya, cuma masalah term. Kalau mau dibandingkan pertanyaan yang benar adalah apa bedanya antara District Attorney (DA), Assistant District Attorney (ADA), dan Deputy Attorney. Ketiganya merupakan prosecutor. Di suatu wilayah (city, country, state, dll) hanya ada satu DA, satu ADA, dan dapat memiliki beberapa deputy. Secara garis tanggung jawab, DA paling tinggi, ADA dibawah DA, dan deputy berada di paling bawah.

    DA boleh dibilang sebagai kepala jaksa, sementara ADA adalah orang yang menyelesaikan kasus dalam arahan DA, dan ADA boleh kita sebut sebagai eselon kedua. Nah kalo deputy biasanya menyelesaikan kasus-kasus legal yang lebih umum, kita bisa sebut sebagai eselon ketiga

    CMIIW

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s