Jangan stalking dong!

Ada dua cewek yang saya kenal pernah curhat seperti ini ke saya.

Tahu nggak sih, rupanya orang itu suka stalking-stalking fb gue.

Eh, lo tahu dari mana, stalking FB/twitter gue ya.

Wah, ternyata dia orangnya stalker. **** lah

Dan lain lain.

Sebanarnya saya heran sama orang yang marah dan bilang “stalker” sama orang yg lihat feed fb/tweeter mereka. Saya bingung aja yang salah sebenarnya si kaum “stalker” ini atau yang marah-marah? Sebenarnya kalau kita risih kita kan sudah diberikan fasilitas oleh media social network pada umumnya untuk memproteksi konten kita.

Sebut saja Faceboo* (FB). Kalau kamu-kamu-dan-kamu nggak mau dilihat kontennya sama orang lain ada dua alternatif :

  1. Lakukan setting privasi pada postingan, foto, video, dan konten FB kamu.
  2. Jangan add temen yang jelas-jelas gak baik atau bahkan gak dikenal.

Gimana dengan Twitte*? Well, kita bisa melakukan proteksi dengan setting privacy. Jadinya kalau orang mau follow kita, harus dengan perizinan kita dulu. Sama seperti Media Social Plurk* yang juga dapat disetting konfigurasi privacynya.

Yang namanya terjun ke dunia maya, kalau kita nggak melakukan proteksi terhadap konten kita terhadap orang lain, jangan salahkan mereka yang menikmati informasi yang kita berikan. Saya sendiri tidak pernah menyalahkan salah seorang teman saya yang hobi “mengumpulkan” database cewek-cewek di FB (refer : m***). Itu hak dia, lol, no offense. Dalam kasus ini sang cewek harusnya lah yang pintar selektif, dan siap menerima konsekuensi menerima pertemanan dari orang-orang yang tidak mereka kenal. Ini yang sering pak budi raharjo bilang dengan istilah SOCIAL ENGINEERING.

Social Engineering

Kuncinya WYSIWYG. Apa yang kalian beri, itu yang mereka lihat. Apa yang kalian sembunyikan, itu yang mereka tidak bisa lihat. So jangan salahin orang-orang itu. Mereka hanyalah penikmat. Kita sendiri yang harus menjaga diri kita.

Haha, ceileh. Demikian alkisah dari saya hari ini.

5 pemikiran pada “Jangan stalking dong!

  1. hak hak hak.. lah kan udah gua bilang, gua tidak menyalahkan oknum M*ru untuk berbuat hal itu, karena itu memang haknya. Sejauh ini saya tidak tahu menahu apakah oknum d**** pernah melakukan kegiatan stalking menstalking.

  2. Jujur saja, saya pernah men-stalking orang. Melihat foto2nya, dan saya rasa itu wajar. Wajar, karena namanya saja jejaring sosial, tentu ada bagian2 yang bisa untuk umum atau hanya untuk pribadi. Jika ingin mem-pribadikan akun jejaring sosial, silakan saja atur sendiri. “Di saat Anda tidak mem-private foto2 Anda, saya artikan Anda membolehkan saya melihat-lihat foto2 saya.” Gitulah kasarannya.:mrgreen:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s