plus Google+

Satu lagi social network yang sepertinya akan menambah pundi-pundi Social network kita ke depannya. Nampaknya sejak dirilis sekitar bulan Juli lalu google plus, salah satu usaha merebut pasar social network milik Google, mereka langsung merebut hati para penggemarnya. Bayangkan saja dalam 16 hari jumlah usernya sudah setara dengan twitter dan facebook yang notabene baru mencapai titik ini dalam kurun waktu yang relatif lama.

Progress G+

Menarik untuk menilik bagaimana para Social network ini menyiasati perkembangan mereka. Berikut saya coba analisis beberapa strategi THE FOUNDER, sang pencetus, or whatever you want to say it

Strategi Facebook

Strategi ini kalau dilihat dalam film Social Network sangat menarik karena saat itu belum ada atau sedikit yang menggunakan strategi ini. Setelah kita bergabung ke facebook, sang user akan secara tidak langsung memberikan ajakan untuk bergabung dengan facebook via email ke seluruh teman yang ada di dalam contact list email kita. Tidak heran jika dalam kurun waktu singkat seperti efek rantai perkembangan jumlah user mereka meningkat secara eksponensial.

Penggunaan konsep strategi “I’ll send you email if you are my friend” sekarang sudah bukan hal yang aneh lagi. Hampir semua social network, blog, dan beberapa jenis situs lainnya menggunakan metode yang sama sebagai sarana promosi menggaet user. Walau sangat bagus demi perkembangan sang social network tetapi tidak bisa dipungkiri strategi itu tidak akan bertahan lama. Orang yang sudah bosan melihat notifikasi invitasi seperti ini di email akan segera bosan untuk kembali “tertipu” ajakan mereka.

So kesimpulannya, facebook mengeksploitasi contact list email sang user untuk menduplikasi volume user mereka. Dan, sebagai pihak pertama yang menggunakan konsep ini sehingga banyak user yang terjaring di dalamnya, saya mengucapkan selamat kepada facebook.

Strategi Twitter

Saya menyebutnya demikian karena yang cukup saya ingat Twitterlah yang pertama kali menggunakan konsep ini. The Founder of…

follow me, baby…

Yes. And you can follow me, so follow me back ; )

Jenis mengikuti-diikuti ini cukup menarik karena setelahnya banyak media sosial lain yang menirunya. Walau konsep ini menarik sebenarnya bukan konsep ini yang membuat user terjaring dengan volume yang sangat banyak. Ini hanya salah satu konsep yang menunjang konsep lainnya :

I think he/she know you

Selain menggunakan strategi facebook “kirim imel”, Twitter juga menggunakan konsep suggestion friend. Ketika user berada dalam homepage twitter, terdapat satu bagian kolom di sana yang menampilkan suggestion kemungkinan bahwa Anda mengenal mereka. Hal ini menyebabkan link antar user dengan cepat akan terjalin menjadi jaringan pertemanan yang sangat kuat. Jadi, Twitter mengeksploitasi algoritma keterkaitan user dengan lainnya.

Seperti biasa tidak bertahan lama para peniru dan para pengadopsi, bahkan termasuk facebook, mengikuti konsep ini. So, just follow me, baby!

Strategi Google+

Walaupun tampilannya sangat mirip dengan facebook, namun yang patut kita soroti adalah bagaimana cara ia menggaet pasar. Saya sebut strategi google+ ini dengan nama :

Sorry, We already have those users, so basically we just convert them into our people’s people

Google memiliki basis segalanya yang cukup kuat. Sebut. Search Engine nomor satu. Web Service berlimpah yang cukup reliable. Data pribadi user yang cukup banyak. “Black backbone” yang kuat (konon katanya google sedang/telah membangun suatu jaringan sendiri yang kuat di berbagai penjuru dunia). Terakhir mencoba menggusur beberapa email konvensional yang sudah ada dari dulu, hotmail, yahoo, dll.

Berbeda dengan Facebook yang memulai bisnis ini tanpa background apapun, Google dengan dukungan semua itu menganggap bahwa tidak ada salahnya mengajak semua user mereka untuk mencicipi Social Network buatan mereka. Google +. Strategi ini dibungkus oleh beberapa konsep pemasaran seperti, “sorry, this is still beta, so the member still invitation only” yang membuat orang penasaran, kemudian dibungkus dengan strategi Circle Friend. Cara mengundang teman kita adalah dengan memasukkan teman kita yang sudah berada dalam contact list ke dalam feature circle friend.

Sebenarnya strategi ini tidak terlalu original sih, saya nggak tahu siapa yang duluan, tapi rasanya Yahoo! sudah melihat potensi strategi ini lebih dulu dengan mini-blog socialnya, Meme atau kalo versi Indonesianya Mim. Kalau dalam serial The Big Bang Theory meme memiliki makna “bersosial”.

Tapi pembungkusan konsep Circle Friend oleh Google+ lebih booming ketimbang memenya yahoo. Sekali lagi, sebagus apapun konsepnya jika tidak dikemas secara menarik orang akan cenderung lebih meimilih penampilan yang terbaik.

2 pemikiran pada “plus Google+

  1. makanya begitu udah lewat beberapa pekan google+ pertumbuhannya mulai ngedrop. Soalnya sejauh ini facebook ~ g+. G+ Harus cari feature social network yang lain dengan yang lain.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s