Djarum Indonesia Open 2011

Agak basi nih ceritanya tapi apa boleh buat, lupa mendokumentasikan perjalanan kami nonton badminton djarum Indonesia Open 2011.

Juli kemarin saya bersama dua orang rekan, dhito dan prasetya sudah merencanakan dari jauh hari mau nonton Kejuaran badminton superseries yang diadakan setahun sekali ini. Rencananya kita akan berangkat dari bandung pagi hari dan langsung pulang sorenya. Mungkin postingan ini bisa dipelajari bagi kalian yang ingin tahu rute ke stadion Gelora bung karno (GBK) / Senayan dari Bandung (via naik kereta dari stasiun Bandung ke stasiun Gambir + Busway) entah itu mau nonton sepakbola di GBK, mau nonton badminton/ seminar di Senayan tahun depan, dan urusan lain-lainnya.

How to get there?

Perjalanan kita mulai dari Bandung. Tips baik dari saya, Walaupun Bandung-Jakarta dekat jangan harap kalian dapat tiket pada H-1/H-2, terutama kalau kalian pesen tiketnya untuk weekend. Percaya deh, orang hilir mudik Bandung-Jakarta relatif banyak. Alhasil karena kami tidak menuruti tips ini, kami kebagian beli tiket berdiri dengan harga yang sama, Rp. 30.ooo. Wew, bukan? Kecuali kalian ingin pesan tiket VIP itu lain cerita.

Cerita tentang kereta ini agak unik. Baru tahu kalau dalam suatu lintasan kereta diberikan satu buah gerbong yang kosong di paling ujung. Beberapa penumpang yang dapat tiket berdiri seperti kami agak kesal dibuatnya. Satu gerbong panjang dibiarkan kosong begitu saja. Kami akhirnya membeli koran untuk duduk di emperan gerbong. Sesampai di bekasi beberapa orang lantas turun dan kami bisa mengambil jatah kursi mereka.

Berangkat dari stasiun Bandung sekitar pukul 7, sampai di Gambir sekitar pukul 11. Bagi kalian yang gak ingin lihat monas dan ingin segera menuju Senayan ikuti jalur Busway berikut. Di gambir tuh ada dua pemberhentian Busway : Dari arah harmoni (gambir 2, lihat gambar di bawah), dan Ke arah Harmoni (Gambir 1. lihat gambar di bawah).

Rute Busway Gambir - Senayan, perhatikan panah pada jalur biru

Warna jalur merepresentasikan warna bus. Jadi harap diperhatikan ya. Setiap orang dewasa cukup membayar Rp.3500 saja. Itu sudah termasuk kalau kita pindah-pindah jalur. Kalau pindah jalur selama kita belum keluar dari terminalnya kita nggak perlu bayar lagi.

Kalau Berangkatnya kita bisa mengikuti jalur berikut :

(Jalur biru, naik bis biru)

  • Gambir1
  • Istiqlal
  • Harmoni
(Pindah ke jalur merah, naik bis merah ke arah blok M)
  • Harmoni
  • Monas
  • Bank Indonesia
  • Sarinah
  • Bunderan HI
  • Tosari
  • Dukuh Atas
  • Setiabudi
  • Karet
  • Bendungan Hilir
  • Semanggi
  • Polda Metro Jaya
  • Gelora Bung Karno

Pulangnya sebenarnya kebalikannya :

(Naik dari GBK ke jalur merah, naik bis merah ke arah monas)
  • Gelora Bung Karno
  • Polda Metro Jaya
  • Semanggi
  • Bendungan Hilir
  • Karet
  • Setiabudi
  • Dukuh Atas
  • Tosari
  • Bunderan HI
  • Sarinah
  • Bank Indonesia
  • Monas
  • Harmoni

(Pindah ke Jalur biru di harmoni, naik bis biru)

  • Harmoni
  • Balai Kota
  • Gambir 2

Pulangnya pasti ada yang ngerasa heran, kenapa kita harus lewatin terminal monas dua kali. Kenapa nggak turun di terminal monas aja, trus pindah ke jalur birunya di Monas? Karena ternyata bis biru nggak berhenti di terminal monas, makanya kita harus tetep ke harmoni.

Kalau sudah sampai gerbang GBK kita kemana?

Oke itu tentang jalur buswaynya ya. Sekarang bagaimana kalau kita udah di depan gerbang Gelora Bung Karno nih. Lihat layout senayan di bawah ya.

Layout senayan. How to get yourself to istora?

Paham dong ya. Setelah sampai di gambir, naik busway pakai jalur yang udah dijelaskan di atas, kita turun di terminal Gelora Bung Karno. Terminal ditunjukkan dengan nomor 1. Abis itu jalan dikit sampai ke gerbang GBK yang lumayan gede (nomor 2). Kalau disitu kelihatannya deket percaya deh jalan dari nomor 2 ke nomor 3 tuh lumayan jauh. Di perempatan akan terlihat bundaran, kita kalau mau ke istora belok kanan ke arah nomor 4, tapi bagi kalian yang emang mau ke Stadion tinggal lurus aja.

Setelah asik foto-foto di spot nomor 2, nomor 3, dan nomor 4, kita langsung menukarkan tiket yang udah dipesen online. Lumayan pesen online diskon 10%, 5 ribuan kalo gak salah. Bagi mahasiswa duit segitu bisa beli nasi, telur, sayur haha.

Tentang layout istoronya sendiri penjelasannya seperti pada legenda di atas. Warna hijau adalah arena badmintonnya. Warna kuning menunjukkan area tempat duduk kelas 2, pintu masuknya berada di ujung-ujung istora lantai 2. Kelas 1 ditandai dengan area warna oranye, pintu masuknya ada di lantai 2 setiap tengah sisi. kelas VIP masuk dari lantai bawah ditandai dengan area warna biru.

Referensi tiket online Djarum Indonesia Open 2011 juli kemarin :

Babak sebelum semifinal

  • Tiket Kelas 2, Rp 25.000 (online), Rp 30.000 (on the spot)
  • Tiket Kelas 1, Rp 45.000 (online), Rp 50.ooo (on the spot)
  • Tiket VIP, Rp 90.000 (online), Rp 100.000 (on the spot)

Babak Semifinal atau Final

  • Tiket Kelas 2, Rp 45.000 (online), Rp 50.000 (on the spot)
  • Tiket Kelas 1, Rp 90.000 (online), Rp 100.ooo (on the spot)
  • Tiket VIP, Lupa, nggak mikirin  :p 150 ribu ato 200 ribu kalo gak salah, versi onlinenya tinggal diskon 10 % aja

Setelah ngelihat on the spot kaya apa, kalian harus mempertimbangkan pelajaran yang kami dapat. Belilah tiket online! Alasan pertama kita nggak perlu ngantri semales itu. Kedua, belum tentu dapet tiket, ujung-ujungnya…. calo.

Ada beberapa pelajaran yang bisa kalian petik dari perjalanan nonton badminton kami :

  1. Kalau di Djarum Indonesia Open kita nggak boleh bawa makanan dan minuman ke dalam senayan, kecuali nggak ketahuan kaya gue hahahaha. Tas diperiksa, maka pintar-pintarlah menumpuk makanan atau minuman di dalam tas. Tapi kalau terpaksa kita bisa jajan waktu jeda pertandingan atau kapanpun kalian mau sih.
  2. Kalau mau mendukung Taufik Hidayat cs dengan beli alat pukul-pukul, jangan beli balon pukul sama penjaja di luar! Soalnya ternyata sama panitia djarum Indonesia Open kita dikasih cuma-cuma asalkan kita punya tiketnya.
  3. Belilah minum semakin jauh dari pintu masuk. Beli aqua di gerbang istora 4000 rupiah. Beli aqua di depan pintu istora 5000 rupiah. waaaoow.
  4. Mengingatkan bahwa beli esnya es teler 77 versi food court di Istora Senayan, no offense, porsinya jaaaaauuuh lebih sedikit dari es teler yang di food court.
  5. Mushola Istora Senayan (dalam event Indonesia Open khususnya) ada di lantai bawah, cuma ada satu, tempatnya bagus dan cukup nyaman.
  6. Jangan malu buat tereak, “EN-DO-NE-SYA…” prok prok.. prok prok.. prok..
Hohoho, sekian reportase dari senayan😀
NB. Nggak ada foto nggak rame…

Wah ada presenter trans 7 yang suka bawain berita jam 6 pagi

Lee chong wei vs Peter Hoeg Gade

4 pemikiran pada “Djarum Indonesia Open 2011

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s