Moko Daweung

Beberapa hari lalu tepatnya tanggal 16 Juni 2011, kami anak backpacker EL-IF main ke moko daweung buat ngelihat gerhana bulan, konon katanya bulannya waktu gerhana bisa merah gitu. Setelah direncanakan secara mendadak disepakati sekitar 13 orang dengan 8 motor pergi ke warung daweung, satu-satunya warung yang berada di titik yang konon paling tinggi di seluruh Bandung.

Bagaimana cara menuju Moko Daweung?

Waktu dicek pakai apps android si Neo (nyombong katanya haha) titik Moko Daweung berada pada ketinggian 1400-an meter. Dari warung itu kita bisa melihat seluruh view kota bandung mulai dari jembatan pasopati, bandara Husein, Gedung Sate, dan lain-lain (gak bisa mengidentifikasi semua bangunannya malam itu). Untuk ke tempat ini kita dapat mengikuti petunjuk berikut. Kalau kamu berangkat dari arah dago, masuk ke jalan Suci ke arah timur. Ikuti jalan utama sampai ketemu pertigaan yang kalau belok kiri ada petunjuk “Padasuka, Cimenyan”. Setelah masuk pertigaan itu kira-kira perjalanan akan ditempuh sekitar 40 menit. Setelah bertemu dengan dua buah gapura jalan akan mulai semakin menanjak dan akan bertemu dengan sederetan warung yang juga memiliki spot lumayan bagus (seperti di punclut). Spot ini juga bagus untuk dilihat pemandangannya. Tapi destinasi kita adalah moko daweung. Setelah deretan warung di pinggir bukit, kita akan menemukan dua buah gapura lain. Jalan juga semakin jelek. Setelah total dari awal pertigaan bertemu 4 buah gapura, akan ditemukan pertigaan yang kalau belok kiri jalannya menanjak dan berbatu dengan petunjuk “Warung Daweung”.

Tentang Moko Daweung

Kalau yang ane baca di referensi-referensi sebelum berangkat sih katanya spot Moko Daweung ini cocok buat pacaran. LOL. Tapi setelah kemarin kesana rasanya ada satu catatan yang harus ditambahkan pada referensi-referensi itu: “Kendaraan sang pacar harus kuat nanjak”. Gelo aja tanjakannya ngeri banget. Satu lagi catatan : “Isi tangki bensin Anda sampai penuh”. Menggunakan supra vit cuma untuk naiknya menghabiskan seperempat bar.

Lunar Eclipse View [Fail]

Ah, hari itu agenda ke Moko Daweung gak sekedar lihat pemandangan Bandung tapi mau melihat gerhana bulan yang katanya tampak dari tanggal 16 Juni dini hari sampai 4 hari berturut-turut. Untuk menunggu jam 1 dini hari kita habiskan buat ngobrol dan lebih banyak dengan main kartu. Dua tenda lesehan telah dikuasai. Jam 12 malam kabut begitu tebal. Gelap. Kota Bandung aja sempat gak kelihatan apa-apa.

Jam 1 gerhana mulai terjadi. Jam 2 dini hari gerhana sudah 3/4. Tiba-tiba kabut hilang begitu saja. Seluruh lampu kota Bandung tampak jelas malam itu. Begitupula gerhana bulan  yang sudah mencapai 7/8. Tampak dari pinggiran bulan sudah memancarkan kemerahannya.  Karena gerhana, langit menjadi gelap, dan efeknya bintang-bintang juga terlihat cukup keren.

Fail Part

Dua menit menjelang gerhana bulan total nggak cincin sih nampaknya tapi cukup keren. Jiwo yang kameranya “sanggup” mengcapture bulan udah siap diatas tripodnya. Jeng jerejenggggg!!!

Ealah, tiba-tiba mendung. Selama satu jam awan menutupi gerhana bulan yang udah full eclipse. Padahal nggak ada kabut sama sekali yang membuat pendaran cahaya kota terlihat begitu oke. Again, and again, alasan kita ke tempat ini buat lihat gerhana bulan total, red moon #Eaa

Singkat cerita jam 3 lewat kita memutuskan pulang. Dan begitu kita pulang awannya sempat hilang sebentar dan tampaklah red moon sekitar jam 3 lewat. Tapi dari kita semua udah nggak ada yang niat buat motoin gerhananya. Teuing lah. End of story

6 pemikiran pada “Moko Daweung

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s