Badminton 21 point rules

Hm.. kayanya baru sadar deh, taufik mulai kendur sekitar tahun 2007 an kan.. Mungkin setelah aturan ini diterapin sejak thomas dan uber cup tahun 2006 berimbas ke Taufik juga secara gak langsung ya. Dengan aturan ini semua pemain bisa main, gak mesti punya stamina baja. Kalau dulu ada tipe pemain bulutangkis yang main rally terus biar lawannya capek. Gak ada skill, yang penting staminanya bung. Walaupun aturan 21 poin punya keunggulan yakni bahwa waktu satu pertandingan bisa diperkirakan range-nya dibandingkan sitem 15 poin, tapi saya pikir pertandingan dengan sistem 21 poin kurang seru (lebih cepet selesai).

For Singles matches, the rules are:

  • A match consists of best of 3 games.
  • The side that first scored 21 points shall win.
  • The side winning a rally shall add 1 point to its score.
  • If the score becomes 20-20, the side which gains a two point lead first, shall win that game.
  • If the score becomes 29-29, the side that scores the 30th point shall win that game.
  • The side winning a game serves first in the next game.
  • When one side reaches 11 points, both players get a 60 second break.
  • Both sides get a 2-minute break between first and second games, and another 2-minute break between second and third game.
  • Other rules shall remain the same.

For Doubles matches, the rules are:

  • One service only
  • Back service line remains and the current rule applies.
Great Defense by Taufik Hidayat :
Great behind the back return by 18 years old Taufik Hidayat :
And last one.. behind the back twice, and finish the rally with his fast back hand
He is a SHOW MAN or what..? lol

8 pemikiran pada “Badminton 21 point rules

  1. lah dimana-mana harusnya 21 relatif lebih cepet. kan yg gw bilang kalo sistem 21 point waktu selesainya bisa diperkarakan, jadi gak molor terus buat yang mau tanding setelahnya

  2. Jangan lupa bung, tahun 2001-2002 pernah diterapkan sistem poin 7 dengan best of 5 sets.

    IMHO, kemunduran Taufik itu kalo gue lihat lebih karena kekuatan fisik dan staminanya yang menurun. Gue udah jarang melihat smash-smash & backhand tajam serta netting cantik dari seorang Taufik seperti yang pernah gue lihat dulu pada Taufik muda. Semangat juangnya juga jauh menurun. Ketinggalan berapa poin, langsung dilepas.

    Tapi gue setuju banget sama opini yang bilang Taufik adalah pemain badminton (single) dengan skill paling komplit. Nggak heran kalau ada yang menyebutnya “the jewel of badminton”.

  3. well, kalo gak ada motivasi ya gak komplit lah. apa apa tuh yg penting motivasinya bos. tapi kalo bicara tentang smash.. entah setelah 2007 dia masih punya smash IMBA kok. 307 km/hour cem gila aja

  4. adu du du duuu…
    kenapa gak bahasa jepun sekalian,..ato sangsekerta,..ato bahasa ansamble, c++ n temen2nya,…hahhaaaa… kamusku terbatas:mrgreen:

  5. eh, kenapa? postingannya sok campur bahasa indo-inggris ya?

    haha. tetep muka tebal berlatih menulis dalam bahasa ingrris. di beberapa post lain juga nulis pakai bahasa inggris kok

  6. Ya, maklum saja ky. Puncak-puncaknya karir Taufik memang pas 2004-2006: Medali emas olimpiade, WC, dan Asian Games. Semuanya udah dia pernah dapet, termasuk Thomus Cup & kejuaraan lainnya, kecuali mungkin All England dan Sudirman Cup saja yang belum. Makanya motivasinya nggak setinggi waktu muda dulu. Tapi secara skill dia tetap pemain yg paling komplit.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s