Rivalitas

Hari ini saya baru menyadari satu hal yang kurang dalam hidup saya selama kuliah. Saya merasa off-target, kurang semangat, dan berambisi meraih mimpi-mimpi yang sudah saya canangkan sejak dulu.

Rivalitas.

Saya selalu memiliki rival dari TK, SD, SMP, SMA. Waktu TK saya punya Anda, waktu SD saya punya Hafiz, fia, pandu, ardian, dll, waktu SMP saya punya niken, chandra, prima, dll, SMA saya punya fatra. Kini masa kuliah punya level persaingan yang jauh berbeda. Yang saya maksud dengan rival di sini adalah rival yang memiliki visi serupa, gaya tempur yang serupa, teknik belajar yang saling melengkapi, serta bisa berjuang bersama-sama. Tapi kompetisi di sini berbeda. Ada sedikit sifat individualistis yang saya rasakan di sini. Pace mereka juga luar biasa, jujur saya bukan tipikal pembelajar dengan pace setinggi itu, saya tipikal pembelajar dengan work rate yang besar ketimbang pace belajar yang tinggi.

Tapi begitulah hidup. Level permainan hidup kita akan terus bertambah. Kompetisi semakin sengit. Hanya yang mampu beradaptasi yang akan bertahan. Yes, you should survive this battle without rival. Although I miss friend who can battle alongside me. I miss that.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s