Harimau-harimau perahu kertas harry potter

Novel pertama yang saya baca adalah ghoosebumps dan serial detektif cilik alfred Hitchcock. Saya tidak peduli apakah keduanya digolongkan sebagai novel atau tidak tapi saya menganggapnya seperti itu. Saya sangat suka bagaimana penulis menuangkan pikiran-pikirannya dalam secarik kertas miliknya lalu dipublish menjadi sebuah novel. Writing is about talent. Tidak semua tulisan enak dibaca. Tulisan yang enak dibaca adalah tulisan yang memberikan pengalaman bagi pembacanya. Mari kita ulas beberapa karya mereka :

Harimau-harimau nya Mochtar Lubis :

Wew, gak kebayang dulu pernah baca novel roman ini. Agak geli rasanya, tapi merupakan pengalaman yang menarik. Saya terpaksa membaca novel ini karena tuntutan SMA yang mewajibkan siswanya membaca minimal beberapa novel. Dan disanalah saya mulai menyukai menulis. Pertama kalinya dalam hidup saya mendapatkan imajinasi mistis tentang novel. Mistis di sini maksudnya saya bisa memahami apa yang ingin penulis sampaikan. Perpustakaan SMA yang diterangi cahaya matahari siang dan seperti akuarium itu saja dapat terasa berbeda. Setiap siang saya membaca novel itu, suasana kubikel perpus menjadi aneh. Saya tidak merasakan keberadaan orang-orang sekitar kecuali bel istirahat selesai telah berbunyi. Yang saya rasakan saat membacanya adalah sebuah desa yang sangat rindang sepi dengan orang-orang desa yang ramah. Di pintu desa tersibak hutan belantara yang kejam dan dingin. Di desa itu terdapat seorang penguasa daerah itu yang nampak sangat kuat namun juga menyedihkan. Saya merasakan kesepian pada orang itu. Petualangan dimulai, keadaan di sekeliling saya berubah. Saya merasakan diri saya berada di tengah-tengah hutan belantara yang buas. Kapanpun harimau harimau itu yang katanya ada bisa menerkam saya kapanpun mereka mau. Saya lupa tujuan mereka masuk ke hutan itu, yang jelas pengalaman berada di hutan itu pernah saya alami. Penulis bisa mebuat saya terjun ke dalam imajinasi mereka. Penulis yang baik tidak terburu-buru dalam menuangkan ceritanya. Terkadang penulis justru terikut arus imajinasinya sendiri sehingga mengacaukan flow cerita.

Perahu Kertas dan beberapa novel teenlit :

Saya membacanya sekedar pengetahuan menulis saya. Sedikit shallow sebenarnya, walaupun beberapa penulis terkenal untuk kategori teenlit ini punya pemikiran flow cerita yang jenius. Saya salut deh kalau flow ceritanya nggak ketebak.

Novel barat : JK Rowling – Dan Brown

Dua novelis yang saya cukup kagumi. Dari Harry Potter, saya mengherankan bagaimana JK Rowling dapat membuat anak seusia itu mau membacanya. Crap, that’s cool. Flow ceritanya menarik. Saya mengalami pengalaman yang berbeda. Dia jenius mempermainkan imanjinasi orang. Beda lagi dengan Dan Brown. Ia jenius dalam menggunakan fakta-fakta riset yang telah ia lakukan. Membuat semua yang tidak mungkin jadi terasa mungkin.

Kamu ingin menjadi novelis seperti apa?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s