Je suis Canonian

Voila, salah satu cita-cita jangka pendek saya sekarang sudah terkabul. Saya punya kamera SLR sekarang🙂

Seperti judul dari postingan ini, saya mempercayai canon sebagai pendamping hidup saya selanjutnya. Haha, sedikit lebay, namun beberapa orang bahkan memiliki anggapan bahwa menentukan pilihan kamera digital SLR adalah seperti memilih ideologi. Biasanya mereka pada awalnya bingung memilih antara menganut aliran Canon atau Nikon. Kedua merek itu nampaknya sedang menguasai pasar kamera digital SLR. Saya pikir jarang orang yang fans terhadap keduanya, biasanya hanya salah satu saja. Oke, hari itu saya memutuskan untuk menjadi canonian (karena faktor dompet hahaha).

SLR yang saya beli adalah Canon EOS 500D dengan kit lensa 18-55mm with Image Stabilizer. Waktu saya mendapatkan uang proyek saya segera melakukan riset terhadap digital SLR. Lumayan kini pengetahuan saya tentang pemilihan kamera digital gak cupu-cupu amat. Ada beberapa poin yang harus diperhatikan ketika memilih kamera digital :

  • Be a canonian or nikonian? Jujur saya sempat bingung juga mau canon atau nikon. Sebelumnya saya sudah mencoba keduanya. Dan dari desiran hati sebenarnya udah cenderung ke canon yang saya anggap lebih user friendly atau mungkin karena lebih sering menggunakannya. Saya bukannya mendeskreditkan merek kamera SLR yang lain, cuma dalam kasus ini saya hanya membandingkan kedua merek ini saja.
  • Langkah awal sebenarnya bisa dimulai dari dua cara : melalui pendekatan budget uang, atau pendekatan seri SLR yang diinginkan. Is it okay to have decent SLR? or I do not care about money, I just want to have a high spec SLR
  • Sebagai seorang pemula digital SLR saya lebih memilih pendekatan budget uang
  • Tentukan spek-spek yang wajib harus dipenuhi, dalam kasus saya : bisa video recording, lengkap dengan kit lensanya (bukan BO = body only), lensa dengan IS/VR (image stabilizer supaya kalau kita fotonya goyang masih bagus gambarnya), dan sesuai budget
  • Cek keaslian barang, cek garansi (kalo canon biasanya yang asli dapet garansi dari PT. Datascript)

Beberapa pengetahuan dasar yang saya temui ketika mencari SLR yang sesuai :

  • SLR singkatan dari Single Lens Reflector. Uniknya SLR dibandingkan kamera digital poket adalah apa yang terlihat waktu diintip itulah yang akan terfoto, kalau kamera digital biasa yang dilihat belum tentu sama dengan hasil jepretan fotonya.
  • SLR ada yang digital dan analog. Bedanya ada pada sensornya. Digital menggunakan sensor digital, kalo analog katanya sih pakai polaroid.
  • Antara Canon dan Nikon sebenarnya ada saling padanan serinya. Milih keduanya sebenarnya lebih ke arah Taste
  • IS (Image stabilizer) istilah sistem anti goyang (kalau kita foto goyang hasil vibrasinya dapat diminimalisir) untuk canon, Kalau di Nikon mereka menyebutnya VR (Vibration Reduction)
  • Kalau kalian butuh kamera digital SLR, DAN VIDEO RECORDING, jangan lupa dicek ya speknya. Hampir saja saya membeli Canon 1000D yang gak ada video recordingnya.
  • Kalau kalian tertarik membeli kamera second perhatikan jumlah Shutter Count. Itu menunjukkan berapa banyak foto telah diambil. Sistem shutter pada kamera digital SLR sifatnya mekanis, jadi bisa aus setelah sejumalah pengambilan foto. Tidak ada penjelasan yang pasti namun banyak orang yang bilang shutter count bisa mencapai 100 ribuan lebih. Kalau sudah aus harus diganti dan cukup mahal biasanya.
  • Lensa. Yep, kamera SLR bisa diganti-ganti lensanya. Ada bervariasi jenis lensanya. Bisa dari segi jarak pengambilan gambarnya, ataupun dari efek-efek yang dihasilkan. Misalnya lensa fisheye dapat mengambil ruang yang luas. Lensa kit yang saya punya speknya adalah 18-55mm. Jarak pandang normal menggunakan settingan zoom 30-an mm. Semakin kecil semakin jauh, semakin besar mmnya semakin dekat jangkauannya, CMIIW.
  • Istilah BO maksudnya adalah Body Only. Ada yang menjual kamera bodynya saja. Karena lensa kamera sebenarnya bisa dipakai untuk body yang berbeda-beda. Lensa pada dasarnya sama saja dipakai di body manapun.

Segitu dulu ya😉

PS. Selanjutnya kalau hasil belajar SLR akan saya post ke dalam kategori Canonian

6 pemikiran pada “Je suis Canonian

  1. scheduling. kalo liat di kalender gw, lo bakalan nyadar bahwa gw ngepost blog setiap hari, target gw. nulisnya sih sekalian pas ada waktu kosong di sabtu ato minggu

  2. wew.. ga usah ditebak.. kan gw udah bilang di reply sebelumnya “scheduling”.. lo bisa ngepost dan set kapan terbitnya. satu lagi, gw juga udah pernah cerita sebelumnya, kalo motivasi gw ngeblog dateng dari pak budi, jadi yep.. want to follow his habit

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s