Grunt (erangan) petenis wanita

Setelah membaca beberapa artikel mengenai grunting para petenis top wanita, menarik rasanya untuk membahasnya di sini. Biasanya para petenis wanita tersebut melakukan grunting tepat sesaat bola dipukul oleh mereka. Menurut Maria Sharapova yang memiliki erangan sebesar 101,2 decibel (setara dengan decibel suara sirine polisi dalam jarak yang cukup dekat) dia tidak melakukan hal itu untuk mengganggu lawan-lawannya. Ia berdalih hal itu ia lakukan untuk melepaskan semua energi saat bola dipukulkan, “It is simply a natural release of pent-up energy as the ball is hit”.

Sudah banyak kejadian lawan dari pemain yang melakukan erangan ini melakukan protes kepada wasit pertandingan. Sebut saja Monica Seles (93,2 decibel), salah satu petenis awal yang melakukan grunting pada dekade 90-an.  Saat itu ia diprotes oleh lawannya untuk tidak membuat noise pada perempat final piala wimbeldon, setelah ia berhenti melakukan grunting lantas ia kalah oleh steffi graff.

Beberapa petenis wanita dengan loud grunting:

  1. Michelle Larcher de Brito (109 dB)
  2. Maria Sharapova (101,2 dB)
  3. Monica Seles (93,2 dB)
  4. Venus (88 dB) dan Serena (85 dB) Williams
  5. Anna Kournikova (78,5 dB)
  6. Kim Cjister (75 dB) “ooohs”, “aaahs” and “eeeaahhs-urrrrrrs”
  7. Elena Dementieva (73 dB) “wha-unhhh”

Sharapova’s grunting

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s