[Invasi Semut] Semut punya tendensi untuk bersarang di perangkat elektronik (part 1)

Sorry, ini sama sekali nggak lebay (berlebihan). Ini adalah kedua kalinya perangkat elektronik saya dijadikan sarang semut massal. Boleh dibilang satu koloni secara tidak diketahui telah menghuni perangkat-perangkat elektronik saya. Ini nggak ada kaitannya sama saya yang ceroboh naruh makanan di deket perangkat elektronik tersebut soalnya saya sendiri gak pernah naruh makanan dekat-dekat spot-spot itu.

Dulu waktu smp terjadi invasi semut saya yang pertama. Hampir dipastikan ratu semut beserta koloninya tinggal disana. Kalau boleh dibilang perang interspecies antara saya dengan satu kerajaan semut terjadi selama hampir seminggu. Tahu nggak sih, semut-semutnya yang jutaan banyaknya itu tinggal di satu rumah kecil bernama “KEYBOARD”. How Come?! Mungkin kalau mau su’udzan sama saya penyebabnya adalah remah-remah makanan yang terselip disana, tapi rasanya itu bukan suatu alasan yang bisa dijadikan bukti somasi kepada saya, soalnya naruh-naruh makanan biasa aja tuh. Malahan nggak pernah sampai dikerumunin semut.

Kronologisnya seperti ini, waktu SMP saya punya seperangkat PC dari hardisk, mouse, monitor, keyboard, dll. Biasanya dulu saya sering memakainya untuk tugas sekolah (bohong banget), dan main Age of Empire. Terus entah dapet wangsit dari mana saya jadi gak ngegame lagi. Well, si PC saya ini jadinya nggak pernah dipakai lagi. Apalagi kakak adik saya (all girls :D) cenderung jarang memakainya. Suatu ketika saya memerlukan si PC ini untuk mengerjakan sesuatu. Lokasi si PC adalah di kamar kakak saya yang berukuran sekitar 3×4 meter. Kondisi saat saya masuk nggak ada penampakan. Beberapa semut memang sedikit kelihatan. Cuma satu atau dua aja. Itupun terus ngilang-ngilang gitu aja. Mungkin itu pengawal kerajaan si semut kali ya.

Terus mulailah saya mengetik di keyboard itu. Saat booting 15 menit pertama keadaan kamar itu masih nyaman dan tentram. Entah mungkin stabilitas itu berlanjut hingga satu jam kemudian. Seiring waktu berjalan, komputer semakin panas, dan saya semakin asik berkutat di depan komputer. Okey, ini kenapa tangan saya mulai dikerubungin semut-semut. Saya coba cari beberapa sumber supplai makanan terdekat tapi nggak disemutin tuh.

15 menit kemudian.

Entah kenapa keyboardnya mengeluarkan banyak semut.. saya coba membersihkan kotoran yang mungkin ada di sela-sela pin keyboard. Saya heran kenapa semutnya makin banyak keluar. Saya coba miringkan si keyboard berjatuhanlah butiran-butiran putih yang saya pikir adalah telur semut. Heeeee!! Saya coba pukul-pukulkan ke meja dan terus keluar. Eaaakss..

5 menit kemudian.

Semua semut berhamburan dari keyboard. Saya coba membersihkan semut-semut itu di pin-pin keyboard. Namun jumlah semut yang keluar berlipat ganda. Tanda perang interspecies dimulai. Semut-semut memenuhi lantai. Agresi militer pertama boleh dibilang gagal. Saya panik dan keluar dari kamar untuk beberapa jam.

Beberapa jam kemudian.

Setelah makan dan menenangkan pikiran saya coba mengambil sapu dan serokan untuk membasmi para pasukan koloni semut ini. Saya buang keluar, muncul lagi, buang keluar muncul lagi, dan seterusnya. Belum lagi semut yang udah dibuang keluar masuk lagi ke dalam kamar. Geli banget lah memikirkannya kembali. Tapi mengingat invasi di petang ini, saya harus siap untuk mengingat momen-momen itu.

Oke, saya kembali kalah. Agresi militer kedua gagal.

Saya kembali beberapa saat kemudian mengenakan kaos oblong sebagai cadar dan di tangan kanan saya sebuah senjata biologis mematikan telah disiapkan. BAY*ON. Bay*on efektif membunuh ribuan semut yang telah berhamburan di lantai. Tapi resistensi dari pihak kerajaan semut nampaknya tidak pernah pudar. Pasukan semut ini seperti memiliki mekanisme “kagebunshin no jutsu” (jurus menggandakan diri dalam kisah komik Naruto). Inilah yang orang patah semangat bilang, “Mati satu tumbuh seribu”. Saya sebagai pemimpin spesies manusia harus berpikir ulang bagaimana supaya si bay*on ini terpakai secara efektif. Dengan sisa-sisa yang ada harus mampu membasmi seluruh semut.

Teringat kisah Amerika yang dengan berat hati memutuskan untuk menggunakan bom atom di kota Hiroshima dan Nagasaki pada perang dunia kedua. Suatu senjata yang sangat mematikan, dan sangat menyengsarakan namun dapat mengakhiri perang ini. Saya berpikir demikian. Demi keselamatan kamar kakak saya yang notabene lagi pergi ke taruna nusantara, saya mempertimbangkan menyemprotkan si bay*on ini ke keyboard. Sebagai salah satu yang awam hardware saat itu, saya masih khawatir apakah terdapat efek samping bay*on terhadap keyboard. Jelas kalau mau mengacu pada instruksi yang tertera di botol bay*on tidak ada penjelasan yang eksplisit apakah keyboard akan rusak atau tidak.

Setelah menimbang, memikirkan, berdoa, dan berharap-harap cemas sampai sore, niat nekat saya sudah bulat. Sore itu juga, saya menyemprotkan senjata biologis tersebut ke kastil koloni kerajaan semut saat itu. Masih menggunakan cadar kaos oblong di muka saya, saya letakkan keyboard di lantai dengan geli, lalu dengan ganas saya semprotkan secara sporadis di seluruh permukaan keyboard. Castle Destroyed. may be.

Malam hari saya cek, seluruh semut bertumbangan  tidak ada lagi semut yang keluar. Tapi bau bay*on yang menyengat membuat saya sendiri gak bisa masuk ke kamar. Kamar dibuka selama beberapa hari ke depannya. Dua-tiga hari setelahnya saya membawa sapu membereskan korban-korban perang dari koloni spesies semut. Kamar kembali sedia kala. Tadaaa…

Tidaaak.. Entah mengapa semutnya masih keluar. Rupanya selama tiga hari itu nggak semua semut keluar dan mati. Saya udah nggak peduli lagi sama si keyboard. Saya semprot lagi si bay*on berulang kali sampai warna keyboardnya jadi kecoklatan, warna spray bay*on kali ya.. iiihhhh.. gak kepikiran waktu itu masih bisa dipakai atau nggak.

Saya udah nggak peduli lagi. Saya tinggalkan kamar itu terkunci selama sisa seminggu. Baunya pasti nggak karuan ya. Well ending cerita setelah seminggu kamar dibuka mereka para koloni semut di keyboard sudah punah. Membasmi semut memang harus sampai ratu semutnya mati nampaknya.

Saya sedikit enggan menggunakan keyboard sebenarnya, namun kabar baiknya keyboard masih bisa dipakai. Jadi pesan moral yang bisa diambil adalah Anda dapat menggunakan bay*on pada keyboard .

 

(bersambung)

 

2 pemikiran pada “[Invasi Semut] Semut punya tendensi untuk bersarang di perangkat elektronik (part 1)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s