Standardnya, bang

Suka heran sendiri sama perhatian orang mengenai hal ini. Ketika kita mengendari motor seringkali kita lupa menaikkan standard motor. Anehnya dalam beberapa detik ada saja minimal satu orang yang akan mengingatkan kita. “Hey, Standardnya” misalnya. Dimana saja kita lupa mengembalikkan posisi standard entah itu di tempat parkir, ataupun ketika kita sudah di jalan orang-orang yang sadar akan selalu ada.

Apa penyebabnya?

Apa ya, mungkin alasan utamanya adalah sifat orang Indonesia. Entah itu sifat mereka yang suka perhatian pada hal-hal tertentu atau juga karena mereka menganggap “lupa mengembalikan standard” adalah sesuatu yang membahayakan sang pengendara motor. Memang standard yang lupa dikembalikan sebegitu kelihatan mencolok ya?

Lebih heran lagi kenapa mereka cuma memperhatikan hal ini saja sih. Kenapa kalau pengendara motor lupa mematikan lampu mereka tidak peduli. Atau ketika seorang pengendara motor lupa mematikan lampu sen, tidak ada seorangpun yang peduli.  Atau kalau mereka menganggap hal itu berbahaya kenapa tidak satu orangpun yang menegur pengendara motor yang suka seenaknya mengambil trotoar untuk menghindari macet? itu kan juga bahaya buat pejalan kaki.

Tapi terlepas dari itu semua mungkin yang lebih membuat saya heran adalah kenapa saya begitu terusik dengan fakta ini. Who know🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s