Mi casa es suit casa

Kalau orang bilang,

rumah saya adalah rumah Anda juga — mi casa es suit casa — my home is your home

Rasanya kamar kosan saya sudah tidak lagi merepresentasikan hal itu lagi. Mengapa demikian? Buku-buku bertumpukan dan bertebaran dimana-mana, kertas-kertas foto copyan, kertas-reuse tersebar di lantai. Kasur sudah nggak bisa dihuni lagi. Kasur kini dihuni gitar saya, “Viviana Allegro” si gitar seksi, baju-baju yang belum dilipat, dan lembaran-lembaran tugas akhir yang tergeletak di sana. Botol-botol minuman kosong menjadi pajangan kamar ini. Kabel-kabel semrawutan, belum lagi kerdus-kerdus dari beberapa barang elektronik yang saya miliki memenuhi kamar ini. Well, kalau menurut sisi psikologi kamar yang terlalu luas membuat orang stress sih, ataukah saya sedang tidak stress? haha.. tentunya itu hanya sebuah excuse. Semua itu cukup menjadi alasan saya tidak menjadikan kamar ini open house. Salah satu alasannya mungkin saya tidak menyiapkan kamar ini untuk kehadiran si dia lagi. Bahkan miko sudah tidak mau lagi mampir ke kamar ini. Kucing yang secara aklamasi saya beri nama miko.

Tapi nggak bisa begitu. kalau kata Martha Tilaar,

Ingin ubah dunia, ubahlah diri sendiri

Mungkin ini quote yang menarik untuk bisa berbenah sendiri. Supaya kamar ini bisa menjadi hunian yang layak huni kembali. Keep the good job😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s