PSI – Situational Analysis

Ketika kita diminta client untuk membuat suatu sistem informasi, langkah pertama yang dilakukan adalah melakukan analisis terhadap sistem yang sudah ada. Walaupun demikian situational analysis sebenarnya merupakan analisis yang digunakan pemegang kebijakan perusahaan untuk membuat strategi untuk perusahaan mereka berdasarkan visi misi yang mereka miliki.

Analisis situasional dapat dibuat dengan diantaranya 3 buah cara :

  • SWOT (strength, weakness, opportunity,threat) analysis
  • RCA (Root Cause Analysis)
  • FFA (Force Field Analysis)

Analisis SWOT bersifat strategis, sementara dua lainnya bersifat operasional.

SWOT Analysis

SWOT dibuat dengan tools matrix 4 ruang S, W, O, dan T. Masing-masing dituliskan yang menggambarkan kondisi faktor internal (kekuatan/S dan kelemahan/W) dan kondisi faktor eksternal (peluang/O dan ancaman/T) -nya. Lalu dilakukan pembobotan untuk masing-masing poin serta nilainya.

Setelah itu dicari :

  • SO, bagaimana memanfaatkan strength untuk meningkatkan opportunity yang ada.
  • SW, bagaimana memanfaatkan strength untuk menutupi kelemahan yang ada.
  • WT, bagaimana meminimalisasi weakness untuk mengurangi kerentanan terhadap ancaman.
  • OW, bagaimana meminimalisasi weakness untuk meningkatkan peluang yang ada.

Cara ini yang paling simpel. Walaupun begitu memiliki kelemahan yakni membutuhkan analisis lebih lanjut dikarenakan poin-poin yang dihasilkan di masing-masing matrix bersifat subjektif. Terkadang beberapa poin dapat diwakilkan oleh satu poin yang sama.

RCA

RCA merupakan suatu metode analisis untuk menemukan akar permasalahan bukan gejalanya saja. RCA menggunakan diagram ishikawa (diagram tulang ikan/fishbone diagram) sebagai toolsnya. Konsep idenya hampir sama dengan apa yang dilakukan dengan diagnosis dokter. Akan dilakukan listing terhadap gejala-gejala yang terjadi misalnya : panas labil dalam rentang sekian jam, demam, menggigil, mual-mual, muncul bintik-bintik merah. Kemudian dokter menyimpulkan bahwa si pasien mendapatkan penyakit demam berdarah. RCA pun sama, dilist gejala-gejala terhadap suatu situasi kemudian ditulis dalam diagram ishikawa untuk diputuskan akar masalahnya.

Link berikut dapat membantu : http://www.mindtools.com/pages/article/newTMC_80.htm

FFA

FFA digunakan dalam pengambilan keputusan dalam suatu rencana yang akan dilakukan. Misalkan kita memiliki rencana yang akan dimasukkan ke dalam daftar kebijakan. List poin-poin yang merupakan faktor pendukung(driving force)nya dan poin-poin yang merupakan faktor penghambat(against force)nya. Kemudian masing-masing poin tersebut diberikan bobotnya seberapa penting faktor tersebut terhadap rencana Anda. Hitung total bobot setiap faktor untuk faktor pendukung dan faktor penghambatnya. Mana yang lebih besar jumlahnya? Faktor pendukung rencana tersebut atau faktor penghambatnya?

Link berikut dapat membantu : http://www.mindtools.com/pages/article/newTED_06.htm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s