Perlukah Polisi tidur ???

Saya sebagai engineer, punya tugas untuk menyelesaikan beragam masalah yang harus diputuskan dengan cepat dan tepat, oleh karena itu saya perlu mengetahui bagaimana menentukan keputusan yang menyangkut masalah moral. Holtzapple (engineer tek-kim) menyebutnya penentuan teori moral.

Apa itu teori moral?

Tenanglah, saya gak akan ngebahas itu, tapi akan langsung saya coba pecahkan problem penentuan teori moral berikut :

Di sebuah jalan nan sempit yang kalau ada mobil diparkir di pinggir jalan, akan cukup membuat jalan tersebut macet. Yah setting nya di daerah bandung, dket tempat kosan, cisitu namanya. Tempatnya tenang, sejuk, dan situasinya sangat kondusif dalam beraktivitas di pagi hari. Namun tempat tersebut kalau malam hari akan menjadi sangat macet. Lalu warga sekitar mengeluh jika jalanan tersebut terlalu bahaya karena tidak ada polisi tidur yang menyebabkan pengemudi kendaraan suka mengebut di jalan yg sempit itu, kecuali saat macet tentunya.

Lalu saya sebagai engineer diminta memutuskan apakah proyek pembangunan polisi tidur dengan berbagai persoalannya, itu perlu?


# Penentuan secara egoisme etikal (pengambilan keputusan secara sepihak)

Saya sebagai pengendara motor sangat menolak adanya rencana tersebut. Adanya polisi tidur tentu akan menghambat saya untuk cepat sampai ke tempat kuliah.

(TIDAK SETUJU)

# Penentuan secara Analisis Utilitarianisme (dengan faktor kegunaan) *

Audience :

> Warga di sekitar jalan : warga yang tinggal di pinggir jalan, warga yang memakirkan kendaraannya

> Pengguna jalan : pejalan kaki, pengendara motor, pengendara mobil, angkutan umum, penumpang angkutan umum


Fungsi kebahagiaan secara objektif :

= ∑(benefit) (importance) – ∑(harm)(importance)

=(reduce fatal accident)(impotance)+(silence) (importance) – (add small accident) (importance) – (pollution) (importance) – (noisy) (importance) – (worsen traffic) (importance)

= (90)(8) + (25)(2) – (60)(5) – (75)(5) – (50)(2) – (40)(7)

= – (435)

Menurut fungsi kebahagiaan dari para audiens maka dapat diputuskan pembatalan proyek adalah hasil yang paling sedikit merugikan banyak pihak.

(TIDAK SETUJU)

# Penentuan secara Analisis Hak *

Pilihan prioritas hak :

  1. Hak hidup, integritas fisik, dan kesehatan mental
  2. Hak mendapatkan level pemenuhan hidup (kelangsungan hidup)
  3. Hak meningkatkan level pemenuhan hidup

Ada dua tindakan yang akan ditinjau :

1. Polisi tidur dibangun

Hak – hak yang dilanggar :

> Warga sekitar kehilangan Hak atas udara segar (Prioritas I) yang ditimbulkan akibat macet yang makin buruk. Warga juga kehilangan hak ketenangan atas polusi suara yang timbul (Prioritas III)

> Pemakai jalan hak pemenuhan waktunya yang terpotong.(Prioritas III)

  1. Polisi tidur tidak dibangun

Hak – hak yang dilanggar :

> Hak hidup pejalan kaki (Prioritas I) terancam terenggut.

Nah, dari ketiga penentuan teori moral tersebut, polisi tidur sebaiknya tidak dibuat. Ini hanya sekdear contoh atas berbagai persoalan yang akan dihadapi engineer nanti.

*) note: pengambilan kadar nilai benefit-harm-importance diambil dari diskusi kelompok begitu pula dengan pelanggaran hak pada analisis hak. Sementara etikal egoism diputuskan oleh saya sendiri.

Thx to Aslih, Amel, Hendy, dan Oky

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s