Pemecahan masalah oleh Engineer

Dalam memecahkan suatu masalah Engineer membutuhkan pendekatan pemecahan masalah. Pendekatan ini memerlukan langkah-langkah. Pada proses awal lebih umum dan kualitatif sedangkan pada tahap akhir lebih mengarah ke arah pemecahan yang lebih spesifik dan kuantitatif. Contoh yang saya berikan mudah-mudahan persis benar seperti yang ada di bahan.

  1. Identifikasi Problem

Mengidentifikasi masalah yang timbul

Pak Edi punya perusahaan minyak yang mengalami bencana. Dari kilangnya menyembur lumpur yang banyak. Sementara ia kerugian banyak hal, warga merongrong, ia harus memikirkan cara mengatasi lumpur secara cepat dan tepat. Saat ini lumpur hanya dibendung. It challange their engineers.

  1. Sintesis

Bagian ini mirip hipotesis pada makalah ilmiah. Secara kreatif, engineer mengusulkan solusi keseluruhan masalah. Seperti hipotesis, ini adalah pemunculan solusi yang belum dibuktikan.

Dalam hal penanganan cepat, daripada kota di daerah itu,X, terendam lumpur, mereka mengusulkan untuk mengirimkan lumpur tersebut ke laut lewat sungai Y yang dekat dengan daerah semburan. Tentunya akan ada pemisahan melalui spill way.

  1. Analisis

Ini adalah bagian dimana Engineer banyak bekerja. Disini Engineer mengubah fenomena fisik menjadi model perhitungan matematika. Engineer membedah dan menganalisa seluruh permasalahan dari segala aspek – identifikasi antar bagian masalah serta hubungannya, dan lain-lain.

Disini engineer memperkiraan beban lumpur yang disalurkan dan dipisahkan lewat spill way, memperkirakan kemungkinan kesalahan, mengidentifikasi kandungan lumpur dan sebagainya.

  1. Aplikasi

Proses dimana informasi yang dianggap tepat diidentifikasi untuk dijadikan sebuah solusi

Melalui hasil analisis disimpulkan bahwa massa jenis dari lumpur adalah sekian dan waktu pemisahan lumpur dengan pelarutnya adalah sekian serta perbandingan air dan lumpur adalah sekian

  1. Komprehensif

Langkah dimana teori dan data yang tepat digunakan untuk memecahkan masalah

Dibutuhkan 2 buah spillway untuk mengatasi lumpur yang memiliki data yang telah disebutkan pada bagian aplikasi.

Walaupun nampaknya pendekatan masalah melalui 5 tahap seperti diatas secara linear, adakalanya pada tahap komprehensif diperlukan untuk kembali ke tahap sintesis, karena adanya kesalahan perhitungan maupun kekurangan data.

Rupanya perbandingan air dengan lumpur yang meyembur adalah 20 : 80. tentunya sangat berat untuk spillway memisahkan lumpur yang 80 bagian tersebut, untuk hal itu mereka para Engineer akan kembali ke tahap awal untuk memecahkan masalah tersebut.


Inilah cara engineer melakukan pendekatan dalam menangani setiap masalah secara umum.

29 September 2007

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s