#CASE 1


Sudah satu bulan sejak kupasang iklan di koran tentang jasa detektif “Jangkrik-Ijo”. Belum seorangpun klien yang datang. Namun pagi itu, nampaknya aku akan mendapatkan sebuah kasus pertama.
C A S E – O N E
17-05-06 with present editing

Dengan agak gugup kuterima seorang wanita yang umurnya sekitar 30 tahunan.

“ma-maaf, ada yang bisa saya pecahkan, hmm.. atau mungkin saya Bantu, nyonya…” kuletakkan koran di meja segera. Tanpa kusuruh wanita itu langsung duduk di hadapanku.

“saudara siapa ?”dengan muka dingin ia bertanya padaku
“eh, maaf maksud anda, eh saya?”

Merasa agak bingung dengan pertanyaan nyonya itu, lalu kutanya balik nyonya itu dengan gusar, kegugupanku hilang seketika dengan melihat sikap nyonya tersebut, “maaf ya nyonya, ANDA siapa dan ada keperluan apa?”
“Saya Wanda, betulkah anda detektif, tuan?”
“HO-ho-ho, ya, saya seorang detektif. Jadi anda membutuhkan jasa saya nyonya?” dengan bangga menerima kasus pertamaku dengan sedikit terlonjak gembira.
“Ya, kupikir begitu. Setelah kasus ini akan kubayar untuk Anda bayaran yang pantas.”

Sedikit kulihat wajahnya agak merasa khawatir. Sesekali ia melihat kanan-kiri.
“Sebelumnya boleh kutahu siapa anda dan dari mana?”
“NYO-NYA WAN-DA, kupikir itu cukup jelas bagi tuan, dapat kita mulai sekarang?”

Setelah kuberi tanda setuju, Ia menyodorkan sebuah amplop.
Di amplopnya tertera :

Kepada Nyonya Stewart di tempat. Dari Profesor Yellow Jack di utara dengan kesabarannya yang merupakan kunci keberhasilannya.

Pembukaan yang sangat aneh kukira. Jarang sekali ada orang yang memuji teman pada bagian depan amplopnya.
“Tuan, ada apa? segeralah buka amplopnya,” Nyonya paruh baya itu mulai membuatku kesal. Tapi kutahan diriku untuk tetap menjadi detektif yang profesional.

Kubuka amplop dari surat tersebut dan mulai membacanya dalam hati.

29 Februari 20006,

Yth. Profesor Yellow Jack
Di tempat

Hai, apa kabar? Kangen deh rasanya, sudah 20 tahun sejak kita belajar bersama di kampus kita dulu. Teman-teman kita angkatan delapan-tujuh
Hmm, kondisiku kurang baik, entahlah akhir-akhir ini aku sering demam.
Bayangkan dalam 25 jam saja aku disuruh tiga kali minum obat. Aku paling tidak suka dipaksa minum obat.
Hey, PD dua ribu enam sebentar lagi. Walau begini aku juga suka nonton lho, ingat tidak, PD lalu di Jepang-Korea? gol hattrick-nya Ronaldo hebat sekali, Jerman di babat 3-0 tanpa ampun.

Kupikir aku cukupkan dulu ya, Aku janji akan ke tempatmu dengan membawa enam butir ‘minyak ikan’-ku yang tak pantas kauberikan sekaligus menagih itu. Dasar… maaf ya atas kesalahanku yang sebelum ini.

Sweet love

Stewart

PS : Yellow Jack di sebelah utara, hmm… jangan diberi pelajaran kecuali ‘kelewatan’ namaku

“Surat yang aneh, tapi aku menemukan banyak petunjuk dari surat ini, sekaligus beberapa kejanggalan”.
“Apa? Apa, tuan??!”
“Sekali lagi nyonya, dengan hormat saya ingin mendapat keterangan dari anda, siapa sebenarnya anda? Anda bekerja sebagai apa? Siapa Stewart? Dan apakah…?”

Sebelum ucapanku selesai, wanita paruh baya itu berdiri dan mengernyitkan kening, lalu berdehem agak keras, dan membentakku.
“EHEM…SUDAHKAH SAYA BICARA BERKALI-KALI KALAU SAYA INI NYO…”
“Nyonya Wanda!! Yah, dari tadi aku sudah tahu jika Anda adalah Nyonya Wanda. Tapi tidak bolehkah saya menanyakan lebih. Bagaimana saya dapat menemukan informasi yang saya butuhkan…”

Mereka berdua terdiam. Si Nyonya terduduk kembali dan aku bangkit mengambilkan minuman untuknya.
“Anda ingin kopi panas, teh, atau yang lain?”
“Teh hangat saja”, sebelum beberapa langkah ke dapur wanita itu berterima kasih, “trims, kalau bisa jangan terlalu manis ya”.

Aku berusaha mencairkan suasana. Kami mulai dapat berpikir tenang. Dan nyonya itu mulai angkat bicara.

“Nyonya Stewart,…”
“…”
“Dia majikan saya,mm … dan kupikir dia memberiku, … dia menyerahkanku petunjuk yang mungkin kepada…, kepada ku… umm… warisan…mak-maksudku…”
“Jadi warisan ini diberikannya pada Anda, pikir Anda begitu?”
“Yah, begitulah. Aku dulu melayani Nyonya stewart dan Gina.”

“Hmm… begitu ya”, aku mengernyitkan kening lalu menatap tajam ekspresi wanita itu, “Nyonya Wanda, sudahkah anda mencoba untuk memecahkan petunjuk yang ada di surat ini?”
“Yah, sudah tapi yang kulihat hanya surat kerinduan Nyonya pada temannya. Walaupun banyak yang aneh dengan surat ini”.

“ Jadi menurut Anda, siapa Prof Yellow Jack itu? Kerabatkah atau teman?
“ Aku telah mencari ke sana-sini. Aku tidak tahu”.
” Apa latar belakang majikan Anda? dan mungkin Nyonya dapat memaparkan teman-temannya yang sering menghampirinya”.
“Baiklah. Nyonya Stewart adalah seorang introvert. Umurnya 44 tahun. Sedikit sekali orang yang berhubungan dengannya. Kemudian blah…blah…blah…”

Setelah mendengar penjelasan panjang darinya kucatat di notes detektifku beberapa orang yang mungkin tahu clue kasus ini. Orang-orang ini adalah orang bergelar professor yang mungkin ada hubungannya dengan Prof Yellow Jacket yang dimaksud :

  1. MsVilleur. 43 tahun. Mendapatkan gelar profesor sekaligus sarjana hukum. Seorang hakim di daerah pinggiran jakarta. Hubungannya teman baik saat SMA
  2. Mr.Suwandi. 45 tahun. Gelarnya Profesor Dr, dan Insinyur mesin. Bekerja sebagai dosen manajemen di UGM. Hubungannya adalah koleganya saat lulus tahun 86
  3. Mr.Andi Kurnia. 44 tahun. Gelarnya profesor dan Drg, dan masih mengajar di tempat kuliahnya dulu, koleganya tahun 86
  4. Mr. Mark Anthony. 50 tahun. Seorang professor terkemuka di BATAN. Dia adalah kakak kandung Mrs. Stewart.

Sesaat aku berpikir sejenak, sesekali melihat-lihat surat itu.
“Sungguh menarik… saya tahu bagaimana menuju tempat yang diinginkan almarhum, sekaligus mengemukakan kebenaran surat ini”.

to be continued…
=====================================================

Apa pendapat kalian? Gimme a comment!!
The case won’t ever continue unless someone break the case up correctly…
Tolong jawaban atas kasus di personal messages.
comment box tempat untuk discuss aja

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s