Apa itu HAKI??

Pertemuan kali sungguh menarik, topiknya adalah IPR(intelectual property rights), atau kita sering menyebutnya dengan HAKI (haka atas kekayaan intelektual. Pertemuan kali ini menggabungkan beberapa kelas kontek dimana diantaranya kelas pak Budi, Pak Mervin, dll. Pembicaranya didatangkan dari Unpad, teman pak Budi, Danrivanto Budhijanto, SH, LLM in IT Law (danbudhijanto@yahoo.com) . SH untuk S1 di Unpad, lalu LLM in IT Law ambil di Chicago, yaitu Hukum pada bidang IT. Tentunya pak Dan harus belajar IT dulu pada semester awal, barulah mempelajari hukumnya. Berikut resumenya.

Ada 3 jenis globalisasi menurut Pak Dan,

Ver 1.0 (… – 1800M) yaitu globalisasi atas nama negara

Ver 2.0 (1800 – 2000M) yaitu globalisasi atas nama korporasi

Ver 3.0 (2000 – …) yaitu globalisasi atas nama individu

Apa artinya?

Dahulu orang Eropa berduyun2 mencari wilayah kosong lalu menjajahnya, yang terkenal dengan slogan 3G-nya Gold Glory and Gospel. Selanjutnya, Perusahaanlah yang menguasai keadaan. Bangsa kita pasti tahu bahwa Belanda adalah penjajah kita. Namun sebenarnya yang lebih tepat adalah korporat Belanda, VOC. Lalu di era baru ini, individulah yang mengusai keadaan. Lihat bagaimana Bill Gates dapat mempengaruhi Presiden SBY untuk memberantas bajakan. Di masa sekarang perang antar individulah yang perlu kita waspadai. Sehingga hak-hak individu perlu mendapat perlindungan.

HAKI atau IPR adalah sesuatu yang given dan inheren, menyentuh berbagai aspek dengan Aspek hukum dan teknologi yang paling dominan sekarang ini.

Apa saja HAKI itu?

Hak cipta, tentu orang sering melihat tanda © (simbol dari copyrigrht) di buku2 yang anda beli. Itu merupakan hak eksklusif untuk pencipta atau penerima hak untuk mengumumkan, mengedarkan karya cipta seseorang. Hak Cipta sifatnya relatif lama biasanya jangka waktunya seumur hidup plus 50 tahun tambahan setelah meninggal.

Untuk mendapatkan hak ini relatif mudah dan tidak perlu repot dalam hal registrasi. Keuntungan pun lebih bersifat individual.

Hak Kekayaan Industri, diantaranya :

Paten, (UU no 14 tahun 2001) yaitu hak eksklusif yang diberikan oleh negara kepada inventor atas hasil invensinya di bidang teknologi. Jangka waktunya sekitar 20 tahun, dan setelah jangka waktu ini haknya akan hilang, dan dapat digunakan oleh umum.

Merek,(UU no 15 tahun 2001) tanda berupa gambar, kata2, simbol, slogan, warna, dan lainnya yang digunakan dalam hal perdagangan.

Industry Design, IC, dan Trade Secret

Di Amerika mereka lebih condong pada Economic Right. Kita bisa menganggapnya dengan “Anda boleh pakai, asal bayar”. Disana copyright bukanlah hal yang mutlak. Adanya Fair Use atau kewajaran penggunaan membolehkan kita untuk menggandakan hak cipta dengan tujuan tertentu, misalnya pendidikan bukan komersial. Sedangkan di Eropa menggunakan Moral Right.

Satu hal lagi yang menarik saat saya bertanya pada pak Dan tentang Disclaimer. Adakalanya suatu produk, software sajalah misalnya, mengeluarkan disclaimer yang dimaksudkan bahwa produsen tidak bertanggung jawab atas kerusakan yang terjadi jika produknya digunakan. Rupanya ada cara2 untuk menghindari tuntutan dari orang lain seperti ini dalam perdagangan.

Kesimpulannya pelajarilah dan resapi hak2 ini karena siapa tahu kelak Anda akan mendapatkan ketenangan saat berdagang nanti. Ya, tentu saya juga mau belajar, karena jujur saja saya masih banyak melanggar sana sini.

Mau dihargai? hargai dulu orang lain!

24 September 2007

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s