Round and Bound

You are not irreplacable

Suatu ketika saya menangani task yang ribet dan super time consuming. Saya pikir saya mengerjakan part task saya dengan baik. Lalu kemudian saya jatuh sakit. Saya sempat khawatir proses task yang sudah saya inisiasi menjadi bermasalah.

Satu minggu berlalu, dan ketika saya masuk, everything run normally.

Ada juga kasus lain dimana salah satu peer saya yang berpengaruh pindah ke divisi lain saya khawatir semuanya jadi kacau. Tapi ternyata life goes on. Selalu ada orang lain yang menggantikan. Entah menjadi lebih baik atau menjadi lebih buruk. Apakah kalau peer saya tadi tetap disana divisi tersebut menjadi lebih baik? Tidak ada yang tahu.

Company is a system. When you do something, you contribute to build the system. Not literally IT system, but as an organization. Memang benar jika suatu usaha terlalu bergantung pada individu bisa menjadi tidak baik.

Di beberapa case usaha mungkin berbeda ya, misal one-man company startup nggak akan bekerja kalau one man tersebut gak bekerja. Atau Mangaka yang jatuh sakit tidak akan bisa mengerjakan tugas komik mingguannya.

Tapi secara global mereka yang one-man-show itu juga tidak “tidak tergantikan” sih. Sebut saja mangaka tadi, ketika dia tidak menghasilkan sesuatu, selalu ada mangaka lain yang akan menggantikan komik dia. One-man startup tadi juga sama, ketika dia tidak contribute lagi kepada client nya, client nya akan selalu punya pengganti.

Life is like that, right. You are not irreplacable here. Kamu selalu ada yang menggantikan. Seorang bayi lahir, menjadi professor terkemuka, mendapatkan nobel, lalu mati. Bayi lain menggantikan yang nantinya jadi penerima nobel selanjutnya.

Mohammad Ali pernah diwawancarai oleh talkshow British, “apa yang akan kamu lakukan setelah menggantung sarung tinju”. Saat itu usianya mungkin di tigapuluhan. *Tidak persis sama sih kata-katanya*

“Saya mungkin mati di usia 60, saya punya 30 tahun lagi untuk hidup. Dari waktu itu saya pakai 4-8 jam untuk tidur, ambil estimasi saya akan habiskan 10-12 tahun untuk tidur. Beberapa tahun saya pakai jatahnya untuk makan. Berarti saya cuma punya waktu kurang dari 15 tahun untuk melakukan sesuatu.

Kalian bertanya apa yang akan saya lakukan setelah gantung sepatu? Kita semua ini tidaklah immortal, gelas di depan saya ini tidak diciptakan dengan sendirinya. Ada sesuatu yang menciptakan gelas itu, begitu juga kita. Saya akan gunakan 15 tahun produktif saya untuk berinvestasi terhadap “Sesuatu” yang menciptakan saya.”

Kita nggak irreplacable, tapi menurut saya yang membedakan satu individu dengan yang lain adalah value apa yang bisa kita berikan selama sisa produktif kita kepada diri sendiri, lingkungan tempat kita bernaung, dan sama pencipta kita.

Ah, kesimpulan yang klise ya, well life must go on..

Demi masa, sesungguhnya manusia itu dalam kerugian :(

Upgrade Splunk Forwarder from 5.0.x to 6.x.x

Source : http://docs.splunk.com/Documentation/Splunk/6.2.0/Forwarding/UpgradetheNixforwarder

In my case, it’s from 5.0.5 to 6.2.2. It’s not a must, but because the old version had this bug (SPL-87651) so I need to upgrade it to the 6.x.x. Also my Indexer Splunk is already on 6.2.2

Please consider the compatibility note between the indexer and forwarder:

http://docs.splunk.com/Documentation/Splunk/6.2.0/Forwarding/Compatibilitybetweenforwardersandindexers

  1. Default installation folder (oracle linux) : /opt/splunk
  2. Backup folder $SPLUNKHOME/etc/, it contains the configuration files of the old version. Just in case something happens
  3. Copy the rpm installation to machine
  4. Stop splunk service
    cd $SPLUNKHOME/bin/
    ./splunk stop
  5. rpm -U filerpm.rpm
  6. Start splunk service (to start the migration)
    cd $SPLUNKHOME/bin/
    ./splunk start –accept-license
    yes if you are sure

Check it out, whether your indexer can work it out in the browser. It solves SPL-87651 known issue.

Google Pixel

Sudah dari tahun lalu saya mengantisipasi kedatangan gadget dari Google bernama pixel ini. Kalau sebelumnya mereka tidak cukup sukses dengan OS Chromiumnya, di stream gadget mereka tidak ketinggalan.

Kalau sebelumnya mereka dompleng ke Vendor Gadget terkemuka dengan sebutan Nexus, tahun ini mereka memperkenalkan Google Pixel ke dunia. Well, momennya lumayan oke untuk masuk ke pasaran, berhubung penguasa pangsa Android saat ini, Samsung, sedang ketimpa musibah karena isu baterai Galaxy Note 7 yang mudah meledak.

Dua hal menarik yang ingin saya ketahui waktu itu adalah (1) ada fitur di versi OS Android terbaru (Nougat) yang cuma ada di Google Pixel. Haha a lil bit cunning huh, google? (2) Kameranya yang katanya bagus, terutama di lowlight.

Nah baru-baru ini liat hasil foto google pixel malam hari dari postingan plus bung dhito, dan memang terbukti memang keren sih. Bahkan samsung S7 yang konon saat ini diduga memiliki kamera terbaik di dunia, masih tidak lebih baik saat low light.

30575027656_413449edd5_k

More photos of google pixel : click here.

Let’s see, how far, Google Pixel can go~

Mine is not yours

Suatu ketika saya ditanya oleh teman tentang tanggapan saya terhadap reaksi masyarakat muslim terhadap pernyataan salah satu tokoh politik yang menyudutkan agama saya.

Saya jawab dengan diplomatis, saya dukung mereka yang lagi demo, yang nulis di postingan di facebook, dan di media lainnya selama itu dalam kadarnya.

Kenapa?

Di era medsos ini sudah ada pergeseran pemikiran bahwa segala sesuatu bersifat stream. Informasi begitu banyak masuk kepala dan berlalu begitu saja. Perubahan ini mengerikan menurut saya, karena hal ini membuat orang jauh lebih apatis.

Dulu waktu ngaji pernah dibilangin (sumbernya saya gak tanya, karena dulu sih nurut-nurut aja), “Kalau kamu melihat hal buruk di depan mata, lawanlah. Jika kamu tak punya kuasa atasnya, bicarakanlah.. ” and so on.. yang intinya adalah janganlah kita berdiam diri ketika ada hal yang tidak benar terjadi di depan kita. Seberapa lemah kita, tidak peduli itu.

Well dalam konteks kali ini, Orang Jakarta, sudah sibuk sama urusannya sendiri-sendiri. Terhadap isu-isu yang beredar kadang sudah menjadi apatis. Semua informasi tentunya harus dipilah dan dikaji sih, tapi tetap saja kalau benar-benar ada hal salah di depan mata kita harus lawan. In my humble opinion.

Jika perasaan ingin melawan itu bisa diwakilkan oleh mereka, saya dukung mereka. As long as there are no violence.

Emangnya politikus itu berkata salah?

My Opinion: tidak bijak, tidak berkata pada tempatnya, judging

Ada dua hal yang saya pegang dari pelajaran ngaji pas masih kecil terhadap konteks ini :

  1. Kalaupun Islam nanti ada banyak golongan peganglah Al Quran dan Hadits sebagai pedoman, dan Ijma sebagai jembatan penyesuaian ajaran Islam lintas masa. Tafsir itu tidak bisa sembarangan dilakukan oleh orang, harus punya ilmunya.
  2. Al Kafirun, menyatakan tegas bahwa : agamaku agamaku, agamamu agamamu (well literally.. Aku tidak menyembah apa yang kau sembah, dan sebaliknya.. sampai diulang-ulang)

That’s my Islam. That is not yours. Sudah disyariatkan bahwa kita harus memilih pemimpin dari agama kami. Jika kami menyerukan itu ke sesama umat, kenapa lalu Anda mempersalahkan syariatnya. Kita tetep Respect each other kok, cuma kalau urusan agama yang wajib-wajib ya gak ada toleransi.

Even Khamr/Bir/Babi sudah dibuat sedemikian rupa oleh manusia abad depan menyehatkan tubuh, kalau dilarang, ya tetep aja haram hukumnya. *Syarat ketentuan berlaku

Just my two cents.

10K Jakarta Mandiri Marathon

Bermodal tiket early bird Rp.200 000 untuk kategori 10K yang notabene 4 tahun lalu harganya mungkin masih 100k, finally the run day had come.

Modal Lari :

  • Dua kali berenang 400m selama seminggu sebelum lomba
  • Lari terakhir : Agustus 2016. Waktu Lomba : October 23rd
10K Medal Finisher

10K Medal Finisher

Hello there Melanie Putri

Hello there Melanie Putri

IMA RUNNER

IMA RUNNER

I'm a runner.. a little blurry on the back

I’m a runner.. a little blurry on the back

Grep and Count Unique String Occurance (after a string)

So I got assignment about how to get and count unique command occurance from my log. For example I had this kind of log

REQ 20161010 command=buy | title=soap | note=yes
REQ 20161010 command=loan | title=book | note=yes
RESP 20161010 command=buy | title=book | note=yes
REQ 20161009 command=loan | title=pen | note=yes
REQ 20161010 command=buy | title=ink | note=no

I need to get this kind of result

buy 3
loan 2

so, after researched it, it is actually easy. You can try this kind of command

Grep the string at any row with string “command=” between any string

grep -oh “\w*command=\w*” *

Count row that contain “string” in file.txt

grep -c string file.txt

First grep the word that contain string start with “command=” and followed by any string in buy.log. And then sort by the result. Lastly using uniq -c, count the unique occurance of the command=\w*

grep -oh “command=\w*” buy.log | sort | uniq -c