Crap, SCTV (again) mengambil alih hak siar sepakbola

Setelah siaran langsung tim nasional diambil alih oleh SCTV sejak keberlangsungan piala AFF tahun 2010, SCTV kembali bergeliat untuk mengambil pasar sepakbola lainnya. SCTV Group terdiri dari stasiun SCTV itu sendiri, Indosiar, dan Nextmedia. Mulai musim 2012/2013 sampai 2014/2015 SCTV akan menyiarkan Liga Champions dan Liga Europa yang sebelumnya dipegang oleh MNC Group (RCTI, MNCTV, Global TV).

Nyon – UEFA telah memberikan hak siar Liga Champions untuk musim 2012/2013 sampai 2014/2015 di Indonesia kepada SCTV. Selain itu, SCTV juga akan menyiarkan pertandingan Liga Europa.

Dilansir situs resmi UEFA, SCTV akan menyiarkan pertandingan-pertandingan Liga Champions melalui saluran SCTV dan Indosiar. Sedangkan untuk jaringan TV kabel akan disiarkan melalui Nexmedia. Sebelumnya, hak siar Liga Champions di Indonesia dimiliki oleh RCTI dan Indovision.

Untuk siaran Liga Champions, SCTV akan menyiarkan satu pertandingan secara langsung dan dilanjutkan dengan program highlights di tiap malam pertandingan. Selain itu, SCTV juga akan menyiarkan tiga siaran tunda di tiap pekannya.

Sementara itu, Indosiar akan menyiarkan minimal dua siaran tunda tiap pekannya. Sedangkan Nexmedia akan menyiarkan satu pertandingan secara langsung serta sisa pertandingan secara tunda.

Untuk ajang Liga Europa, SCTV juga akan menyiarkan satu laga secara langsung, dua laga secara tunda, dan program highlights. Sementara Nexmedia akan menyiarkan semua sisa pertandingan secara tunda dan satu pertandingan secara langsung.

Dalam rilis tersebut juga disebutkan UEFA mengucapkan rasa terima kasihnya pada RCTI dan Indovision yang selama ini memegang hak siar Liga Champions dan Liga Europa di Indonesia.

Crap, ini bisa berarti bencana, untuk gw pribadi secara khusus. Sejauh ini stasiun TV lokal yang pernah bergeliat dalam dunia penyiaran sepakbola hanya ANTV, MNC Group, dan SCTV Group. Untuk yang terakhir baru terdengar namanya setelah Piala Dunia 2006 di Jerman.

Ada dua jenis penyiaran sepakbola: Penyiaran relay via satelit (stasiun TV hanya menayangkan saja gambar yang diterima dari satelit) dan Penyiaran yang dikelola sendiri oleh stasiun TV terkait.

Pada Piala Dunia 2006 dan 2010, gue sebenarnya cukup puas dengan performa SCTV dalam menyiarkan ajang sepakbola terbesar di dunia itu. Walaupun bentuk penyajiannya menurut gue kurang football-friendly dan lebih komersil, tapi gue masih puas. Nilai 7 dari 10 gue berikan untuk SCTV.

Tapi ketika giliran SCTV harus mengelola sendiri siaran itu (Piala AFF, Kualifikasi Pra Piala Dunia), they’re suck!!!  Bahkan ANTV lebih baik dalam urusannya menyiarkan sepakbola lokal. Gue inget banget ketika Indonesia bertanding dan disiarkan di TV, Stadion Gelora Bung Karno tampak seperti Laut Carribean. Kabut dan asap semuanya menutupi layar televisi, pencahayaan juga buruk, persiapan kamera sangat kacau, dan pengambilan shooting gambar juga jelek, timing perpindahan scene mereka buruk. Gue dengan susah payah menikmati permainan timnas garuda kita. Gue bersyukur Sea Games tidak harus disiarkan oleh SCTV melainkan oleh RCTI. Penyajian siaran langsung RCTI menghasilkan gambar yang baik, tidak ada kabut yang terlihat. Kalau ketika menonton pertandingan di SCTV GBK seperti hanya memakai lampu neon, semuanya serba hijau, kalau siaran yang dibuat oleh RCTI terang benderang.

Secara khusus terkait Liga Champion, gue nggak rela kalau hak siar berpindah tangan dari RCTI. Rasanya sangat sakral untuk menonton Liga Champion di RCTI sejak 1998-2012. Dengan anthem song Liga Champion yang selalu bikin merinding, penyajian Liga Champion di RCTI sangat football-friendly. Yang disiarkan hanya preview-highlight-komentator-quiz secukupnya lalu siaran langsung. Nggak banyak neko-neko. Satu hal yang pasti mereka lebih berpengalaman.

Ada tiga kemungkinan besar mengapa LC nggak disiarin sama RCTI :

  1. RCTI nggak mau memperpanjang kontrak
  2. SCTV mengambil inisiasi untuk mengkontrak hak siar LC dan UL
  3. UEFA nggak mau menganggap terjadi monopoli hak siar di negara-negara pelanggan, hal yang sama terjadi ketika PD tahun 2006 diambil alih oleh SCTV

Thank you very much, SCTV  X(

No more sacred Champions League

Sayonara~

About these ads

27 pemikiran pada “Crap, SCTV (again) mengambil alih hak siar sepakbola

  1. Koreksi nih ky…

    Piala Dunia 2010 itu yg nyiarin bukan SCTV, melainkan MNC Group (RCTI, Global, MNCTV). Cuma Piala Dunia 2006 doang yg pernah ditayangin SCTV.

    Begitu juga Piala AFF 2010 kemarin di Indonesia itu yg nyiarin RCTI bukan SCTV.

  2. ada lagi yg perlu dikoreksi… liga champions dah ada di rcti sebelum 1998, tepatnya gw lupa… seinget gw taon 96 pas final juve vs ajax amsterdam gw aja sampe bela2 in numpang nonton di tv tetangga coz di rumah gw belum bisa menangkap siaran rcti (pake parabola tapi diacak)

  3. Wah bencana banget nih buat siaran sepak bola di TV Indonesia. Tahu gak? RCTI udah 20 tahun nayangin Liga Champions UEFA dari tahun 1992 sampe 2012 plus Liga Europa UEFA. Walaupun cuman 1 pertandingan yang disiarkan langsung tiap Selasa dan Rabu malam di Eropa atau Rabu dan Kamis dinihari WIB utk UCL dan 1 pertandingan live di hari Kamis malam di Eropa atau Jumat dinihari WIB utk UEL + pertandingan tunda yang siarannya banyak banget, RCTI masih dianggap profesional dalam menangani sepak bola, khususnya sepak bola luar negeri yang memang RCTI menyajikan bola luar negeri secara menarik dan kompeten dan lebih football friendly, UCL dan UEL contohnya, komentar soal jalannya pertandingan paling banter cuman 5-10 menit habis itu udah matchnya, kalau siaran tunda, biasanya komentar soal jalannya pertandingan lebih singkat dan gak neko2. Quiznya juga biasanya di akhir pertandingan. Oh ya, highlights UCL dan UEL di RCTI dibawakan dalam bahasa Inggris tanpa subtitle bahasa Indonesia, jadi hanya bawaan dari UEFAnya aja. RCTI emang hobi menayangkan sepak bola luar negeri, baik skala domestik yg dulu pernah tayang kayak Liga Italia Serie A (sekarang ditayangkan Indosiar), Liga Primera Division Spanyol (sekarang ditayangkan tvOne) dan Bundes Liga Jerman dan skala Global misalnya Piala Eropa UEFA yang ditayangin sejak tahun 1992, Piala Dunia FIFA yang tayang bersama dari tahun 1990, 1994 dan 1998 dan tayang tunggal tahun 2002 (kecuali Piala Dunia FIFA 2006 yang hak siarnya dipegang tunggal oleh SCTV) dan 2010 yang duet sama Global TV dengan lisensi dari Electronic City Entertainment. Berharap aja RCTI dapat lisensi hak siar Piala Dunia FIFA 2014 dari grup Bakrie selaku pemegang hak siar PD FIFA 2014. Gak cuman bola Eropa aja loh, RCTI juga nayangin bola Asia dan Amerika Latin. Biasanya RCTI nayangin Piala Asia AFC yang ditayangkan duet sama Global TV tahun 2007 dan tunggal tahun 2011 dan berharap aja bisa siarin Piala Asia AFC 2015 dan Copa America, yang dimana sudah ditayangkan RCTI sejak tahun 2007 dan mengambil alih dari SCTV loh, plus edisi 2011 dan berharap aja RCTI nyiarin Copa America 2015. Oh ya, klo Piala AFF yang dulu namanya Tiger Cup emang aku kurang tahu infonya, tapi sebelum RCTI yang tayangin, Trans 7 tayangin Piala AFF 2006 sebelum akhirnya RCTI duet sama MNC TV (waktu itu TPI) nayangin edisi 2008 stlh siaran bareng Piala Eropa UEFA 2008, krn emang MNC Group komplit nyiarin Piala Eropa UEFA 2008, mulai dari RCTI, MNC TV, Global TV dan Indovision semua nyiarin pertandingan dan bagusnya, satu pertandingan siarannya bareng. Trs edisi AFF 2010 RCTI menayangkan tunggal loh. Emang SCTV akhir2 ini hobinya nyodok lahan orang mulu, hak siar Timnas sepak bola Indonesia aja bisa diambil, eitsss…. Tunggu dulu, waktu friendly match Indonesia vs Yordania tahun lalu yang nyiarin langsung siapa? RCTI bukan SCTV. Mungkin itu pertandingan timnas PSSI terakhir di RCTI. Sekarang RCTI dkk dapat hak siar bola dalam negeri, yakni Indonesia Premier League. Entah kenapa ya? Klo urusan bola dalam negeri emang RCTI kurang kompeten, lebih kompetennya bola luar negeri. Tengok aja, gak semua pertandingan IPL disiarkan RCTI kan dan kemasannya, kurang begitu pas. Bahkan waktu nyiarin Timnas PSSI dulu, seringnya tunda bahkan dicerca, “RCTI TIDAK PANTAS SIARKAN BOLA INDONESIA” begitu cercaannya. Emang sih klo bola dalam negeri ANTV unggul, klo RCTI bola luar negerinya unggul. Klo mau nyiarin bola luar negeri, stasiun TV swasta di Indonesia harus banyak belajar dari RCTI yang udah sering dan makan banyak pengalaman dalam menyiarkan bola luar negeri dengan kemasan yang menarik untuk ditonton. Nah, jangan sedih pecinta UEFA, karena RCTI masih kok nyiarin Piala Eropa UEFA tahun 2012 dan 2016 bersama Indovision lewat channel MNC Sports dan banyak2 berdoa dan optimis aja semoga UCL dan UEL kembali ke RCTI mulai musim 2015/2016 dst. Berdasarkan pengamatan saya, emang mayoritas UEFA lovers msh suka UCL itu ditayangkan RCTI karena udah klop banget dan respon negatif ditunjukkan UEFA lovers kala mendengar UCL dan UEL pindah ke SCTV. Tapi saya ingatkan sekali lagi, banyak2 berdoa dan optimis aja semoga setelah kontrak hak siar UCL dan UEL di SCTV habis tahun 2015, UCL dan UEL bisa ditayangkan kembali oleh RCTI mulai musim 2015/2016 dst, bahkan dipermanenkan. Praktis sekarang program olahraga RCTI hanya sedikit, tinggal Indonesian Premier League sm turnamen bola luar negeri musiman, misalnya nanti ada Piala Eropa UEFA 2012 dan 2016 dan turnamen2 bola luar negeri skala kecil. Bagusnya, waktu SEA Games 2011 kemaren, RCTI dkk yg nyiarin klo gak salah cabang olahraga sepak bola, futsal, badminton, renang, bola voli, senam indah, bola basket dan dayung di SEA Games 2011 dr 43 cabang olahraga yg dipertandingkan. Dan kemasan penyiarannya, bagus sekali, apalagi klo cabang2 olahraga yg disiarkan oleh RCTI, menarik untuk ditonton, tak kalah juga cabang2 yg disiarkan oleh kawan2 RCTI spt MNC TV, Global TV dan MNC Sports juga siarannya menarik untuk ditonton. Soal olahraga luar negeri, serahin aja ke MNC Group, khususnya MNC Sports yg emang nayangin banyak program olahraga luar negeri di MNC Sports 1 dan khusus dalam negeri di MNC Sports 2 (walaupun terselip juga acara olahraga luar negeri). Klo soal bola luar negeri emang RCTI ahlinya. Tapi yang kita dapat malah berujung duka cita karena RCTI tidak ambil hak siar UCL dan UEL musim 2012/2013 hingga 2014/2015 yg jadi milik SCTV. OK, selamat menderita deh buat saudara2ku di luar Jakarta dan kota2 besar lainnya karena kemungkinan besar, bagi yang menggunakan parabola, akan diacak siarannya oleh SCTV. Dan bagi yang punya antena UHF, kualitas gambarnya akan jelek. Selamat menikmati penderitaan UCL dan UEL selama ditayangkan SCTV dan Indosiar. RCTI masih NOMOR SATU soal sepak bola Mancanegara.

  4. Mau TV mana aja yg nyiarin Sepakbola luar negeri, yg pastinya akan diacak. Bagaimana sepakbola Indonesia mau maju? Ditambah lagi cuma satu2nya didunia ini bahwa ada 2 organisasi yang mengurus persepakbolaan di suatu negara yaitu di Indonesia. Belum lagi sistem pengkrekrutannya masih menganut sistem suka2 aku. Bayangkan sj Indonesia punya pnduduk sejumlah ± 2 jt org, tp cuma mencari 11 org untuk menjadi pemain sepakbola saja nggk dapat. Bagaimana punya mimpi untuk menyelenggarakan pesta sepakbola dunia (piala dunia)? Baru mau membangun sarana olahraga di Bandung aja da menuai masalah banyak. Apalagi nntinya membangun sarana dan prasarana utk psta akbar itu. Pasti lebih runyam lg kan?

  5. inget piala dunia 2006 di SCTV…mnurut w ancur,,,,,,,,,komentator kyk anak2 baru blajar ngomong,,,nyrocos mulu kg jelas..beda dngn RCTI yg lbih enak diliat,,,
    alamat nonton UCL cma pas final ajj ini,,,,,,,,,,,,SANGAT SANGAT KECEWA UCL DI SIARIN DI SCTV……….

    • Yah betul banget, saya ngeliatnya aja udah mau muntah waktu itu. Saya juga kecewa mengapa RCTI yang sudah 20 tahun menyiarkan UEFA Champions League sejak musim pertamanya, 1992/1993 harus kehilangan hak siarnya gara-gara diambil SCTV. sebagai UEFA lovers sejati, saya sangat-sangat kecewa. Tapi, saya sudah bilang, banyak-banyak berdoa aja, kan kontraknya sampai musim 2014/2015 kan? Semoga aja UEFA Champions League, UEFA Europa League dan UEFA Super Cup musim 2015/2016 dan seterusnya bisa diambil alih kembali oleh RCTI dan bahkan dipermanenkan alias dikontrak seumur hidup, sebagaimana ajang Formula One mengontrak sirkuit Silverstone untuk tuan rumah Grand Prix Inggris hingga tahun 2027.

    • Ya, kalau saya bilang sih sabar aja. Banyak2 berdoa aja deh, semoga RCTI dapat mengambil alih kembali hak siar UEFA Champions League, UEFA Europa League dan UEFA Super Cup mulai musim 2015/2016 dan seterusnya. Dan semoga juga RCTI yang dapet hak siar FIFA World Cup 2018, 2022 dan seterusnya.

  6. mereka pikir sih kita warga indonesia husus luar kota neh kaya-kaya bngt, mo nonton liga mana aja harus make duit… hehehe.. nasib..nasib, np w dlu gk lhir di USA ya…??
    pokoknya bagi yg kiskin jgn hrp bs nonton dah… kayak gua neh…
    nonton liga RT aja d kampung… enak, gk pke acak, gk pake byr.. hehehe.. nasiiiiiib.!!
    aneh lagii… kt temnku yg udah bpsg indovison masih gk bs ninton LC, beli oreng jg msh gk bs nonton kualifikasii word cp, mau abis duit brp br bsa nonton tu..?

  7. skrg, kualifikasi world cup di sctv di scramble alias acak. harus beli yg gmn lagi biar bsa nontonnya? mohon tmn2 kalo ada yg tau di replay yah… mksh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s