Badminton : Single Common Sense

Setelah beberapa kali main single sama nicky dkk, unconscious simulator di kepala gue terus terusan bekerja secara keras.

Bola servis gue lambungkan, bola coba di clear lob ke ujung kanan oleh lawan, gue mundur jauh ke belakang, bola nampak mampu untuk di smash, sepintas gue mengintip posisi lawan dimana, mengetahui lawan sudah berada di posisi stabil di tengah lapangan yang terpikirkan oleh gue adalah antara melakukan drop shot menyilang, drop shot ke sisi terdekat, clear lob tapi gue gak yakin punya kekuatan untuk melakukan clear sejauh itu untuk menyilangkan bola, atau di smash.

Whoosh!!

Terlalu banyak berpikir bola yang coba gue smash menyangkut ke net.

Kali ini giliran gue menerima servis. Gue berdiri di tengah-tengah untuk mengantisipasi panjangnya ruang servis untuk game single badminton namun cukup untuk menjangkau bola servis pendek dari lawan. Bola yang diservis oleh lawan melambung tinggi sangat jauh. Gue sudah siap dengan mundur jauh ke belakang. Posisi lawan ada di tengah namun condong ke kanan dari pandangan gue. Secepat kilat gue coba drop shot ke kiri dekat net. Lawan masih bisa menjangkaunya dan………

Well, berbagai kombinasi pukulan dan gerakan berputar-putar di kepala gue.

Tahukah Anda terkadang unconscious simulator yang bekerja di kepala Anda merupakan common sense startegy yang kita pikirkan tapi belum mampu kita realisasikan di dunia nyata.

Bermain single/tunggal dan bermain double/ganda  di badminton sangat berbeda dari segi strategi. Bermain single kita harus bisa lebih taktis, dimana setiap pukulan dari kita harus bisa menyulitkan lawan. Jika bermain ganda ketika bola kembalian kita tidak terlalu sulit untuk dibalas oleh lawan, kita masih bisa selamat dari serangan lawan karena kita main berdua. Kita punya cukup waktu untuk melakukan recovery posisi.

Main single nggak bisa gitu. Kalau kita salah mengembalikan bola, kita akan mati menerima respon dari lawan. Atau paling nggak kita bakal dibuli-buli sama lawan.

Misalnya saja kita mendapatkan bola di depan net, naluri kita kebanyakan akan melakukan netting bukan? Kalau kalian melakukan itu tanpa melihat posisi lawan dimana saat itu, kita akan mati pada langkah selanjutnya. Entah kita sudah ditunggu di depan net, atau bola sudah siap untuk dilob ke tempat yang jauh dari jangkauan kita.

Rule utamanya : Selalu mengintip posisi lawan sebelum mengembalikkan bola. Setiap kembalian bola dari kita harus menyulitkan lawan. Mengembalikkan bola clear lob yang gagal adalah hukuman mati bagi kita. 

Berikut beberapa common sense yang gue tangkap selama menyaksikan berbagai pertandingan bulu tangkis, dan berdasarkan yang gue alami selama bermain single dalam badminton.

1. Service Common Sense (single)

Kebanyakan servis akan dilakukan dengan melob tinggi ke belakang.

Alasan 1 : Dengan melakukan servis pendek, posisi kita lebih vulnerable.

Alasan 2 : Lawan yang diberikan servis pendek cenderung dapat mengembalikan bola semau mereka dan lebih mudah. Mereka bisa melakukan netting, netting silang, lob silang, lob lurus, ataupun pukulan drive. Disadvantage bagi kita adalah mereka punya banyak opsi mengembalikan bola.

Alasan 3 : Terutama kalau yang main pemula sih, dengan kita memberikan servis panjang ke belakang (lob), lawan akan lebih sulit mengembalikan bola. Opsi mereka hanya dua : drop shot/smash (bola akan jatuh di daerah dekat net atau tengah) dan Clear Lob (bola akan jatuh di belakang lapangan). Sementara itu kita sudah siap di tengah kemanapun lawan akan mengembalikan bola.

Lawan yang siap akan segera mundur ke belakang dan mengambil posisi smash. Jangan khawatir karena daerah jangkauan smash mereka sangat kecil, terutama jika lawan tidak memiliki kemampuan smash yang di atas rata-rata. Dan kalau mereka memaksakan smash tajam kemungkinan menyangkut di net tinggi.

Bola akan lebih sering di lob ke belakang atau melakukan drop shot menyilang.

2. Netting Common Sense (Single)

Kebanyakan orang (terutama pemula) sebaiknya tidak terlalu sering melakukan netting kecuali jika jarak lawan relatif jauh dari target netting kita. Netting silang opsi yang baik.

3. Menerima hasil lob bola (single)

Cara ini dapat dicoba sesekali : Kembalikan bola lob ke daerah lob sebelumnya. Biasanya setelah mengembalikan bola lob, orang cenderung lari maju ke tengah untuk mengcover lapangan dan ketika kita segera mengembalikan bola mereka dengan entah lob ataupun drive ke daerah itu kembali mereka akan sudah salah langkah. (Most of newbies will be defeated by this method, I’m talking about me especially lol)

Misal lawan berada di kanan belakang melakukan clear bola lob dengan lob, coba kembalikan kembali ke kanan belakang. Biasanya orang akan salah langkah, dan sebaik-baiknya lawan tersebut biasanya mereka akan mengembalikan bola yang relatif mudah untuk kita.

4. What to do next?

Apa yang harus kita lakukan selanjutnya? Selalu berikan bola yang sulit dikembalikan untuk lawan, common sensenya ya coba permainkan lawan. Kalau posisi mereka dekat kasih bola jauh, begitu pula sebaliknya.

Coba jangan monoton. Jangan terus-terusan melakukan lob. Kombinasikan netting, lob, drop shot, dan smash. Servis pun begitu kadang-kadang coba tipu lawan dengan servis pendek.

5. Dua soft skill yang cukup perlu dilatih oleh kita

1# Mengintip posisi lawan sebelum memukul bola (minimal). Kalau mata kalian lebih jago lagi coba mengintip flow gerakan lawan sebelum memukul (GREAT!!)

2# Pukul bola dengan delay sepersekian second. Dengan melatih skill ini, lawan akan lebih sering tertipu. Misal bola yang hampir terpukul oleh kita untuk dilakukan netting, dalam sepersekian detik, kita coba tahan untuk tidak memukulnya namun justru kita berikan clear lob ke belakang. Selain tipuan jenis pukulan, bisa juga kita lakukan tipuan arah pukulan. Yang tadinya posisi tubuh kita untuk melakukan netting adalah ke arah lurus, coba tahan bola itu sebentar di udara lalu lakukan netting menyilang.

Common sensenya : seorang pemain akan bergerak mengikuti motion gerakan lawan yang akan memberikan bola.

6. Basic pukulan yang wajib dikuasai ketika bermain single

Pukulan clear lob. Pukulan melambung tinggi ke daerah belakang lapangan lawan.

Kebanyakan pemain pemula tidak memiliki tenaga untuk melakukan ini sehingga bola kembaliannya cenderung tanggung sehingga lawan dengan mudah dapat memberikan smash.

Penting sekali melatih kekuatan tangan kita untuk melakukan clear lob. Coba perbaiki posisi tubuh saat melakukan pukulan lob. Coba latih juga kegesitan agar kita dapat segera bisa lari ke belakang untuk mengambil bola lob. Membeli raket yang lebih ringan juga dapat membantu kita mendapatkan power clear lob. (Raket sambungan yang ada T nya cenderung berat, tapi raket itu bisa juga digunakan untuk melatih power kita).

Dengan menguasai pukulan clear lob, mulai dari akurasi pukulan, power(tidak terlalu lemah untuk menjadi bola tanggung atau tidak terlalu kencang sehingga bola out), dan kegesitan mengambil posisi tubuh, kita akan lebih aman ketika bertahan. Dengan melakukan clear lob, bola cenderung melayang cukup lama di udara sehingga memberikan kita cukup waktu untuk mengambil posisi yang bagus untuk defend.

Netting dan smash juga pukulan yang oke untuk dikuasai untuk memberikan poin. Tapi dalam bermain single pukulan clear lob lebih memberikan nyawa dan nafas untuk kita. Clear lob yang paling sulit adalah ketika kita harus melakukannya dalam posisi backhand. Kalau kalian belum menguasainya? Lebih gesit, lakukan forehand clear lob dimanapun kalian berada lol :D

***Based on unconscious simulator.

About these ads

7 pemikiran pada “Badminton : Single Common Sense

  1. huaha pada permainan single untuk menekan lawan digunakanlah pressing area, dgn positioning bola membuat lawan berlari kesana kemari dengan serangan rally yang bervariasi tergantung kelemahan lawan.
    Berbeda dengan ganda untuk menekan musuh biasanya dilakukan dengan attack/smash. pada tunggal putra smash digunakan scra efektif, lakukan smash kalo yakin masuk aja. Untuk melakukan pukulan lob, drive dsb yang baik dibutuhkan pergerakan yang baik /footwork. Disini yang paling fundamental menurut gw adalah footwork. huahah cmiiw

  2. Yang jelas olahraga apapun, kalo mau main mesti pemanasan dulu. Kalo di badminton paling nggak, pemanasan tangan cukup dengan peregangan. Sedangkan untuk kaki ya ‘simulasi’ pindah-pindah kaki seperti sedang menerima kembalian shuttle cock. Trust me, it works!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s