Sabana Franchise

Posted on Juli 30, 2011

2


Di daerah Cisitu Bandung, ada sebuah franchise ayam goreng (Fried Chicken) pinggir jalan yang dangat digandrungi anak-anak sekitar Cisitu. Ada yang menarik menurut saya dari franchise ini.

Selling Spot

Pertama kali saya mencoba produk franchise ini sebenarnya tidak terlalu berkesan. Sabana membuka etalase warung di pinggir jalan utama Cisitu Lama, yang memang ramai dilalui orang. Walaupun ramai sebenarnya dari segi tempat tidak terlalu strategis. Tempat jajanan makanan paling strategis (di MALAM hari) di daerah Cisitu adalah daerah persimpangan Pusdiklat Geologi hingga Alpina. Spot ini memang dekat dengan cisitu lama, cisitu Indah, serta daerah perumahan Dago Asri. Spot lain yang tidak kalah strategis adalah tikungan LIPI yang paling dekat diakses dari warga di sekitar Cisitu Baru dan Sangkuriang. Selain dua spot ini biasanya “mahasiswa” Cisitu biasanya keluar dari Cisitu entah itu simpang Dago atau cafe/warung makan lain. Spot franchise Sabana yang lain adalah di depan Asrama Bumi Ganesha. Sekali lagi spot itu cukup jauh dari keramain menurut saya. Karena dari segi lokasi sebenarnya kurang oke, anggap saja kita beri poin 7.

Taste

Bagaimana soal rasa? Saat pertama membeli ayam sabana, saya pikir rasanya standar, malah dibawah rata-rata IMO. Ayamnya kurang krispi, dagingnya tidak lembut, kulit terluarnya kecoklatan. Saya nggak ngerti dimana letak salahnya, mungkin resepnya kurang oke. Oleh karena itu Ayam Sabana saya kasih nilai 6. Tunggu dulu, tunggu dulu, jangan dikasih nilai dulu. Beberapa bulan kemudian saya mencoba ayam sabana lagi setelah seorang teman terus menerus membeli ayam itu. Heran dengan fenomena sabana belakangan ini saya ikut-ikutan beli, padahal saya sudah tahu kalau rasanya kurang enak. Ternyata sang empunya franchise melakukan perubahan. Resepnya nampaknya berbeda. Ayam Sabana yang sekarang dalam opini saya seperti ayam krispinya KFC atau McDonald. Mungkin lebih ke KFC dari segi kelembutan ayamnya dan lebih ke McD dari segi kekrispian ayamnya. Saya salut sama inovasi sang empu franchise ini. Soal rasa saya beri nilai 8

Presentation

Dari segi presentation. Dari pertama kali saya tahu franchise ini ada dua poin kuat yang dimiliki oleh franchise ini. Ini salah satunya. Tidak seperti franchise “ayam goreng kentucky” pinggir jalan lainnya, penyajian ayam gorengnya kepada pelanggan dibuat sebaik dan semenarik mungkin. Pertama dari nasi. Nasi dibungkus dengan plastik yang lumayan tebal sedikit berbeda dengan lainnya yang biasanya menggunakan pelepah pisang. Kedua dari gerobaknya. Gerobak sabana biasanya lebih besar dan terlihat rapi dan bersih. Ketiga, tidak seperti franchise lain sejenis Sabana, disediakan tempat untuk makan di tempat. Mungkin lokasi Sabana harus disesuaikan dengan space mungkin ya. Mereka mencoba untuk menunjukkan quality dan saya pikir mereka berhasil. I’ll give that 8.

Terakhir, salah satu sisi kuat Sabana, strategi penjualan. Mungkin beberapa franchise lain sejenis juga ada yang melakukan ini sih. Mereka memberikan paket-paket layaknya franchise “ayam kentucky” kelas atas.

  • ayam I (paha bawah/dada) : 5000 IDR
  • ayam II (sayap/paha atas) : 4500 IDR
  • nasi : 2500 IDR
  • Paket 1 : ayam I + nasi 7000 IDR
  • Paket 2 : ayam II + nasi 6500 IDR
  • Paket 3 : Paha bawah/dada + Sayap/paha atas + nasi 11.500 IDR

Well, well. Dari setiap paket itu mereka cuma kasih diskon 500 IDR tapi seolah-olah itu suatu big deal bagi para pelanggannya. Menarik menurut saya. Saya pernah bertanya sama penjaja franchise ayam kentucky lain,

” Bang, kalau saya beli dua dapet diskon nggak?”

“Wah, mana ada dik”

Jadi, strategi penjualan seperti ini saya kasih nilai 9 deh.

Overall rating 

  • Pemilihan Lokasi : 7
  • Rasa : 8
  • Presentasi : 8
  • Strategi Penjualan : 9

Overall rate : 8

Sebagai info, kemarin denger-denger temen ada yang tertarik membuka franchise ini. Rupanya masih murah, siapa tahu ada yang tertarik, rangenya sekitar 2-3 juta sudah termasuk ini itu.

About these ads
Posted in: resensi + review