Internet,,
sapa sih skrg yg gak knal ama ini…
klo blom knal sih klewatan btull, karena ini udah jd kebutuhan lho.
tapi emang semuanya tahu sejarah internet? paling -paling kalian duduk depan kompie warnet atau rumah, nge-emailin orang, browsing, download, login-log out, main fs, ato nge game online…
rasanya kurang klo kita ini yg udah mendarah daging ama nge-’net’, atau bahkan hidup mau mati tanpa browsing, klo gak tahu sejarahnya
here it is…
Sejarah intenet dimulai pada 1969 ketika Departemen Pertahanan Amerika, U.S. Defense Advanced Research Projects Agency(DARPA) memutuskan untuk mengadakan riset tentang bagaimana caranya menghubungkan sejumlah komputer sehingga membentuk jaringan organik. Program riset ini dikenal dengan nama ARPANET. Pada 1970, sudah lebih dari 10 komputer yang berhasil dihubungkan satu sama lain sehingga mereka bisa saling berkomunikasi dan membentuk sebuah jaringan.
Tahun 1972, Roy Tomlinson berhasil menyempurnakan program e-mail yang ia ciptakan setahun yang lalu untuk ARPANET. Program e-mail ini begitu mudah sehingga langsung menjadi populer. Pada tahun yang sama, icon @juga diperkenalkan sebagai lambang penting yang menunjukkan “at” atau “pada”. Tahun 1973, jaringan komputer ARPANET mulai dikembangkan ke luar Amerika Serikat. Komputer University College di London merupakan komputer pertama yang ada di luar Amerika yang menjadi anggota jaringan Arpanet. Pada tahun yang sama, dua orang ahli komputer yakni Vinton Cerf dan Bob Kahn mempresentasikan sebuah gagasan yang lebih besar, yang menjadi cikal bakal pemikiran internet. Ide ini dipresentasikan untuk pertama kalinya di Universitas Sussex.
Hari bersejarah berikutnya adalah tanggal 26 Maret 1976, ketika Ratu Inggris berhasil mengirimkan e-mail dari Royal Signals and Radar Establishment di Malvern. Setahun kemudian, sudah lebih dari 100 komputer yang bergabung di ARPANET membentuk sebuah jaringan atau network. Pada 1979, Tom Truscott, Jim Ellis dan Steve Bellovin, menciptakan newsgroups pertama yang diberi nama USENET. Tahun 1981 France Telecom menciptakan gebrakan dengan meluncurkan telpon televisi pertama, dimana orang bisa saling menelpon sambil berhubungan dengan video link.
Karena komputer yang membentuk jaringan semakin hari semakin banyak, maka dibutuhkan sebuah protokol resmi yang diakui oleh semua jaringan. Pada tahun 1982 dibentuk Transmission Control Protocol atau TCP dan Internet Protokol atau IP yang kita kenal semua. Sementara itu di Eropa muncul jaringan komputer tandingan yang dikenal dengan Eunet, yang menyediakan jasa jaringan komputer di negara-negara Belanda, Inggris, Denmark dan Swedia. Jaringan Eunet menyediakan jasa e-mail dan newsgroup USENET.
Untuk menyeragamkan alamat di jaringan komputer yang ada, maka pada tahun 1984 diperkenalkan sistem nama domain, yang kini kita kenal dengan DNS atau Domain Name System. Komputer yang tersambung dengan jaringan yang ada sudah melebihi 1000 komputer lebih. Pada 1987 jumlah komputer yang tersambung ke jaringan melonjak 10 kali lipat manjadi 10.000 lebih.
Tahun 1988, Jarko Oikarinen dari Finland menemukan dan sekaligus memperkenalkan IRC atau Internet Relay Chat. Setahun kemudian, jumlah komputer yang saling berhubungan kembali melonjak 10 kali lipat dalam setahun. Tak kurang dari 100.000 komputer kini membentuk sebuah jaringan. Tahun 1990 adalah tahun yang paling bersejarah, ketika Tim Berners Lee menemukan program editor dan browser yang bisa menjelajah antara satu komputer dengan komputer yang lainnya, yang membentuk jaringan itu. Program inilah yang disebut www, atau Worl Wide Web.
Tahun 1992, komputer yang saling tersambung membentuk jaringan sudah melampaui sejuta komputer, dan di tahun yang sama muncul istilah surfing the internet. Tahun 1994, situs internet telah tumbuh menjadi 3000 alamat halaman, dan untuk pertama kalinya virtual-shopping atau e-retail muncul di internet. Dunia langsung berubah. Di tahun yang sama Yahoo! didirikan, yang juga sekaligus kelahiran Netscape Navigator 1.0.
Oh, ya klo kalian mau tahu, di Indonesia sendiri keberadaan Internet mulai diakui mulai akhir tahun 90-an. sebelumnya cuma buat sarana komunikasi antar universitas. Kalo gak salah dimulai dari jaringan internet di UI(Univ Indonesia).
dan terus berkembang hingga skrg…
knapa nge-net mahal disini, lamban pula , padahal di Jepang gratis n cepat.
dulu ngenet gak lewat broad band… atau jalur utama. jadi sibuk banget klo pd penuh.
that’s all…
now you can upload-download, nge-fs, browsing, chatting, and…
hacking (eits, buat yg satu ini jgn disalahgunakan ya…)
Permalink
Tinggalkan sebuah Komentar
kmaren udah dibahas ttg Teknologi kan?
yah, ini tugas lagi sih, tapi menarik juga…
kali ini mau dibahas tentang pengaruh teknologi dalam media.
kalau kita perhatiin semakin canggih zaman kita, semakin canggih pula film-film di sekitar kita…
nih pengaruh dari teknologi…
dari film >>
ada The Core , Swordfish, Star wars, Transformers dan Die Hard4
Pada film The Core diceritakan bahwa bumi mengalami retakan yang luar biasa, sehingga para ahli geologi dalam waktu yang mustahil singkat harus menjelajah ke core bumi untuk menghentikan laju retakan tersebut. Bagaimana diciptakannya pengebor raksasa yang rasanya mustahil dibuat untuk menembus core bumi.
Sedangkan pada swordfish dan Die Hard 4 lebih menceritakan peradaban teknologi informasi. pesatnya teknologi pada film itu membuka pula celah kriminalitas digital. Khusus pada film Die Hard, film tersebut menggambarkan betapa bahwa Negara adidaya Amerika Serikat memiliki sistem komputasi yang canggih, bahkan sistem transportasi, perbankan, dan sektor-sektor umum didominasi oleh mesin bernama komputer. Keamanan digital pun menjadi sangat vital.
dari Lagu >>
mungkin untuk lirik lagu memang jarang yang berbau teknologi, namun dari aliran musik sudah ada. Mereka menyebutnya ini sebagai aliran techno. Kalangan pemusik tersebut memasukkan efek-efek yang tentunya membutuhkan teknologi yang tinggi, tidak sekedar perkusi, atau alat band lainnya
dari Buku >>
kalau buku sudah banyak sekali yang mengambil ide dari teknologi.
Ada Time Machine, walaupun saya belum membacanya, tapi ceritanya tentang profesor yang menemukan alat pembalik waktu, hingga sampai ke sebuah peradaban gorilla jauh beratus-ratus tahun lamanya.
Ada juga buku Digital Fortress karangan Dan Brown. Menceritakan tentang pesatnya teknologi informasi, seperti alat decoding dan bangunan yang berteknologi canggih, dengan node yang sangat lengkap, dll.
Buku Angel and Demons karangan Dan Brown, menurut saya juga menceritakan tentang teknologi canggih lainnya. Buku itu menceritakan tentang teknologi dan agama. Pembangkit partikel (akselerator) buatan CERN di dataran Eropa. Lalu penemuan Anti materi. Dan Brown dengan brillian memberikan konflik yang dahsyat dengan menggabungkan fakta dan impian.
masih banyak lagi ide teknologi yang diterapkan di dunia hiburan sana.
arsitektur, seni, dan budaya
prepare for next high technology!!
Permalink
Tinggalkan sebuah Komentar
rasanya bahasa inggris sama bahs Indonesia gak bisa disamain ya…
seperti konsep teknologi di Indonesia mungkin di dunia sana mereka menyebutnya Concept in Engineering…
mungkin kalian mikir “lu ngomong apa sih?” tapi klo dipikir lebih dalam mungkin kita itu sebenarnya cuma bisa ngomong doang. emangnya kalian tahu makna teknologi yang sebenarnya? nggak kan? saya juga gak bgitu mengerti sih , tapi saya cuma sekedar mengungkapkan pendapat aja…
teknologi dilihat dari status pengetahuan kita yang sekarang dalam bagaimana menggabungkan sumber daya untuk memproduksi produk yang diinginkan( dan pengetahuan kita tentang apa yang bisa diproduksi). Oleh karena itu, kita dapat melihat perubahan teknologi pada saat pengetahuan teknik kita meningkat.
itu menurut wikipedia…
tapi menurut saya teknologi itu berarti suatu hal–apapun– yang menggunakan prinsip-prinsip pengetahuan dan efisiensi, profesional serta harus terstruktur.
oh, ya teknologi lebih bersifat peradaban, atau sesuatu yang dianut atau dijadikan pegangan.
misal, itb mengapa tidak institut teknik tapi teknologi?
itu karena menurut saya ITB adalah lembaga pendidikan yang profesional, yang mengelompokkan bidang-bidang pengetahuan yang serupa lalu menjuruskan anak didiknya pada bidang-bidang yang khusus, sehingga menciptakan tenaga-tenaga yang profesional pada bidangnya masing-masing.
kenapa tidak teknik? menurut saya ‘teknik’ itu sifatnya lebih sempit. sehingga tidak cocok untuk lembaga pendidikan yang tidak mengajarkan satu bidang khusus tertentu, tetapi beragam.
that’s all what I say…
jujur aja artikel ini saya tulis karena ditanya ma dosen, pak Budi
Beliau banyak membuka pikiran saya tentang hal-hal yang tak terpikirkan sebelumnya.
Permalink
Tinggalkan sebuah Komentar