Sejarah Radio Wireless

April 1, 2008 at 6:24 PM (~arc~)

[tugas ARC, part 2 dan 3]

Radio Wireless di Indonesia lebih sering dikenal sebagai radio amatir.

Kegiatan Amatir radio sudah ada sejak awal abad ke 20 di Indonesia. Semasa perang kemerdekaan RI para amatir radio di Indonesia juga aktive berjuang dengan peralatan dan keahliannya. Mereka bergabung didalam wadah Persatoean Amateur Repoeblik Indonesia (PARI). Namun dizaman ORLA sehubungan dengan diberlakukannnya SOB kegiatan ini dilarang.

Narasumber yang ada saat itu adalah RAJ Lumenta, Engkus, Herry Sembel, Hasan Koesoema Ardiwinata, MI Khadja, Willy A. Karamoy.

Merekalah aktor-aktor berdirinya Organisasi radio amatir Indonesia (ORARI). Mereka sadar bahwa dalam mengudara dibutuhkan suatu aturan. Tidak hanya di Indonesia juga mereka yang merupakan radio amatir sedunia. Sehingga dalam melakukan kegiatannya mereka mempunyai dan berlandaskan pada KODE ETIK AMATIR RADIO.

berawal di Jakarta dan Jawa Barat atau pulau Jawa pada umumnya dan diprakarsai oleh kegiatan aksi mahasiwa , pelajar dan kaum muda, diawal tahun 1965 sekelompok mahasiwa publistik yang tergabung dalam wadah KAMI membentuk radio siaran perjuangan bernama Radio Ampera, mulai saat itu juga bermunculanlah radio siaran lainya seperti Radio Fakultas Tehnik UI, Radio Angkatan Muda, Kayu Manis, Draba dll. Sudah tentu semua radio siaran itu merupakan siaran yang tak memiliki izin alias Radio gelap. Sadar karena semakin banyaknya radio siaran bermunculan yang memerlukan suatu koordinasi demi tercapainya perjuangan ORBA maka dibentuklah pada tahun 1966 oleh para mahasiwa suatu wadah yang diberi nama PARD (Persatuan Radio Amatir Djakarta) diantaranya terdapat nama-nama koordinatornya seperti Willy A Karamoy. Ismet Hadad, Rusdi Saleh ……dll. Dan di Bandung terbentuk PARB. Bagi anggota yang hanya berminat dalam bidang teknik wajib menempuh ujian tehnik dan bagi kelompok radio siaran disamping perlu adanya tehnisi yang telah di uji juga wajib menempuh ujian tehnik siaran dan publisistik. Setelah itu kesemuanya diberi callsign menggunakan prefix X, kode area 1 s/d 11 dan suffix 2 huruf sedangkan huruf suffix pertamanya mengidentifikasikan tingkat keterampilannya A s/d F seperti X6AM, X11CB dsb sedangkan untuk radio siaran diberi suffix 3 huruf.Pada mulanya PARD merupakan wadah bagi para amatir radio dan sekaligus radio siaran . Sehingga pada saat itu secara salah masyarakat mengidentikan Radio amatir sebagai radio siaran non RRI. Karena adanya Tingkatan keterampilan, PARD saat itu juga menyelenggarakan ujian kenaikan tingkat.

Disamping itu terdapat juga para Amatir era 1945-1952 yang tergabung dalam PARI (Persatoean Amatir Repoeblik Indonesia 1950), diantaranya terdapat nama – nama , Soehodo †. (YBØAB), Dick Tamimi †. (YBØAC), Soehindrio (YBØAD), Agus Amanto † (YBØAE), B. Zulkarnaen †. (YBØAU), Koentojo † (YBØAV) dll. Diantara merek ternyata ada juga yang menjadi anggota PARD seperti, (YBØAE) dan (YBØAU).

ORARI NASIONAL

Atas dasar PP21/1967 pada tanggal 9 Juli 1968 dilingkungan Sekretariat Negara pada waktu itu dan tanpa kesibukan yang menonjol dengan dihadiri sejumlah calon anggota yang berdomisili terutama di pulau Jawa, terbentuklah ORARI dan praktis pada awalnya hanya mencakup pulau Jawa yang terdiri atas 4 Regio yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Ketua ORARI Nasional dijabat oleh Bapak Koentoyo † (YBØAV). Dengan terbentuknya Wadah yang sah ini maka, para Amatir merasa lega karena bisa secara sah melakukan kegiatannya. Tenaga penguji di Dewan Telkom saat itu sangat terbatas dan hanya diperuntukan untuk menguji calon Operator dan Markonis radio maka, Dewan belum mungkin menyelenggarakan ujian untuk calon anggota ORARI dan untuk kebutuhan ini ORARI diberi wewenang sementara untuk menyelenggarakan sendiri ujian Amatir bagi calon anggotanya. Dan untuk mengurus keperluan perizinan seluruh anggota ORARI telah ditunjuk wakil tetap ORARI di Dewan Telekomunikasi RI. Yakni Herry Sembel (YBØBR) dan Hasan Koesoema (YBØAH).

Dengan terbentuknya ORARI maka terjadilah masa transisi dalam meletakan istilah Amatir pada tempatnya, terutama dimasyarakat dan bahkan banyak diantara pengurus terutama didaerah masih mengidentikan kegiatan Amatir radio dengan Radio siaran non RRI.

Penutup

Kegiatan ini sebenarnya hobi bagi mereka yang senang pada bidang teknik transmisi radio dan elektronika. Kegiatan ini sudah ada sejak tehnik transmisi radio ditemukan dan karena kegiatan ini menggunakan disamping peralatan juga media spektrum gelombang elektro magnetik yang menyangkut kepentingan kehidupan manusia dalam alam semesta in.

Apa yang Saya ketahui tentang RW ini?

RW berarti amatir radio.

Sebuah perangkat elektronik yang dapat memancarkan sinal dari satu radio ke radio lain. Wireless, berarti tanpa kabel. Menggunakan frekuensi tertentu. Untuk Amatir radio, tiap radio memiliki semacam adress tertentu misal :

Herry Sembel (YBØBR) dan Hasan Koesoema (YBØAH)

Zaman dahulu kegiatan ini merupakan hobi, namu seiring perkembangan zaman. Bermunculan TV, handphone, sehingga peminatnya berkurang. Walaupun begitu, bagi penggemarnya masih tampak bekas antena RF di rumah-rumah mereka dengan alamat radio di depan rumahnya.

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Apache The weB Server !!!

April 1, 2008 at 3:54 PM (~arc~)

[tugas ARC 4, part 1]

*edited for someone request*

Tapi siapa tahu ada yang belum tahu apa itu apache?
Ayo kita selidiki mulai dari kata “web server”.

Pengertian

Web server memiliki pengertian seperti ini :

  1. Program komputer yang bertanggung jawab menerima request HTTPdari clients, yang dikenal sebagai web browser, dan melayani mereka, dan bersedia merespon data konten yang diminta seperti web pages(dalam bentuk HTML atau objek seperti jpg, dan kawan kawan).
  2. Komputer yang menjalankan program komputer pada poin 1.

(wikipedia, keyword : web server)

Mungkin si apache ini adalah pengertian nomor satu dan komputer Anda yang menjalankannya web server pengertian kedua.

Apa kegunaannya?

Sama seperti web server lainnya, apache bertanggung jawab pada request-response HTTP dan logging informasi secara detail(kegunaan basicnya).
Kegunaan lainnya:

  1. supaya web pages tampil dinamis dengan menghandle konten dinamis, selain yang static tentunya.
  2. authentifikasi, seperti request username dan password
  3. melayani server side programming.
  4. keamanan
  5. virtual hostings, melayani banyak web pages menggunakan satu IP adress
  6. dan banyak lagi…

Sejarahnya

Apache ini dibuat versi pertamanya oleh Robert Mc Cool — yang terlibat di NCSA– padatahun 1996. Ditulis dalam bahasa C, perkembangannya dilakukan bersama rekan-rekan melalui email. Dia mengerjakan proyek itu bersama Apache groupnya : Brian Behlendorf, Roy T. Fielding, Rob Hartill, David Robinson, Cliff Skolnick, Randy Terbush, Robert S. Thau, Andrew Wilson, Eric Hagberg, Frank Peters and Nicolas Pioch.

Kenapa diberi nama Apache? Kata yang mendirikan karena pertama mereka ingin menghargai penduduk asli Amerika Indian Apache yang dikenal ketahanan dan skilnya saat perang, dan kedua karena akar proyek si apche ini merupakan sebuah ‘a patchy server’. Alasan kedua sebenarnya dengan hoki ditemukan.

Apache dikembangkan oleh komunitas terbuka yang di bawahi oleh Apache Software Foundation. Aplikasinya dapat digunakan untuk OS yang beragam( tidak bergantung pada vendor tertentu (cross platform)), sebut saja UNIX, FreeBSD, Linux, Novell netware, MacOS X, Windows.

Legalitas?

Untuk masalah legalitas, Apache termasuk open source software dan free software, sehingga banyak perusaahaan penyedia webhosting tidak perlu mengeluarkan uang untuk mendapatkan lisensi dari si Apache ini. Walaupun open source, tapi apache belum compatible dengan versi 2 GNU General Public License, karena ada requirement spesifik yang tak memenuhi kriteria dari GNU GPL. sehingga software dengan lisensi ini tak bisa diintegrasikan dengan si apache ini.

Sekarang?

Sejak direlease tahun 1996, Si Apache ini sebagai web server terbilang belum tergantikan, Apache memegang beberapa website terkemuka di dunia. Walaupun belakangan popularitasnya menurun sejak Microsoft mengeluarkan IIS, Microsoft Internet Information Service. Tapi hingga sekarang keberadaan Apache masih di urutan teratas untuk masalah web server. Lihat saja data survei dari Netcraft pada Desember 2007 :

Vendor Produk Web Site Hosted Percent
Apache Apache 76,591,442 49.35%
Microsoft IIS 55,502,886 35.76%
Google GWS 8,555,391 5.51%
Oversee Oversee 1,573,701 1.01%
Lighttpd Lighttpd 1,521,250 0.98%
Nginx Nginx 767,966 0.49%
Lain - 10,690,101 6.89%

GWS adalah web server milik vendor Google yang awalnya adalah pengembangan dari Apache.

Permalink & Komentar